Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Penentuan Lokasi Optimal Usaha di Kota Medan Menggunakan Algoritma K-Nearest Neighbor (KNN) Eri Triwanda; M. Fachrurrozi Nasution; Labuan Nababan; Lamtiur Sinambela
JIKTEKS : Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 01 (2025): Desember
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/jikteks.v4i01.628

Abstract

Penentuan lokasi usaha yang tepat merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan suatu bisnis. Artikel ini menyajikan pendekatan berbasis data untuk mengidentifikasi lokasi usaha yang optimal menggunakan metode K-Nearest Neighbor (KNN). Metode KNN dimanfaatkan untuk memprediksi potensi keberhasilan suatu lokasi baru dengan menganalisis tingkat kemiripannya terhadap data lokasi usaha yang telah ada. Analisis dilakukan berdasarkan sejumlah faktor, seperti demografi, aksesibilitas, dan tingkat kompetisi di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah memberikan alat bantu pengambilan keputusan berbasis data bagi calon pengusaha agar dapat memilih lokasi usaha secara lebih informatif, mengurangi risiko kegagalan, serta meningkatkan peluang keberhasilan usaha di masa depan.
OPTIMALISASI PLATFORM DIGITAL SEBAGAI INTERAKSI GLOBAL SPIRITUALITAS MELALUI PENDEKATAN SOSIAL, BUDAYA, TEKNOLOGI ERA TRANSMODERNITAS Ernida Marbun; Labuan Nababan; M. Fachrurrozi Nasution
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4914

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of digital platform optimization on increasing global interaction and spirituality of young men and women through a social, cultural, and technological approach in the era of transmodernity. The research method uses a mixed methods approach, including a survey of 70 respondents to obtain quantitative data, in-depth interviews with 10 respondents from the survey sample to explore deeper perspectives, and Focus Group Discussions (FGDs) with 17 cross-disciplinary experts (Christianity, Islam, culture, sociology, and digital technology) to obtain interdisciplinary validation and insights. The study also found that the era of transmodernity allows digital technology to function not only as a means of production or consumption, but as an ethical and spiritual space that brings together local and global values equally. Digital platforms can strengthen social cohesion across groups, support inclusive spiritual and cultural practices, and reduce social and cultural inequality. Based on these findings, the study recommends the development of digital platform optimization strategies, such as the design of spiritual community applications, forums for reflection on human values, and social meditation, so that they can become spaces for socially and spiritually meaningful interactions. The research output is in the form of scientific publications in Accredited National Journals, as well as being a reference for the development of digital interaction models that effectively combine technology, culture, and spirituality in the transmodern era. Keyword: culture; global interaction; digital platform; spirituality; transmodernity Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh optimalisasi platform digital terhadap peningkatan interaksi global dan spiritualitas pemuda/i melalui pendekatan sosial, budaya, dan teknologi di era transmodernitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, meliputi survei terhadap 70 responden untuk memperoleh data kuantitatif, wawancara mendalam terhadap 10 responden dari sampel survei untuk menggali perspektif lebih mendalam, serta Focus Group Discussion (FGD) dengan 17 ahli lintas disiplin (Kristen, Islam, budaya, sosiologi, dan teknologi digital) untuk memperoleh validasi dan wawasan interdisipliner. Penelitian juga menemukan bahwa era transmodernitas memungkinkan teknologi digital berfungsi bukan hanya sebagai alat produksi atau konsumsi, tetapi sebagai ruang etis dan spiritual yang mempertemukan nilai-nilai lokal dan global secara setara. Platform digital dapat memperkuat kohesi sosial lintas kelompok, mendukung praktik spiritual dan budaya yang inklusif, serta mengurangi ketimpangan sosial dan budaya. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan pengembangan strategi optimalisasi platform digital, seperti desain aplikasi komunitas spiritual, forum refleksi nilai kemanusiaan, dan meditasi sosial, agar dapat menjadi ruang interaksi yang bermakna secara sosial dan spiritual. Luaran penelitian ini berupa platform digital berbasis web, sekaligus menjadi referensi bagi pengembangan model interaksi digital yang memadukan teknologi, budaya, dan spiritualitas secara efektif di era transmodern. Kata kunci: budaya; interaksi global; platform digital; spiritualitas; transmodernitas.
KLASIFIKASI LEVEL KUALITAS UDARA MENGGUNAKAN METODE DECISION TREE UNTUK MENDUKUNG SDGS Eri Triwanda; M. Fachrurrozi Nasution; Labuan Nababan; Lamtiur Sinambela
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6675

Abstract

Abstract: Air quality is a critical environmental issue that directly affects public health and urban sustainability. This study aims to develop an air quality classification model using the Decision Tree algorithm based on key pollutant parameters such as PM₁₀, PM₂.₅, SO₂, CO, NO₂, and O₃, and to evaluate its contribution to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). The dataset was obtained from air quality monitoring in Jakarta during 2021 and underwent preprocessing stages including data cleaning and feature selection. The model was tested across various training-testing ratios, with the highest accuracy of 97.50% achieved at a 60:40 ratio. Performance evaluation showed precision, recall, and F1-score values above 97%, with PM₂.₅ and PM₁₀ identified as the most influential attributes in classification. The Decision Tree model was chosen for its ability to produce accurate results while remaining interpretable. The classification outcomes can be utilized in early warning systems, public education, and data-driven policymaking. These findings support the achievement of SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), and SDG 13 (Climate Action). Keywords: Air Quality; Decision Tree; pollution; SDG; Classification.   Abstrak: Kualitas udara merupakan isu lingkungan krusial yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan keberlanjutan kota. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model klasifikasi kualitas udara menggunakan algoritma Decision Tree berdasarkan parameter polutan utama seperti PM₁₀, PM₂.₅, SO₂, CO, NO₂, dan O₃, serta menganalisis kontribusinya terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Data yang digunakan berasal dari pemantauan kualitas udara di Jakarta tahun 2021 dan telah melalui tahap pra-pemrosesan, termasuk pembersihan data dan seleksi fitur. Model diuji pada berbagai rasio data latih dan uji, dengan akurasi tertinggi sebesar 97,50% pada rasio 60:40. Evaluasi performa menunjukkan nilai presisi, recall, dan F1-score di atas 97%, dengan PM₂.₅ dan PM₁₀ sebagai atribut paling berpengaruh dalam klasifikasi. Model Decision Tree dipilih karena kemampuannya dalam menghasilkan output yang akurat sekaligus mudah diinterpretasikan. Hasil klasifikasi ini berpotensi digunakan dalam sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, dan pengambilan kebijakan berbasis data. Temuan ini mendukung pencapaian SDG 3 (kehidupan sehat dan sejahtera), SDG 11 (kota dan permukiman yang berkelanjutan), serta SDG 13 (penanganan perubahan iklim). Kata kunci: Kualitas Udara; Decision Tree; Polutan; SDGs; Klasifikasi.