Hasanuddin Chaer
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Mataram, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pergeseran Penggunaan Bahasa Sasak ke dalam Bahasa Indonesia pada Komunikasi Masyarakat Lingkungan Karang Tapen: Kajian Sosiolinguistik: The Shifting Use of Sasak Language into Indonesian in the Communication of the Karang Tapen Neighborhood Community: A Sociolinguistic Study Eka Apriliani; Ahmad Sirulhaq; Hasanuddin Chaer
Jurnal Bastrindo Vol 6 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis dan mengidentifikasi pergeseran penggunaan bahasa Sasak ke dalam bahasa Indonesia di Lingkungan Karang Tapen. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa dan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak, dengan teknik lanjutan berupa teknik simak libat cakap dan teknik simak bebas libat cakap. Analisis data menggunakan teori pola pergeseran bahasa yang dikemukakan oleh Fishman. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan 93% penggunaan bahasa Indonesia pada kalangan anak, 72% penggunaan bahasa Indonesia di kalangan pemuda, dan 12% persen penggunaan bahasa Indonesia pada kalangan dewasa. Faktor yang menyebabkan pergeseran bahasa adalah, perspektif masyarakat terhadap bahasa yang dominan, sikap dan perilaku masyarakat terhadap bahasa dan seringnya masyarakat melakukan alih kode dan campur kode.   The Shifting Use of Sasak Language into Indonesian in the Communication of the Karang Tapen Neighborhood Community: A Sociolinguistic Study Abstract: This research was conducted to describe, analyze and identify the shift of Sasak language usage into Indonesian language in Karang Tapen Environment. This type of research uses qualitative descriptive method. The data in this research are in the form of words, phrases and. The data collection method used in this research is the listening method, with advanced techniques in the form of listening technique and free listening technique. Data analysis uses the theory of language shift patterns proposed by Fishman. The results of this study show 93% use of Indonesian among children, 72% use of Indonesian among youth, and 12% percent use of Indonesian among adults. Factors that cause language shifts are, people's perspectives on the dominant language, attitudes and behavior of the community towards language and the frequent code switching and code mixing.
Makna Simbolik Tradisi Mappacci Masyarakat Bugis di Kecamatan Tarano Kabupaten Sumbawa: Kajian Semiotika Charles Sanders Peirce: The Symbolic Meaning of the Mappacci Tradition of the Bugis Community in Tarano District, Sumbawa Regency: A Semiotic Study by Charles Sanders Peirce Aqidatul Izza; Muh Syahrul Qodri; Hasanuddin Chaer
Jurnal Bastrindo Vol 6 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik tradisi mappacci pada masyarakat Bugis di Desa Labuhan Aji, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa. Tradisi mappacci merupakan ritual adat pra-pernikahan yang bermakna penyucian lahir dan batin. Menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, penelitian ini menganalisis sembilan simbol dalam prosesi mappacci: bantal, sarung sutera, daun pisang, daun nangka, daun pacci, lilin, beras, air, dan wadah pacci. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara mendalam terhadap tiga tokoh adat, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlengkapan memiliki makna simbolik yang mencerminkan nilai kehormatan, kesuburan, kejujuran, kesucian, serta harapan akan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera. Melalui analisis triadik Peirce, makna-makna tersebut dipahami dari hubungan antara representamen, objek, dan interpretan.   The Symbolic Meaning of the Mappacci Tradition of the Bugis Community in Tarano District, Sumbawa Regency: A Semiotic Study by Charles Sanders Peirce Abstract: This study aims to examine the symbolic meaning of the mappacci tradition among the Bugis community in Labuhan Aji Village, Tarano District, Sumbawa Regency. Mappacci is a pre-wedding traditional ritual that signifies physical and spiritual purification. Using the semiotic approach of Charles Sanders Peirce, this study analyzes nine symbols used in the mappacci procession: pillow, silk sarong, banana leaf, jackfruit leaf, pacci leaf, candle, rice, water, and the pacci container. A descriptive qualitative method was employed, with data collected through observation, in-depth interviews with three traditional leaders, and documentation. The findings reveal that each item used in the mappacci procession carries deep symbolic meanings reflecting Bugis cultural values such as honor, fertility, honesty, purity, and the hope for a harmonious and prosperous household life. Through Peirce's triadic analysis, these meanings are understood from the relationship between representamen, object, and interpretant in shaping the interpretation of cultural signs.