Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesepian pada dewasa awal pasca putus cinta hubungan long term: bagaimana peran gaya kelekatan orang tua dan self compassion? Aprilya Ferani; Wina Lova Riza; Mohammad Iqbal
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Putusnya hubungan asmara yang terjalin lama pada masa dewasa awal kerap kali menimbulkan penderitaan emosional yang berat, sehingga menempatkan individu pada risiko tinggi mengalami kesepian yang mendalam. Penelitian ini dirancang untuk menguji secara empiris dampak simultan maupun parsial dari gaya kelekatan (attachment style) dan welas diri (self-compassion) terhadap tingkat kesepian yang dirasakan oleh individu dewasa awal pasca-putus cinta di Kabupaten Karawang. Menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas, data dihimpun dari 204 responden (berusia 18–25 tahun) yang mengalami putus hubungan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, dengan usia jalinan asmara sebelumnya minimal dua tahun. Penarikan sampel dilakukan melalui metode non-probability purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan adaptasi dari UCLA Loneliness Scale Version 3, Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), serta Self-Compassion Scale (SCS). Haasil analisis regeresi linear berganda menunjukkan bahwa attachment style dan self - compassion secara bersama - sama memberikan kontribusi sebesar 49,9% terhadap varians kesepian (F = 103,152; p < 0,001). Secara parsial, gaya kelekatan (khususnya kelekatan tidak aman) membawa pengaruh positif yang signifikan terhadap kesepian (t = 10,901; p < 0,001), sementara welas diri menunjukkan pengaruh negatif yang signifikan (t = -8,639; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun gaya kelekatan tidak aman meningkatkan kerentanan terhadap isolasi pasca-putus hubungan, kemampuan welas diri yang kuat berfungsi sebagai mekanisme koping internal yang krusial dalam mereduksi kesepian.
The Effect of Social Support and Self-Efficacy on Burnout in Working Students Enjang Maulana; Arif Rahman Hakim; Mohammad Iqbal
Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS) Vol. 5 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/ijoms.v5i1.2537

Abstract

This study aims to determine the effect of social support and self-efficacy on burnout in working students. This study uses a quantitative approach with a causal associative method. The population in this study were working students with a sample of 227 respondents obtained using the Convenience Sampling technique. The data analysis technique used multiple linear regression analysis with the help of SPSS version 25.0. The results showed that social support has a significant negative effect on burnout with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Self-efficacy also has a significant negative effect on burnout with a significance value of 0.002 (p < 0.05). Simultaneously, social support and self-efficacy have a significant effect on burnout with a significance value of 0.000 (p < 0.05). The results of the coefficient of determination test showed an R Square value of 0.177, which means that social support and self-efficacy contributed 17.7% to burnout in working students, while the remaining 82.3% was influenced by other factors outside this study. This study shows that social support and self-efficacy can help reduce burnout levels in working students.