Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Literatur: Pemanfaatan Senyawa Fitokimia Tumbuhan sebagai Imunomodulator melalui Penargetan Jalur TNF-α, IL-6, dan NF-κB : - Zahwa Ramadani -; Nidaul Ulfa; Salmina Ulfa; Firdus Firdus; Rosnizar Rosnizar
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 4 (2026): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i4.2539

Abstract

Sistem imun berperan penting dalam mempertahankan homeostasis tubuh melalui regulasi respons terhadap patogen dan kerusakan jaringan. Namun, aktivasi sistem imun yang berlebihan dapat memicu inflamasi kronis yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit, seperti artritis reumatoid, diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, penyakit neurodegeneratif, dan kanker. Pada proses tersebut, Tumor Necrosis Factor-alpha (TNF-α), Interleukin-6 (IL-6), dan Nuclear Factor-kappa B (NF-κB) merupakan mediator utama yang berperan dalam regulasi respons inflamasi sehingga menjadi target potensial dalam pengembangan agen imunomodulator. Senyawa fitokimia tumbuhan diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi dan imunomodulator melalui kemampuan memodulasi berbagai jalur pensinyalan inflamasi. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengulas potensi senyawa fitokimia tumbuhan sebagai imunomodulator melalui penargetan jalur TNF-α, IL-6, dan NF-κB berdasarkan hasil penelitian in silico menggunakan pendekatan molecular docking. Metode yang digunakan berupa literature review dengan mengumpulkan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2020-2026 dari berbagai basis data, meliputi PubMed, Scopus, ScienceDirect, MDPI, dan Google Scholar. Artikel yang dipilih membahas aktivitas imunomodulator senyawa fitokimia terhadap TNF-α, IL-6, atau NF-κB serta memuat data molecular docking. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai kelompok fitokimia, seperti flavonoid, alkaloid, terpenoid, senyawa fenolik, dan saponin, memiliki afinitas ikatan yang baik terhadap protein target serta berpotensi menghambat jalur inflamasi melalui berbagai mekanisme molekuler. Selain itu, pendekatan molecular docking terbukti efektif dalam mengidentifikasi kandidat senyawa imunomodulator berbasis bahan alam sebelum dilakukan pengujian eksperimental. Oleh karena itu, senyawa fitokimia tumbuhan berpotensi dikembangkan sebagai agen imunomodulator multitarget yang menargetkan TNF-α, IL-6, dan NF-κB untuk mendukung pengembangan terapi penyakit inflamasi di masa mendatang.