Articles
STUDI TENTANG MASALAH PENEMPATAN FASILITAS BERKAPASITAS SATU SUMBER DUA ESELON
Sinambela, Lamtiur
Journal Information System Development (ISD) Vol 2, No 2 (2017): Journal Information System Development (ISD)
Publisher : UNIVERSITAS PELITA HARAPAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Facility location problem is an important part of integer programming problems, with application in the field of telecommunications, and transportation industry. This study discussed the facility location problem with two echelon. Each second echelon facilities have limited capacity and can only be supplied by a facility on second echelon. Each customer is served only by a single facility in second echelon. The number and location of the second echelon of custumers to facilities determined echelon two simltaneous. This study addresses the questions of decision-making in designing cargo distribution system where there is a two echelon distribution system the two level structure, components and issues related decisions. The purpose of the model in the study is to determine the location of facilities at each echelon which is a distribution facility and cargo capacity at the facility so that can minimize the total cost of the minimum as the optimal solution of the modeling. Keywords: CFLP, integer programming, optimization, two echelonÂ
STUDI TENTANG MASALAH PENEMPATAN FASILITAS BERKAPASITAS SATU SUMBER DUA ESELON
Lamtiur Sinambela
Journal Information System Development Vol 2, No 2 (2017): Journal Information System Development (ISD)
Publisher : UNIVERSITAS PELITA HARAPAN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Facility location problem is an important part of integer programming problems, with application in the field of telecommunications, and transportation industry. This study discussed the facility location problem with two echelon. Each second echelon facilities have limited capacity and can only be supplied by a facility on second echelon. Each customer is served only by a single facility in second echelon. The number and location of the second echelon of custumers to facilities determined echelon two simltaneous. This study addresses the questions of decision-making in designing cargo distribution system where there is a two echelon distribution system the two level structure, components and issues related decisions. The purpose of the model in the study is to determine the location of facilities at each echelon which is a distribution facility and cargo capacity at the facility so that can minimize the total cost of the minimum as the optimal solution of the modeling. Keywords: CFLP, integer programming, optimization, two echelon
A A RESOURCE ALLOCATION PROBLEM IN HIGHER EDUCATION WITH INTEGRATED MULTICRITERIA DECISION MAKING
dame ifa sihombing;
Lamtiur Sinambela;
Labuan Nababan
Sepren Vol 1 No 02 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v1i02.219
This paper analyzes forms of resource allocation problems in higher education. Resource allocation is one of the major decision problems arising in higher education. Resources must be allocated optimally is such a way that performance of universities can be improved. It combines two of the most extended multicriteria decision making techniques: the Analytic Hierarchy Process (AHP) and Goal Programming (GP). The AHP approach is used in evaluation all criteria such as qualitative and quantitative factors. Then the Goal Programming (GP) model incorporating the constraints to select the best set of all goals without exceeding the limited avalaible resources. In this paper two commercial packages are used : Expert Choice for determining the AHP priority ranking of the projects, and LINGO 17 for solving the GP model.
PENYULUHAN PENGGUNAAN PERANGKAT LUNAK DATA BASE MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS LINGUISTIK FORENSIK DI KEPOLISIAN SEKTOR GALANG
Sarma Panggabean;
Labuan Nababan;
Lamtiur Sinambela;
Febrika Dwi Lestari;
Dame Ifa Sihombing
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31604/jpm.v5i2.699-707
Perkembangan teknilogi sekarang ini mengahruskan setiap manusia mengikuti perkembangan tersebut, salah satunya dalam membantu kinerja manusia guna mempermudah pekerjaan secara cepat dan tepat. Sayangnya Polsek Galang mengalami kendala dalam pengolahan data seperti Terjadinya redundansi data anggota SatResKrim yang menangani kasus kriminal, sebagai akibat dari pencatatan secara berulang-ulang setiap ada laporan dari masyarakat. Kurang tertatanya penyimpan data anggota masyarakat yang pernah terlibat dalam kasus kriminal tertentu, Banyaknya penggunaan kertas sebagai media pengarsipan data, Tidak adanya otomatisasi Laporan Polisi dengan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat sesudahnya, sehingga penyidik harus kembali mengkaji dengaan teliti laporan yang ada. Tidak optimalnya metode pencarian data dalam satu berkas. Report-report tidak dibuat secara otomatis oleh perangkat lunak. Sehingga pada saat melakukan laporan periode, seorang penyidik harus membongkar berkas yang sudah disimpan di ruangan penyimpanan barang.. Aplikasi yang dirancang bertujuan untuk memudahkan pihak Polsek dalam proses pengolahan data yaitu membuat form data kepolisian, Form Pelapor, form Pelaku, form Pelaporan polisi yang nantinya akan dibuat dalam proses pencarian data secara cepat, dan juga akan dibuat report dari semua form tersebut. Tentu saja ini membutuhkan keterampilan polsek Galang dalam merancang penggunaan databasenya. Hal inilah yang melatarbelakangi pentingnya melaksanakan Penyuluhan Penggunaan Perangkat Lunak Data Base Management System Berbasis Linguistik Forensik dalam pengelolaan data kasus perkara Kepolisian Sektor Galang. Yang dapat meningkatkan kinerja polsek Galang lebih cepat, mudah dan akurat.
