Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REPRESENTASI SPANYOL DALAM KURIKULUM SEJARAH SMA DI ASIA TENGGARA: STUDI KOMPARASI INDONESIA, MALAYSIA, DAN FILIPINA Risdam Habibi Hasibuan; Rahmi Seri Hanida
Danadyaksa Historica Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v6i1.11151

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi Spanyol dalam kurikulum sejarah SMA di tiga negara Asia Tenggara Indonesia, Malaysia, dan Filipina melalui pendekatan studi komparasi berbasis pustaka yang sistematis. Bertumpu pada teori memori kolektif, kurikulum sebagai konstruksi sosial, dan postkolonialisme dalam pendidikan sejarah , penelitian ini menganalisis dokumen kurikulum resmi dan buku teks terbitan pemerintah ketiga negara. Temuan menunjukkan disparitas dramatis: Spanyol hanya menempati kurang dari 2% konten sejarah Kurikulum Merdeka Indonesia, sekitar 3–5% dalam KSSM Sejarah Malaysia, dan 40–60% dalam K–12 Araling Panlipunan Filipina  mencerminkan 333 tahun pengalaman kolonial langsung Filipina di bawah Spanyol (1565–1898). Framing dominan terhadap Spanyol juga berbeda: netral-faktual di Indonesia, kritis-regional di Malaysia, dan kompleks-ambigu di Filipina. Perbedaan ini dijelaskan oleh intensitas pengalaman kolonial langsung, proyek konstruksi identitas nasional, tujuan kebijakan kurikulum, imperatif ideologis yang tertanam dalam masing-masing kurikulum dan kekayaan historiografi akademik di masing-masing negara. Sejalan dengan penelitian lain yang menemukan bahwa kurikulum nasional tersentralisasi secara sistematis menghapus narasi sejarah lokal, penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakhadiran Spanyol dalam kurikulum Indonesia dan Malaysia mencerminkan selective amnesia struktural yang memperkuat narasi nasional dominan. Penelitian ini mendorong dekolonisasi pendidikan sejarah ASEAN dan penguatan perspektif regional dalam kurikulum nasional.
Optimalisasi Pojok Sejarah sebagai Sarana Peningkatan Pemahaman Nasionalisme Siswa Sekolah Dasar Rahmi Seri Hanida; Risdam Habibi Hasibuan; Widya Sari; Nur Aida; Mutiara Fadhilah
FingeR: Journal of Elementary School Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi: Juni
Publisher : Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/zvcmgc96

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran Pojok Sejarah dalam meningkatkan pemahaman siswa SD tentang kebangsaan. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 088 Panyabungan dengan menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pojok Sejarah dibuat dengan memanfaatkan salah satu bagian perpustakaan sekolah yang dihias dengan menarik dan dilengkapi dengan poster sejarah serta bahan bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pojok Sejarah memberikan kontribusi terhadap kebangsaan siswa dalam beberapa hal: (1) meningkatkan rasa bangga menjadi orang Indonesia, (2) meningkatkan pengakuan dan penghargaan terhadap pahlawan nasional, (3) siswa memiliki aspirasi untuk berkontribusi bagi bangsa seperti para pahlawan yang mereka pelajari, (4) meningkatkan partisipasi dalam pelajaran sejarah, (5) meningkatkan antusiasme selama diskusi dan kuis sejarah, (6) meningkatkan rasa ingin tahu siswa dan interaksi dengan guru tentang topik sejarah, (7) meningkatkan rasa hormat terhadap simbol-simbol nasional seperti bendera dan lagu kebangsaan, dan (8) meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai kebangsaan setelah memahami makna simboliknya. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah terbatasnya dana untuk menambah koleksi sumber daya sejarah di pojok tersebut.
Historical Themes in Primary Education within the Merdeka Curriculum: Indonesian and Global Perspectives Rahmi Seri Hanida; Risdam Habibi Hasibuan
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.1034

Abstract

This study examines the representation of historical themes in elementary school IPAS (Natural and Social Sciences) textbooks within the Merdeka Curriculum, with a particular focus on concepts and content structures related to social studies. Using a qualitative content analysis approach supported by a checklist technique, the research systematically evaluates how historical materials are organized and presented across Grades 3 to 6. The findings indicate that history learning is introduced progressively, beginning with local traditions, cultural diversity, and local wisdom, and advancing toward national history and global interactions. This structure reflects an effort to develop students’ understanding of identity from the personal to the global level. However, several challenges remain, including limited depth of historical content, the dominance of hero-centered narratives, insufficient attention to causality and multiple perspectives, and the persistence of colonial biases. Comparative insights from international studies highlight the importance of balancing chronological and thematic approaches, integrating humanitarian values, promoting gender inclusivity, adopting decolonial perspectives, and utilizing innovative pedagogies such as digital technology. Overall, the study suggests that while the Merdeka Curriculum provides a strong foundation for contextual and student-centered history learning, further enrichment is needed to foster critical, inclusive, and reflective historical understanding among elementary student.