Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI WEBSITE MONITORING LOG JARINGAN UNTUK IDENTIFIKASI SERANGAN DDOS Alvin Hafiz; Dedy Kiswanto; Rangga Wahyu Pratama; Peter Tymothy Hutabarat
Jurnal Manajemen Informatika dan Sistem Informasi Vol. 9 No. 2 (2026): MISI Juni 2026
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/misi.v9i2.1815

Abstract

Serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS) merupakan ancaman serius terhadap ketersediaan layanan berbasis web, terutama di lingkungan institusi akademik yang bergantung pada infrastruktur daring. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan sistem monitoring log jaringan berbasis website untuk mendeteksi dan merespons serangan DDoS secara real-time guna meningkatkan keamanan jaringan. Metode penelitian melibatkan analisis log akses Apache pada server Ubuntu 24.04 untuk mengidentifikasi alamat IP mencurigakan yang melebihi ambang batas permintaan per menit. Ketika terdeteksi, sistem secara otomatis memblokir IP tersebut melalui iptables selama 10 menit dan mengirim notifikasi email kepada administrator. Antarmuka pengguna dikembangkan menggunakan Flask, Chart.js, dan Tailwind CSS untuk visualisasi data interaktif. Pengujian dilakukan dengan Apache Bench dari mesin Kali Linux untuk mensimulasikan serangan DDoS. Hasil penelitian menunjukkan sistem mampu mendeteksi semua serangan simulasi secara akurat dengan tingkat akurasi 100%, dimana seluruh 161 entri log diklasifikasikan sebagai serangan sesuai label aktual tanpa kesalahan prediksi. Grafik beban server menunjukkan lonjakan permintaan hingga lebih dari 5.000 request per menit, jauh melebihi ambang batas 5 request per menit yang ditetapkan. Sistem berhasil memperbarui dashboard dalam hitungan detik, memblokir IP penyerang, serta mengirim notifikasi email tepat waktu. Solusi ini meningkatkan kemampuan deteksi dini dan mengurangi beban pemantauan manual secara signifikan. Meskipun demikian, sistem masih menggunakan threshold statis dan belum mendukung lalu lintas terenkripsi HTTPS. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa alat monitoring terpadu yang praktis dan terjangkau bagi organisasi skala kecil-menengah dalam mitigasi serangan jaringan.
Pengembangan Website Analisis Keterbacaan dan Penyederhanaan Bahasa pada Teks Pendidikan Berbahasa Indonesia Yusrida Jelianti Sihite; Alvin Hafiz; M. Rois Lukman Damanik; Khairul Fahmi Sagala; Anggia Puteri
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2026): EduTIK : Juni 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67142/edutik.v6i3.396

Abstract

ABSTRAK  Kemajuan teknologi informasi mendorong transformasi dunia pendidikan melalui penyediaan bahan ajar digital, namun banyak teks pendidikan berbahasa Indonesia masih menggunakan struktur kalimat panjang dan istilah kompleks yang menyulitkan pemahaman peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan website EduText Analyzer untuk menganalisis tingkat keterbacaan dan menyederhanakan bahasa pada teks pendidikan secara otomatis. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan rekayasa perangkat lunak berbasis model Agile. Sistem diimplementasikan menggunakan arsitektur web modern dengan frontend React.js/Next.js, backend terintegrasi API Large Language Model (LLM) untuk pemrosesan bahasa alami, serta modul OCR untuk ekstraksi teks dari dokumen dan gambar. Fitur utama meliputi input teks manual dan unggah file, analisis otomatis tingkat keterbacaan (Mudah, Sedang, Sulit) dengan identifikasi kata kompleks beserta penjelasan ganda, serta modul penyederhanaan kalimat akademik. Pengujian sistem dilakukan melalui unit testing, integration testing, system testing, dan user acceptance testing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa website berhasil berjalan stabil dengan waktu respons rata-rata 3–5 detik untuk teks sepanjang 413 kata, memiliki antarmuka responsif, dan mampu menghasilkan analisis keterbacaan yang akurat serta penyederhanaan teks yang mempertahankan makna asli. Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi teknologi NLP berbasis LLM efektif dalam meningkatkan aksesibilitas konten pendidikan. Keterbatasan sistem meliputi ketergantungan pada koneksi internet dan akurasi OCR pada gambar berkualitas rendah, sehingga pengembangan selanjutnya disarankan mencakup optimasi model offline dan integrasi dengan sistem manajemen pembelajaran. ABSTRACT  Advances in information technology have driven educational transformation through digital learning materials; however, many Indonesian educational texts still employ complex sentence structures and academic vocabulary that hinder student comprehension. This study aims to develop the EduText Analyzer website to automatically assess readability and simplify language in Indonesian educational texts. The research employs a Research and Development (R&D) method using a software engineering approach based on the Agile model. The system is implemented using a modern web architecture with a React.js/Next.js frontend, a backend integrated with a Large Language Model (LLM) API for natural language processing, and an OCR module for text extraction from documents and images. Key features include manual text input and file upload, automatic readability analysis (Easy, Medium, Hard) with complex word identification and dual explanations, and an academic sentence simplification module. System testing was conducted through unit, integration, system, and user acceptance testing. Results indicate that the website operates stably with an average response time of 3–5 seconds for 413-word texts, features a responsive interface, and accurately generates readability assessments and text simplifications that preserve original meaning. This research demonstrates that integrating LLM-based NLP technology effectively enhances educational content accessibility. System limitations include internet dependency and OCR accuracy on low-quality images, suggesting future development should focus on offline model optimization and learning management system integration.