PENGGUNAAN METODE WINTER EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM MEMPREDIKSI PERSEDIAAN PUPUK ANORGANIK PADA CV MAJU JAYA
Labuan Nababan;
Lamtiur Sinambela;
Jane Elnovreny
JSIK (Jurnal Sistem Informasi Kaputama) Vol 6, No 2 (2022): Volume 6, Nomor 2 Juli 2022
Publisher : STMIK KAPUTAMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.1234/jsik.v6i2.1126
Banyak sedikitnya persediaan pupuk pada toko ditentukan oleh bayaknya kebutuhan masyarakat petani yang membeli dan dipengaruhi harga hasil petanian, Semakin tinggi hasil pertanian semakin tinggi juga daya beli masyarakat terutama dalam membeli pupuk anorganik. Untuk memenuhi persediaan barang pada sebuah perusahaan dagang melakukan pembelian dan selanjutnya barang yang dibeli akan dijual kembali kepada konsumen. CV Maju Jaya yang menjual aneka pupuk anorganik terletak di Kecamatan Lintong Nihuta, Provinsi Sumatera Utara yang mayoritas penduduknya adalah bertani. Persediaan merupakan bagian yang sangat besar dari keseluruhan asset yang dimiliki perusahaan dan merupakan bukti betapa pentingnya persediaan barang dagangan untuk kegiatan pembelian dan penjualan dalam operasi pasar. CV Maju Jaya yang bergerak dalam bidang penjualan Pupuk Anorganik dalam skala besar, sering mengalami kendala dalam hal persediaan pupuk. Sehingga sering terjadi penumpukan atau kekurangan pupuk yang akan disalurkan pada masyarakat. Ketika terjadi pemesanan mendadak waktu antara pemesanan barang sampai dengan barang tiba memerlukan waktu yang cukup lama. Hal ini sangat merugikan masyarakat petani karena konsumen yang ingin memesan tidak dapat dilayani untuk beberapa waktu, sehingga konsumen dapat kecewa dan menyebabkan pendapatan menurun bahkan akan beralih ke toko yang lain. Sistem yang berjalan masih manual dan dicatat dalam buku sehingga dalam pembuatan laporan persediaan dan penyampaian laporan membutuhkan waktu yang lama serta kurang akurat, dengan masalah tersebut, maka dibutuhkan sebuah metode untuk prediksi persediaan pupuk yaitu dengan Metode winter exponential smoothing sangat tepat untuk mengatasi kendala yang dihadapi oleh CV Maju Jaya, dan merancang sebuah sistem yang sudah terkomputerisasi berupa pembuatan aplikasi yang memudahkan untuk pencatatan transaksi penjualan dan persediaan serta pembuatan laporan. sehingga dalam menentukan jumlah persediaan produk pupuk anorganik bisa dengan cepat diperoleh, dan dapat mengatasi terjadinya penumpukan dan kukurangan stok pupuk yang akan disediakan CV. Maju Jaya.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN BEDAH RUMAH KELUARGA MISKIN MENGGUNAKAN METODE MOORA
Labuan Nababan;
Lamtiur Sinambela
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol 2, No 2 (2018): EDISI JULI 2018
Publisher : STMIK KAPUTAMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.601 KB)
Metode moora digunakan untuk menguji coba dalam menentukan kelayakan yang bertujuan untuk mengetahui akurasi dengan nilai yang diperoleh oleh sistem. Uji coba yang digunakan diberikan pada nilai bobot kriteria yang paling tinggi dan ujicoba modifikasi yang bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak kriteria yang dapat ditambahkan.dimana system pendukung keputusan adalah suatu system yang dapatmenyelesaikan masalah yang terjadi didalam penentuan peringkat dengan cepat serta dapat mengetahui nilai tertinggi sampai terendah dalam sebuah