Pengelolaan kehadiran pegawai kontrak di Bandar Udara Sultan Thaha Jambi masih bergantung pada mesin fingerprint terpusat dan rekapitulasi manual, yang menimbulkan ketidakefisienan waktu, risiko kesalahan manusia, serta minimnya transparansi. Meskipun sistem presensi berbasis web mulai diadopsi di beberapa instansi, celah keamanan seperti serangan foto statis (photo replay) dan pemalsuan lokasi (GPS spoofing) masih rentan terjadi. Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem informasi manajemen penjadwalan dan kehadiran berbasis web yang mengimplementasikan mekanisme validasi berlapis, yaitu Liveness Face Recognition dan Fake GPS Detection. Metode pengembangan yang digunakan adalah Prototype untuk memastikan kesesuaian sistem melalui umpan balik iteratif. Validasi wajah dilakukan menggunakan mekanisme challenge-response dan perhitungan Euclidean Distance berbasis face-api.js. Sementara itu, deteksi Fake GPS dianalisis menggunakan konsep Sliding Window Buffer (lima titik koordinat) dan Rumus Haversine untuk memvalidasi radius geofencing. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa seluruh skenario fungsional berjalan sesuai kebutuhan. Pada pengujian non-fungsional, sistem berhasil mengamankan data, menjaga integritas data, dan kompatibel di berbagai perangkat. Kendala awal pada waktu muat halaman berhasil dioptimalkan menjadi ≤ 5 detik melalui penerapan teknik Lazy Loading dan Service Worker Caching. Sistem ini terbukti efektif meningkatkan akurasi, transparansi, dan keamanan presensi pegawai.