Kesehatan mental remaja menjadi isu penting dalam dunia pendidikan karena berkaitan erat dengan perkembangan akademik, sosial, emosional, dan perilaku peserta didik di sekolah. Remaja sekolah menengah rentan mengalami berbagai permasalahan psikologis seperti stres akademik, kecemasan, tekanan sosial, konflik keluarga, hingga rendahnya kontrol emosi yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan proses belajar mereka. Dalam kondisi tersebut, guru bimbingan dan konseling (BK) memiliki peran strategis dalam melakukan upaya promosi dan preventif kesehatan mental di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis guru BK dalam promosi dan preventif kesehatan mental remaja di sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan layanan bimbingan dan konseling serta kesehatan mental remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK berperan penting dalam memberikan layanan informasi kesehatan mental, konseling individual, bimbingan kelompok, penguatan keterampilan coping, pengembangan lingkungan sekolah suportif, serta deteksi dini gangguan psikologis pada remaja. Guru BK juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya kesehatan mental serta membantu mencegah munculnya perilaku menyimpang dan gangguan emosional di lingkungan sekolah. Namun demikian, implementasi layanan preventif kesehatan mental masih menghadapi berbagai hambatan seperti keterbatasan jumlah guru BK, rendahnya literasi kesehatan mental di sekolah, stigma terhadap layanan konseling, serta kurangnya dukungan fasilitas dan kebijakan sekolah.