seleks. Desa Bintang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sidikalang kabupaten Dairi Sumatra Utara. Dilihat dari sudut pandang perekonomian, pendidikan dan kehidupan sosial termasuk dalam zona masyarakat yang berpenghasilan menengah kebawah atau bisa dikatakan masyarakat kurang mampu. Belakangan ini pemerintah sering memberikan bantuan berupa bedah rumah kepada keluarga yang kurang mampu yang dikelola oleh kepala desa. dikarenakan sangat sulit mendapatkan data-data yang akurat dan benar-benar nyata mengenai kemampuan masyarakat kurang mampu sehingga selama ini dalam pembagian kelayakan bedah rumah tidak tepat sasaran dan tidak merata, sehingga yang memperoleh bukannya orang yang kurang mampu atau rumahnya tidak layak huni melainkan keluarga mampu yang kehidupannya menengah ke atas. Sehingga kepala desa mengalami kesulitan dalam menentukan kelayakan bedah rumah. Dengan adanya kendala dan masalah tersebut, penulis meneliti karya ilmiah ini menggunakan system pendukung keputusan dengan penggunaan metode moora. Hal ini memberikan kemudahan pada kepala desa dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kriteria yang digunakan.
Perancangan Aplikasi Jadwal Kuliah Ganti Mahasiswa Pada Stie Eka Prasetya Medan Berbasis Android
Labuan Nababan;
Lamtiur Sinambela;
Jane Elnovreny
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol 6, No 1 (2022): Volume 6, Nomor 1 Januari 2022
Publisher : STMIK KAPUTAMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
STIE Eka Prasetya Medan merupakan kampus yang mahasiswanya mayoritas sudah bekerja. Sehingga proses perkuliahan hanya dilakukan jadwal malam yang dimulai pada jam 18.00 sampai jam 21.00. Mahasiswa kadang kala tidak dapat mengikuti perkuliahan sesuai dengan waktu yang ditentukan dikarenakan pekerjaan mereka dikantor banyak, sehingga mereka harus lembur. Dengan kondisi seperti ini meraka akan ketinggalan materi perkuliahan dari dosen yang bersangkutan. Dengan kondisi seperti ini mereka harus mencari waktu lain sesuai dengan dosen yang bersangkutan untuk mengikuti materi perkuliahan yang ketinggalan. Pada saat ini kampus masih memiliki sistem yang masih manual yaitu mengenai pengambilan jadwal kuliah ganti. Pada proses ini mahasiswa harus datang ke Kampus dan melakukan pengajuan jadwal kuliah terhadap pertemuan yang kurang. Sehingga terdapat beberapa faktor yang menjadi masalah yaitu membutuhkan waktu yang lama, terbuangnya waktu bekerja mahasiswa. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dibuat sebuah aplikasi sistem informasi jadwal kuliah berbasis android yang mempermudah pengguna seperti bagian Administrasi dan mahasiswa karena prosesnya sudah terkomputerisasi dan untuk mahasiswa disediakan aplikasi mobile sehingga dapat melakukan pengajuan permohonan dimana pun dan kapan pun sesuai jangka waktu yang ditentukan. Dengan demikian akan Mempermudah admin maupun mahasiswa serta dosen yang bersangkutan dalam proses jadwal kuliah dikarena system pada aplikasi sudah di atur sesuai peraturan yang berlaku. Aplikasi ini menggunakan database online sehingga setiap proses penambahan atau pengahapusan data akan berjalan cepat atau realtime dan digunakan pada platform android. Serta Aplikasi akan sangat membantu mahasiswa dalam melakukan pembuatan pengajuan karena sudah diterapkan system filter data yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.
