Erna Mayasari
Universitas Hasanuddin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Petani Garam Ampekale melalui Sosialisasi Pembuatan Garam dengan Metode Green House Salt Tunnel Andi Muhammad Anshar; Maming Maming; Isnawati Osman; Erna Mayasari
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 12, No 1: 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v12i1.32876

Abstract

Desa Ampekale di kabupaten Maros merupakan salah satu desa di Kabupaten Maros yang memiliki banyak tambak air asin serta garis pantai yang panjang tetapi belum bisa dimanfaatkan secara optimal untuk memproduksi garam Saat kemarau. Garam yang dihasilkan di desa Ampekale belum sesuai dengan standart nasional untuk garam konsumsi sehingga harga jualnya belum bisa diandalkan sebagai mata pencaharian. Agar kualitas garam semakin baik dan produktivitas petambak garam semakin meningkat maka diperlukan adanya penguatan kapasitas petani garam di Desa Ampekale yang dilakukan melalui sosialisasi dengan menggunakan metode ceramah, pemutaran film dan diskusi. seputar penggunaan pembuatan garam secara modern yang salah satunya dilakukan dengan menggunakan Greenhouse Salt Tunnel (GST) sebagai sebuah sistem modern dalam memproduksi garam. Pegetahuan petani garam tentang cara memproduksi garam secara modern setelah dilakukan sosialisasi meningkat sekitar 52% dari sekitar kisaran 25% menjadi 77%.
Pemanfaatan Limbah Kepiting Menjadi Produk yang Bernilai Jual Guna Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pesisir di Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa Rinduwati Rinduwati; Erna Mayasari; Andi Muhammad Anshar; Hardianti Hardianti
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 12, No 1: 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v12i1.32859

Abstract

Desa Ampekale merupakan salah satu daerah di Kabupaten Maros yang banyak terdapat kelompok pengelola kepiting rajungan. Di daerah ini banyak masyarakat yang mengelola kepiting, utamanya kepiting rajungan. Peningkatan produksi daging kepiting dari kegiatan pengelolaan kepiting rajungan berpotensi menyebabkan penumpukan limbah cangkang kepiting.  Adanya penumpukan ini dapat menjadi masalah serius terhadap lingkungan. Cangkang kepiting yang menumpuk dan tidak dikelola dengan baik di sekitar rumah warga dapat menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Agar permasalahan terkait limbah cangkang kepiting dapat diatasi maka diperlukan pengelolaan limbah cangkang kepiting yang ada disekitar rumah warga. Salah satu bentuk pengelolaannya adalah dengan mengolah cangkang kepiting menjadi pakan ternak. Untuk memperoleh pakan ternak yang baik dari limbah cangkang kepiting maka diperlukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pakan serta penguatan manajemen pada kelompok pengelola cangkang. Dari kegiatan pengelolaan cangkang kepiting ini maka dihasilkan sebanyak 100 kg tepung cangkang kepiting, 50 kg pakan ikan dan 50 kg pakan ayam serta 1 buah buku untuk membukukan keuangan pada pengelolaan cangkang kepiting.Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegitan ini sehingga diperlukan kegiatan lanjutan tahun depan untuk kegiatan ini.