Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh ESG terhadap Financial Performance dan Firm Value: Tinjauan Literatur Kritis Itsna Muflikhah; Nurul Magfirah Surianto; Ahmad Syafar
Bata Ilyas Journal of Accounting Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/bijac.v7i1.12005

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konflik temuan mengenai pengaruh ESG disclosure terhadap financial performance dan firm value berdasarkan literatur terdahulu. Penelitian menggunakan metode literature review kritis non-SLR terhadap 17 artikel jurnal yang membahas ESG disclosure, ESG performance, ESG ratings, dan ESG action dalam kaitannya dengan kinerja perusahaan. Analisis dilakukan melalui sintesis naratif-kritis dengan mengelompokkan temuan ke dalam tiga fokus: hubungan ESG dengan financial performance, hubungan ESG dengan firm value, serta faktor yang menjelaskan perbedaan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar artikel menemukan hubungan positif antara ESG dan financial performance, terutama pada indikator ROA, ROE, EBIT, ROC, dan profitabilitas. ESG juga dikaitkan dengan firm value melalui Tobin’s Q, market value, stock price, portfolio return, dan market performance. Akan tetapi, sebagian studi menemukan hasil lemah, negatif, tidak signifikan, atau non-linear karena perbedaan ukuran kinerja, konstruk ESG, pilar ESG, karakteristik industri, kualitas rating, respons pasar, serta beban biaya kepatuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ESG disclosure berpotensi meningkatkan financial performance dan firm value ketika informasi yang diungkapkan kredibel, konsisten, dan didukung tindakan ESG aktual.
ANALISIS PENERAPAN AKAD IJARAH PADA PRODUK GADAI EMAS: STUDI KASUS BANK SYARIAH INDONESIA KCP MAKASSAR PANAKKUKANG Itsna Muflikhah; Andi Nurul Azisah
Jurnal Aplikasi Perpajakan Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Aplikasi Perpajakan
Publisher : Jurnal Aplikasi Perpajakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jap.v7i1.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan akad ijarah pada produk Gadai Emas di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Makassar Panakkukang, mencakup mekanisme operasional, pencatatan akuntansi berdasarkan PSAK 107, dan kepatuhan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui wawancara semi terstruktur terhadap satu narasumber dari Divisi BSI Gadai Emas dan Konter Layanan pada tanggal 18 April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI mengombinasikan akad ijarah, qardh, dan rahn secara simultan dalam skema al-'uqud al-murakkabah. Biaya penitipan (mu'nah) ditetapkan dengan tarif berjenjang berdasarkan nilai taksiran emas. Pendapatan ijarah diakui sebagai fee based income secara akrual sesuai PSAK 107, dengan emas nasabah tidak dicatat sebagai aset bank. BSI tidak mengenakan denda keterlambatan; wanprestasi diselesaikan melalui lelang emas dengan selisih kelebihan dikembalikan ke nasabah. Kepatuhan syariah dijaga melalui qabd fisik sebelum akad, asuransi takaful (Gold In Safe dan Gold In Transit), dan penyaluran denda ke BAZNAS pada produk lain. Penelitian ini memiliki keterbatasan narasumber tunggal pada satu cabang, sehingga generalisasi perlu dilakukan dengan kehati-hatian.
Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi Nonkaryawan dalam Perspektif Theory of Planned Behavior dan Social Identity Theory: National Pride sebagai Moderator antara Niat dan Kepatuhan Pajak Andi Nurul Azisah; Itsna Muflikhah
Jurnal Aplikasi Perpajakan Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Aplikasi Perpajakan
Publisher : Jurnal Aplikasi Perpajakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jap.v7i1.547

Abstract

Penelitian ini menguji kepatuhan pajak Wajib Pajak Orang Pribadi nonkaryawan dengan mengintegrasikan Theory of Planned Behavior dan Social Identity Theory. Penelitian ini menempatkan national pride sebagai faktor yang dapat memengaruhi kepatuhan pajak secara langsung sekaligus memperkuat hubungan antara niat kepatuhan dan kepatuhan pajak. Data diperoleh dari 250 responden Wajib Pajak Orang Pribadi nonkaryawan yang memenuhi kriteria penelitian dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling berbasis komposit. Hasil evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria reliabilitas, validitas konvergen, dan validitas diskriminan. Pada model struktural, attitude, subjective norm, dan perceived behavioral control berpengaruh positif terhadap niat kepatuhan. Selanjutnya, perceived behavioral control, niat kepatuhan, dan national pride berpengaruh positif terhadap kepatuhan pajak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa national pride memperkuat hubungan antara niat kepatuhan dan kepatuhan pajak, meskipun pengaruhnya relatif kecil. Temuan ini mengindikasikan bahwa national pride berperan sebagai faktor pendukung yang membantu mendorong niat patuh menjadi perilaku kepatuhan. Dengan demikian, kepatuhan pajak Wajib Pajak Orang Pribadi nonkaryawan tidak hanya berkaitan dengan sikap, norma sosial, dan kemampuan administratif, tetapi juga dengan identitas kebangsaan yang memberi makna sosial pada kewajiban membayar dan melaporkan pajak.
Implementation of Islamic Social Reporting (ISR) From the Perspective of Shariah Enterprise Theory: A Comparative Study on Bank BSI and Bank Muamalat Syafar Ahmad; Ricky Setiawan; Itsna Muflikhah; Yustika Jauhari
Journal of Management and Islamic Finance Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Management and Islamic Finance
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jmif.v6i1.13149

Abstract

This study aimed to analyzes and compares the level of Islamic Social Reporting (ISR) disclosure between two major Islamic banks in Indonesia—Bank Syariah Indonesia (BSI) and Bank Muamalat Indonesia (BMI)—from 2021 to 2024. The comparison is framed within the Shariah Enterprise Theory (SET) to evaluate the implementation of sharia-based governance and maqāṣid al-syarī'ah values in their social reporting practices. Using a descriptive-comparative approach, ISR disclosure is measured across six dimensions comprising 23 items, based on content analysis of annual and sustainability reports. BSI consistently achieved 100% ISR disclosure throughout the period, while BMI improved from 91.3% in 2021 to 95.6% from 2022 to 2024. The main gaps for BMI were in environmental disclosure and structured sharia compliance reporting. The study reveals that: (1) ISR disclosure levels reflect the maturity of sharia governance structures, with BSI’s post-merger integration enabling full compliance; (2) Environmental and independent sharia audit aspects remain the weakest dimensions of ISR in Indonesian Islamic banking; (3) High ISR disclosure correlates with institutional credibility, yet completeness does not necessarily guarantee substantive accountability. Implication: High ISR disclosure reflects stronger sharia governance and transparency. However, beyond completeness, the quality and substance of disclosures—particularly in environmental accountability and independent sharia auditing—require emphasis. Regulators should refine ISR frameworks to distinguish genuine sharia accountability from mere administrative compliance, promoting substantive transparency in Islamic banking.