Ulfah Rimayanti
Program Studi Pendidikan Dokter, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KETAJAMAN PENGLIHATAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI UNGGULAN PACCINONGAN: THE RELATIONSHIP BETWEEN VISUAL ACUITY AND ACADEMIC ACHIEVEMENT IN ELEMENTARY SCHOOL AT SD NEGERI UNGGULAN PACCINONGAN Nurfitriyani A W Hasan; Ulfah Rimayanti; Andi Sitti Rahma; Abd. Rahman; Darussalam Syamsuddin
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.887

Abstract

Mata merupakan salah satu pancaindra yang berperan penting dalam proses pembelajaran. Gangguan ketajaman penglihatan dapat memengaruhi prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketajaman penglihatan dengan prestasi belajar pada siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional melibatkan 188 siswa kelas 4 hingga 6 di SD Negeri Unggulan Paccinongan, Kabupaten Gowa. Ketajaman penglihatan diukur menggunakan snellen chart, sedangkan prestasi belajar dilihat dari rata-rata nilai rapor semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dengan ketajaman penglihatan normal memiliki nilai diatas kriteria ketuntasan minimal (KKM), sementara siswa dengan visus menurun cenderung memiliki nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara ketajaman penglihatan dan prestasi belajar (p=0,001), dengan rasio prevalensi sebesar 27,6. Dapat disimpulkan bahwa penurunan ketajaman penglihatan berhubungan dengan rendahnya prestasi belajar siswa. Pemeriksaan mata rutin di sekolah dasar penting dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah dampak negatif terhadap proses belajar anak.
SCREEN TIME, ATTENTION SPAN, DAN WORKING MEMORY PADA PESERTA DIDIK MAN IC GOWA TAHUN AJARAN 2025/2026: SCREEN TIME, ATTENTION SPAN, AND WORKING MEMORY IN MAN IC GOWA STUDENTS 2025/2026 Khayla Nurmala Hamka; Rosdianah Rahim; Arlina Wiyata Gama; Ulfah Rimayanti; Muh. Shabir Umar
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1163

Abstract

Working memory dan attention span merupakan fondasi penting dalam proses pembelajaran, namun keduanya rentan terhadap dampak penggunaan teknologi digital yang berlebihan. Peningkatan screen time pada remaja menimbulkan kekhawatiran terhadap kapasitas kognitif yang menopang keberhasilan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara screen time, attention span, dan working memory pada peserta didik MAN Insan Cendekia Gowa tahun ajaran 2025/2026. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel sebanyak 118 siswa kelas X dan XI. Screen time diukur menggunakan Questionnaire for Screen Time of Adolescents (QueST), attention span dengan Deary-Liewald Reaction Time Task, dan working memory dengan Digit Span Test (DST). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara screen time dengan attention span (p = 0,091) maupun working memory (p = 0,925). Namun, ditemukan hubungan signifikan antara attention span dengan working memory (p = 0,039), yang menunjukkan bahwa siswa dengan attention span baik cenderung memiliki kapasitas working memory yang lebih. Kesimpulannya, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara screen time dan fungsi kognitif, tetapi attention span berperan penting dalam mendukung kapasitas working memory. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi pendidikan yang berfokus pada pelatihan konsentrasi dan strategi peningkatan fokus, bukan hanya sekedar pembatasan penggunaan perangkat digital.