Rindang Putri Mayda
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Siap Tanggap Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan: Upaya Mendukung Program Satu Rumah Satu Caregiver Di Kelurahan Plamongansari Menuju Kelurahan Sehat Berkelanjutan Muhammad Irham Ilahia; Rindang Putri Mayda; Dwi Nur Rahmantika; Mariyam Mariyam
SALUTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/sjpkm.v5i2.19340

Abstract

Tingginya angka kejadian kegawatdaruratan di masyarakat, yang berbanding terbalik dengan minimnya pemahaman pertolongan pertama, menjadi latar belakang utama pengabdian ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan kader di Kelurahan Plamongansari dalam penanganan kondisi gawat darurat, guna mendukung program Satu Rumah Satu Caregiver (SARAGA). Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukasi dan pelatihan dengan desain quasi-eksperimental, melibatkan 35 kader posyandu sebagai peserta. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada tanggal 23 Agustus 2025 oleh tim PPK ORMAWA HIMAPERSA UNIMUS dengan materi yang berfokus pada penanganan pertolongan pertama untuk perdarahan, keracunan, dan kejang demam. Hasil evaluasi dengan pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Jumlah kader dengan kategori pengetahuan "baik" meningkat tajam dari 22 peserta menjadi 32 peserta setelah pelatihan. Perubahan ini membuktikan bahwa program pelatihan efektif. Sebagai kesimpulan, program ini berhasil membekali para kader dengan keterampilan esensial, menjadikannya pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang tanggap dan mandiri, serta mendukung inisiasi kelurahan sehat berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Dalam Penanganan Perdarahan Melalui Program SARAGA di Kelurahan Plamongansari Rindang Putri Mayda; Muhammad Irham Ilahia; Dianita Dwi Puspita; Muh Nurkharistna Al Jihad; Satriya Pranata Pranata
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1531

Abstract

Kegawatdaruratan merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat agar nyawa korban dapat diselamatkan serta mencegah terjadinya komplikasi berat. Salah satu kasus kegawatdaruratan yang sering dijumpai di masyarakat adalah perdarahan, baik akibat luka luar, kecelakaan, maupun trauma dalam. Perdarahan yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan syok hipovolemik bahkan kematian. Namun demikian, sebagian besar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, masih memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai cara melakukan pertolongan pertama pada perdarahan. Hal ini menjadi dasar perlunya edukasi kesehatan berbasis masyarakat yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan keluarga menghadapi situasi gawat darurat. Program SARAGA (Satu Rumah Satu Caregiver) merupakan inovasi yang dikembangkan oleh tim PPK Ormawa HIMAPERSA Universitas Muhammadiyah Semarang untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam penanganan perdarahan melalui pelatihan dan edukasi langsung. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain One Group Pretest–Posttest yang melibatkan 35 ibu rumah tangga di Kelurahan Plamongansari, Kota Semarang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari melalui tiga tahap, yaitu pengukuran awal (pre-test), pemberian edukasi dan pelatihan hands-on tentang pertolongan pertama perdarahan, serta pengukuran ulang (post-test). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan ibu rumah tangga, dari 22 orang berkategori baik menjadi 33 orang setelah intervensi. Seluruh peserta juga mampu mempraktikkan langkah pertolongan pertama perdarahan dengan benar. Kesimpulannya, Program SARAGA terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam menghadapi kegawatdaruratan perdarahan serta berpotensi diintegrasikan dengan kegiatan Posyandu dan PKK guna memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan masyarakat.