Muhammad Japri
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MABNI DAN MU’RAB PADA FI’IL AMR : STUDI ANALISIS KOMPARATIF ANTARA MAZHAB BASRAH DAN KUFAH Muhammad Japri; Ahmad Syamsuri Syam; Abdul Kadir
Riyahuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 5 No. 2 (2026): EDISI 5 NO. 2 (Mei 2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jpba/5223479

Abstract

The debate regarding the grammatical status of fi'il amr (imperative verb), whether it is mabni (invariable) or mu'rab (declinable), is one of the most fundamental disputes in the history of Arabic syntax (ilm al-nahw). This study aims to deeply describe the nature of fi'il amr, the concepts of mu'rab and mabni, and to map the methodological arguments between the Basrah school, the Kufah school, and other syntactic schools. Employing a descriptive-comparative qualitative method through library research, this study analytically examines Ibn al-Anbari's Al-Inshaf fi Masa'il al-Khilaf alongside relevant grammatical literature. The results indicate that the Basrah school unanimously rules fi'il amr as absolutely mabni, based on the original grammatical ruling of verbs and the behavior of asma' al-af'al. Conversely, the Kufah school stands as the sole major school asserting that it is mu'rab majzum, arguing that fi'il amr is derived from fi'il mudhari' inflected by a hidden lam al-amr, while drawing an analogy (qiyas) to fi'il nahi. Furthermore, later schools namely Baghdad, Andalusia, and Egypt consistently align with the Basrah school's stance that fi'il amr is mabni, each utilizing distinct analytical frameworks. The Basrah school's view is considered weightier (rajih) due to its methodological consistency and endorsement by the majority of Arab grammarians.
Eksplorasi Asal-Usul Bahasa Arab: Kajian Teori Klasik dan Perkembangan Historisnya Muhammad Japri; Fikriyah Mahyaddin; Rahmat. R
AL MUALLAQAT Vol. 5 No. 2 (2026): Dinamika Kajian Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Bahasa dan Sastra Arab STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jurnalbsa.v5i2.2288

Abstract

Artikel ini mengkaji secara mendalam asal-usul bahasa Arab melalui pendekatan interdisipliner yang menghubungkan teori-teori linguistik klasik dengan bukti-bukti perkembangan historisnya dari masa ke masa. Sebagai bagian penting dari rumpun bahasa Semit, bahasa Arab menempati posisi yang sangat istimewa karena dipandang sebagai bahasa yang paling konsisten dalam mempertahankan ciri-ciri asli Proto-Semit dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain dalam rumpun yang sama. Dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-kualitatif, penelitian ini menguraikan lima pilar teori klasik yang berkembang dalam khazanah intelektual Islam, yaitu teori Tauqifiyyah (wahyu), Sam'iyyah (pendengaran), Isytiqaq (derivasi), Ijtihad (konvensi sosial), dan Isyarat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima teori tersebut tidak saling bertentangan, melainkan merupakan perspektif yang saling melengkapi dalam menjelaskan fenomena bahasa Arab secara multidimensional.Selanjutnya, artikel ini menelusuri dinamika perjalanan historis perkembangan bahasa Arab, mulai dari era prasasti-prasasti kuno, masa syair Jahiliyah, fase penyucian bahasa setelah turunnya Al-Qur'an, hingga puncak perkembangan intelektual keilmuan pada masa Dinasti Abbasiyah. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya memahami akar sejarah bahasa untuk menghargai vitalitas dan elastisitas bahasa Arab dalam menghadapi tantangan modernisasi tanpa kehilangan keaslian struktur dan karakteristiknya.