PENERAPAN METODE CPI DALAM PENENTUAN CARA TERBAIK MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR MENGAJAR (STUDI KASUS UPH MEDAN)
Lamtiur Sinambela;
Labuan Nababan;
Jane Elnovreny
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol 6, No 2 (2022): Volume 6, Nomor 2 Juli 2022
Publisher : STMIK KAPUTAMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Proses belajar mengajar yang dilakukan dosen merupakan suatu permasalah yang perlu diperhatikan guna terciptanya kualitas proses belajar mengajar. Dengan adanya Tenaga pengajar yang berkualitas membuat suatu kampus dapat berdiri dengan kokoh, bertumbuh dan berkembang dengan pesat dan menjadi besar. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara semua Pengajar dan pemimpin kampus. Pimpinan kampus menganggap Tenaga pengajar yang bekerja di kampus merupakan roda penggerak yang sangat penting bagi kelangsungan suatu perkuliahan di UPH Medan. Penentuan cara terbaik dilakukan secara periodik dengan tujuan agar dosen selalu memacu semangat dalam dirinya untuk terus meningkatkan atau bahkan tetap mempertahankan dedikasi dan kinerjanya setiap saat. Masalah yang timbul saat ini banyak dosen dalam proses mengajar kurang menguasai materi yang disampaikan sehingga banyak mahasiswa kurang paham dan tidak mengerti akan materi yang diajarkan oleh dosen, yang dilatarbelakangi dengan beberapa hal yaitu dalam penyampaian materi, bahasa yang digunakan, materi yang tidak update dan banyak hal yang membuat pemahaman mahasiswa kurang mengerti dengan cara dosen mengajar. Kondisi tersebut membuat siswa memberikan penilaian kepada dosen yang kurang memuaskan. Untuk mengatasi masalah tersebut pihak kampus melakukan evaluasi kinerja Dosen untuk memperbaiki kekurangan dalam proses pengajaran yang kurang efektif. Dengan menggunakan Metode Composite Performance Index hasil yang didapatkan lebih cepat dan akurat serta mengetahui apa saja statement dosen yang perlu diperbaiki. Dengan menggunakan metode Composite Performance Index setiap dosen mengetahui urutan terendah dan tertinggi terhadap kriteria yang ditentukan sehingga dosen setiap mengajar sudah paham apa yang diharapkan mahasiswa sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan dan pihak manajemen kampus dapat mengevaluasi tenaga pengajar untuk meningkatkan kualitas Dosen dalam proses belajar mengajar yang dapat mempengaruhi kualitas mahasiswa.ABSTRAKProses belajar mengajar yang dilakukan dosen merupakan suatu permasalah yang perlu diperhatikan guna terciptanya kualitas proses belajar mengajar. Dengan adanya Tenaga pengajar yang berkualitas membuat suatu kampus dapat berdiri dengan kokoh, bertumbuh dan berkembang dengan pesat dan menjadi besar. Oleh karena itu diperlukan kerjasama yang baik antara semua Pengajar dan pemimpin kampus. Pimpinan kampus menganggap Tenaga pengajar yang bekerja di kampus merupakan roda penggerak yang sangat penting bagi kelangsungan suatu perkuliahan di UPH Medan. Penentuan cara terbaik dilakukan secara periodik dengan tujuan agar dosen selalu memacu semangat dalam dirinya untuk terus meningkatkan atau bahkan tetap mempertahankan dedikasi dan kinerjanya setiap saat. Masalah yang timbul saat ini banyak dosen dalam proses mengajar kurang menguasai materi yang disampaikan sehingga banyak mahasiswa kurang paham dan tidak mengerti akan materi yang diajarkan oleh dosen, yang dilatarbelakangi dengan beberapa hal yaitu dalam penyampaian materi, bahasa yang digunakan, materi yang tidak update dan banyak hal yang membuat pemahaman mahasiswa kurang mengerti dengan cara dosen mengajar. Kondisi tersebut membuat siswa memberikan penilaian kepada dosen yang kurang memuaskan. Untuk mengatasi masalah tersebut pihak kampus melakukan evaluasi kinerja Dosen untuk memperbaiki kekurangan dalam proses pengajaran yang kurang efektif. Dengan menggunakan Metode Composite Performance Index hasil yang didapatkan lebih cepat dan akurat serta mengetahui apa saja statement dosen yang perlu diperbaiki. Dengan menggunakan metode Composite Performance Index setiap dosen mengetahui urutan terendah dan tertinggi terhadap kriteria yang ditentukan sehingga dosen setiap mengajar sudah paham apa yang diharapkan mahasiswa sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan dan pihak manajemen kampus dapat mengevaluasi tenaga pengajar untuk meningkatkan kualitas Dosen dalam proses belajar mengajar yang dapat mempengaruhi kualitas mahasiswa.
PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PENGENALAN PAHLAWAN NASIONAL BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN METODE COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION
Labuan Nababan;
Lamtiur Sinambela;
Jane Elnovreny
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol 7, No 1 (2023): Volume 7, Nomor 1 Januari 2023
Publisher : STMIK KAPUTAMA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Media pembelajaran merupakan salah satu cara atau alat bantu yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini dilakukan untuk merangsang pola pembelajaran agar dapat menunjang keberhasilan dari proses belajar mengajar sehingga kegiatan belajar mengajar dapat efektif untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Saat ini teknologi informasi sudah berkembang dengan pesat dan sangat mudah untuk mencari informasi tentang apapun. Tetapi informasi tentang sejarah para pahlawan indonesia dan benda bersejarah pada anak anak Khususnya anak TK dan SD masih banyak di dominasi oleh buku, sehingga menyebabkan siswa siswi malas untuk mempelajarinya. Oleh karena itu, aplikasi tentang sejarah dan biografi pahlawan revolusi dan pahlawan nasional Indonesia dan benda bersejarah sebagai sarana pembelajaran sangat diperlukan. Dalam penelitian ini,aplikasi dibangun menggunakan teknologi berbasis mobile Android. Dalam konteks ini, penggunaan AR dengan menggunakan CAI pastinya bisa mempermudah dalam memahami suatu bidang ilmu, contohnya pada bidang pengenalan Pengenalan Pahlawan dan Benda Bersejarah, pada umumnya biasanya hanya dapat melihat dan menggunakan media gambar dua dimensi. Dikarenakan komponen pengenalan pahlawan nasional dan benda bersejarah yang banyak menjadikan masyarakat khususnya anak tingkat sekolah dasar cukup sulit memahaminya, untuk mempermudah anak sekolah dasar, pastinya membutuhkan suatu hal yang bisa merepresentasikan pengenalan pahlawan dan benda bersejarah secara nyata, menarik dan interaktif. Dari fenomena tersebuat penulis merancang dan membuat media pembelajaran pengenalan berbagai jenis pengenalan pahlawan nasional dan benda bersejarah dengan menggunakan fasilitas teknologi AR, karena dapat memberikan informasi yang praktis, mudah dipahami dan menyenyangkan untuk digunakan anak anak sekolah.
Peningkatan Pemahaman Mata Pelajaran Sains Menggunakan PhET Simulation di SMP AL-Farabi
Sinta Siagian;
Rischa Devita;
Lamtiur Sinambela;
Suci Khairan;
Abdullah;
, Ferdinan Rinaldo Tampubolon
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 1 (2023): Februari
Publisher : CERED Indonesia Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53695/jas.v4i1.775
Program pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pendidik dan peserta didik tentang teknologi. Para pendidik diharapkan mampu membangun pembelajaran sains menjadi lebih efektif dan inovatif. Adapun teknologi yang diperkenalkan adalah aplikasi PhET simulasi. Metode yang digunakan demi tercapainya tujuan kegiatan pengabdian ini adalah Observasi peserta pelatihan terkait pengetahuan awal tentang aplikasi tersebut dengan cara memberikan pertanyaan awal tentang simulasi. Kemudian dilaksanakan dengan cara memberikan pemahaman dasar tentang aplikasi PhET Simulasi, lalu dilanjutkan dengan implementasi aplikasi tersebut pada pembelajaran sains dengan cara demonstrasi. Hasil pretest 33 siswa tidak pernah mendengar aplikasi PhET Simulasi dan juga menggunakannya. berkaitan dengan alat peraga, siswa-siswi yang menjadi sampel dalam pelaksanaan pengabdian juga belum pernah menggunakannya. selain itu mengenai pemahaman tentang menentukan luas kubus sebanyak 55% siswa masih menjawab salah, dan 61% menjawab salah tentang proses pencernaan, tetapi dalam materi kemagnetan hanya 18% saja yang menjawab salah. setelah dilaksanakannya sosialisai dan pelatihan serta penyampaian materi dengan menggunakan simulasi PhET dan alat peraga ditemukan terjadi peningkatan, di awal siswa-siswi menjawab tidak pernah mendengar maka berubah menjadi pernah mendengar, dan tentang luas kubus seluruh siswa sudah bisa menjawab soal-soal tersebut sebanyak 45%