Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asbab al-Nuzul dalam Perspektif M.Quraish Shihab serta Relevansinya pada Pendidikan Agama Islam Regina Trismayanti; Ibnu Rozali; Rahma Tazkia; Kisti Wulan Dari; Reva Alvionita; Sadri Zulkiffli; Pingki Hendika Pratama
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/wzf78071

Abstract

Memahami Al-Qur'an tidak cukup hanya melalui pembacaan teks dan terjemahannya. Banyak ayat diturunkan dalam konteks peristiwa tertentu sehingga pemahaman terhadap latar belakang turunnya ayat diperlukan agar pesan yang terkandung di dalamnya dapat ditangkap secara utuh. Dalam kajian Ulumul Qur'an, Asbabun Nuzul menempati posisi penting sebagai salah satu sarana untuk memahami konteks tersebut. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep Asbabun Nuzul menurut perspektif M. Quraish Shihab serta mengkaji relevansinya dalam Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data diperoleh dari karya-karya M. Quraish Shihab, literatur Ulumul Qur'an, artikel ilmiah, dan materi digital berupa konten YouTube yang membahas kekeliruan dalam memahami Al-Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa M. Quraish Shihab memandang Asbabun Nuzul sebagai unsur yang tidak hanya menjelaskan sebab turunnya ayat, tetapi juga membantu memahami konteks, tujuan, dan kandungan pesan Al-Qur'an secara lebih menyeluruh. Pemahaman terhadap konteks ayat berperan dalam mencegah penafsiran yang sempit maupun terlepas dari maksud ayat. Dalam ranah Pendidikan Agama Islam, pandangan ini relevan untuk mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, serta mengaitkan nilai-nilai Al-Qur'an dengan realitas kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Asbabun Nuzul memiliki peran penting tidak hanya dalam disiplin ilmu tafsir, tetapi juga dalam pengembangan pembelajaran PAI yang lebih reflektif, aplikatif, dan bermakna.
Internalisasi Nilai-Nilai Iman dalam Pendidikan Agama Islam: Telaah Al-Qur'an dan Hadis tentang Hakikat dan Tingkatan Keimanan Kisti Wulan Dari; Nur Hidayah Adelia; Ranti Riani Nur Iffah; Zilvi Syalsabillah; Arin Setiani; Nadirah Syafitri; Alihan Satra
NAAFI: JURNAL ILMIAH MAHASISWA Vol. 2 No. 3 (2026): NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) STKIP Majenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62387/naafi.v2i3.450

Abstract

This study aims to analyze the concept of faith from the perspective of the Qur'an and Hadith and its relevance to the internalization of faith values ​​in Islamic Religious Education (PAI). This study is motivated by the importance of strengthening the aspect of faith as the foundation for character formation in students amidst various moral and social challenges. The method used is library research with a descriptive-analytical approach to verses from the Qur'an and Hadith related to the nature, levels, and implementation of faith. The results show that faith encompasses not only inner conviction but also is manifested through words and deeds. The Qur'an and Hadith explain that faith has levels that can increase or decrease according to the quality of one's obedience and good deeds. In the context of PAI, internalization of faith values ​​can be achieved through a learning process that emphasizes the cognitive, affective, and psychomotor aspects in an integrated manner. Thus, a comprehensive understanding of the nature and levels of faith contributes to developing students with Islamic character, noble morals, and spiritual steadfastness in everyday life