Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KESETARAAN GENDER DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA: ANALISIS NORMATIF DAN EMPIRIS BERDASARKAN PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN HADIS Kholilur Rahman; Fitri Ayu Ikhda Amalia; Laylli Nur Wakhidah; Sahlan Hoeri
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2414

Abstract

Gender equality is an important aspect of human resource development (HRD). This study aims to analyze the concept of gender equality based on the perspectives of the Qur'an and Hadith and its relation to human resource development. The method used in this study is qualitative research with a library research approach through the analysis of the Qur'an, Hadith, books, and scientific journals. The results show that Islam places men and women in equal positions in obtaining rights, opportunities, and recognition based on piety and good deeds. However, in social reality, various forms of gender inequality still exist, such as workplace discrimination and unequal opportunities in the professional field. Therefore, the integration of Islamic values with modern human resource development practices is needed to create a system that is fair, professional, and oriented toward collective welfare. Keywords: Gender Equality, Human Resources, Qur'an, Hadith. ABSTRAK Kesetaraan gender merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kesetaraan gender berdasarkan perspektif Al-Qur'an dan hadis serta kaitannya dengan pengembangan SDM. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap Al-Qur'an, hadis, buku, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menempatkan laki-laki dan perempuan pada kedudukan yang setara dalam memperoleh hak, kesempatan, dan penghargaan berdasarkan ketakwaan dan amal perbuatan. Namun, dalam realitas sosial masih ditemukan berbagai bentuk ketimpangan gender, seperti diskriminasi kerja dan perbedaan kesempatan dalam dunia profesional. Oleh karena itu, diperlukan integrasi nilai-nilai Islam dengan praktik pengembangan SDM modern agar tercipta sistem yang adil, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Kata kunci: Kesetaraan Gender, Sumber Daya Manusia, Al-Qur'an, hadis.
Analisis Keunggulan dan Hambatan Implementasi Akad Al-Qardh dalam Lembaga Keuangan Syariah di Indonesia Maylaffayzza Rahma Asyiffa; Shandika Yuma Ramadhani; Muhammad Zulfikar Abdul Aziz; Kholilur Rahman
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Mei 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9796

Abstract

Al-qardh is a fundamental instrument in Islamic economics grounded in the principle of ta’awun (mutual assistance) and free from riba. This study aims to analyze the concept of Al-qardh based on the normative foundations of the Qur’an and Hadith, as well as its relevance in the modern context. Using a library research method with a content analysis approach to relevant literature, the study finds that Al-qardh is not merely a financial transaction but also a manifestation of moral responsibility and social solidarity. However, a gap exists between its normative ideals and contemporary implementation, particularly in the form of administrative costs and operational constraints. The findings indicate that Al-qardh is based on principles of justice, transparency, and accountability as reflected in Surah Al-Baqarah: 282 and Surah Al-Hadid: 11. Therefore, strengthening institutional frameworks and integrating social Islamic funds are necessary to maintain the social essence of Al-qardh in modern financial systems.
Produksi dalam Al-Quran dan Hadis: Konstruksi Konsep Etika Produksi dan Tinjauan Filosofis Naeli Zakiyah Agustina; Alvina Dinda Marshellina; Baros Galang Jiwa; Kholilur Rahman
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Mei 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i3.9996

Abstract

Production in Islamic economics is not merely understood as an economic activity to create added value, but also as a process that integrates ethical, social, and spiritual dimensions. However, in modern economic practices, production is often oriented toward material profit, neglecting the moral values that should serve as its fundamental basis. This study aims to examine the concept of production from the perspectives of the Qur’an and Hadith using a philosophical approach and to relate it to historical practices in Islamic civilization. The research employs a qualitative method with a library research approach by analyzing relevant literature sources, including classical Islamic texts and contemporary scholarly works. The findings indicate that production in Islam is grounded in the principles of tawhid, justice, responsibility, and professionalism, which are integrated within the framework of maqashid al-shariah. Furthermore, production is viewed as an act of worship aimed at achieving comprehensive welfare (falah), rather than merely generating economic profit. This study also reveals that the Islamic concept of production has a strong philosophical foundation encompassing ontological, epistemological, and axiological dimensions, and has been historically implemented during the era of Caliph Umar ibn Khattab and the Abbasid dynasty. The implications of this study suggest that integrating Islamic ethical values into modern production systems can contribute to developing a more just, sustainable, and socially beneficial economic system.
Larangan Riba Dalam Al Qur`an Dan Hadis: Studi Kasus Praktik Pinjaman Online Di Indonesia Feri Afriyanto; Roykhul Akbar Abdul Rozak; Hanifah Nur Amsiah; Kholilur Rahman
JURNAL ILMIAH EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. 3 No. 4 (2026): JULI
Publisher : CV. KAMPUSA AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jemba.v3i4.2694

Abstract

Perkembangan teknologi keuangan (financial technology/fintech) di Indonesia telah mendorong peningkatan penggunaan layanan pinjaman online (pinjol) karena menawarkan kemudahan, kecepatan, dan fleksibilitas dalam memperoleh pembiayaan. Namun, di balik kemudahan tersebut, praktik pinjaman online, terutama yang bersifat ilegal, menimbulkan berbagai permasalahan seperti tingginya bunga, denda berlipat, kurangnya transparansi biaya, hingga penyalahgunaan data pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pinjaman online di Indonesia berdasarkan perspektif larangan riba dalam Al-Qur'an dan hadis serta mengidentifikasi solusi yang sesuai dengan prinsip ekonomi Islam. Penelitian menggunakan metode literature review atau studi kepustakaan dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari jurnal ilmiah, buku, artikel akademik, fatwa DSN-MUI, serta sumber-sumber normatif berupa Al-Qur'an dan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar praktik pinjaman online konvensional mengandung unsur riba nasi'ah karena adanya tambahan berupa bunga dan denda yang disyaratkan atas pokok utang. Selain itu, praktik pinjaman online, khususnya yang ilegal, juga berpotensi mengandung unsur gharar akibat kurangnya transparansi mengenai biaya, ketentuan, dan mekanisme penagihan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan dampak ekonomi dan sosial, seperti jeratan utang, fenomena gali lubang tutup lubang, gangguan psikologis, serta eksploitasi terhadap peminjam. Oleh karena itu, pengembangan fintech syariah dan peningkatan literasi keuangan syariah menjadi solusi strategis untuk mewujudkan sistem pembiayaan digital yang adil, aman, dan sesuai dengan prinsip syariah.