This study aims to examine the relationship between self-acceptance and anxiety on life satisfaction in mothers of toddlers. Mothers of toddlers often face intensive parenting challenges, making them vulnerable to decreased life satisfaction due to anxiety and self-acceptance. The research method used was quantitative with multiple linear regression analysis techniques. Data were collected through questionnaires distributed to mothers of toddlers in Kindergarten X with a total of 70 respondents. The research instrument was developed by the researcher with a Cronbach's Alpha value of more than 0.6. The results showed that self-acceptance has a significant positive relationship with life satisfaction with a score of t = 9.432 with a significance of 0.000 (p < 0.05), while anxiety has a significant negative relationship with life satisfaction with a score of t = -2.110 with a significance of 0.039 (p < 0.05). The effective contribution of self-acceptance and anxiety to life satisfaction is 70.9%. Findings These findings imply that efforts to increase life satisfaction in mothers of toddlers need to focus on self-acceptance and overcoming anxiety. Through family support and a conducive environment, mothers can fulfill their parenting role more optimally. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-acceptance dan kecemasan terhadap kepuasan hidup pada ibu yang memiliki anak balita. Ibu balita sering kali menghadapi tantangan pengasuhan yang intensif, sehingga rentan mengalami penurunan kepuasan hidup akibat kecemasan dan self-acceptance. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada ibu dengan anak balita di TK X dengan total 70 responden. Instrumen penelitian dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan nilai Cronbach's Alpha lebih dari 0,6. Hasil penelitian menunjukkan self-acceptance memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap kepuasan hidup dengan skor t = 9,432 dengan signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sedangkan kecemasan memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap kepuasan hidup dengan skor t = -2,110 dengan signifikansi sebesar 0,039 (p < 0,05). Adapun sumbangan efektif dari self-acceptance dan kecemasan mempengaruhi kepuasan hidup sebesar 70,9%. Temuan Temuan ini mengimplikasikan bahwa upaya peningkatan kepuasan hidup ibu dengan anak balita perlu berfokus pada penerimaan diri dan mengatasi kecemasan. Melalui dukungan keluarga serta lingkungan yang kondusif, ibu dapat menjalankan peran pengasuhan secara lebih optimal.