Henny Fauziah
Program Studi Pendidikan Dokter, UIN Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENYULUHAN KESEHATAN SADARI DENGAN PENGETAHUAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA: THE RELATIONSHIP BETWEEN BREAST SELF-EXAMINATION (BSE) HEALTH EDUCATION AND KNOWLEDGE OF EARLY BREAST CANCER DETECTION Mardiah; Abd Rahman; Henny Fauziah; Rahadi Arie Hartoko; Darussalam Syamsuddin
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.1074

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan, sementara tingkat pengetahuan mengenai deteksi dini masih tergolong rendah, terutama di Indonesia. Pengetahuan tentang deteksi dini kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) berperan penting dalam upaya pencegahan dan penemuan kasus secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan tentang SADARI terhadap peningkatan pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan one group pretest–posttest yang melibatkan 83 mahasiswi kedokteran. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan responden setelah diberikan penyuluhan kesehatan tentang SADARI. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan tentang SADARI berperan dalam meningkatkan pengetahuan deteksi dini kanker payudara.
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DAN ASFIKSIA DENGAN KEJADIAN HIPERBILIRUBINEMIA PADA NEONATUS DI RSIA ANANDA MAKASSAR TAHUN 2022: THE RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND ASPHYXIA WITH THE INCIDENCE OF HIPERBILIRUBINEMIA AT RSIA ANANDA MAKASSAR IN 2022 Astrid Putri Shafira; Purnamaniswaty Yunus; Arlina Wiyata Gama; Henny Fauziah; Abdul Rahim Yunus
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1124

Abstract

Hiperbilirubinemia pada neonatus merupakan kondisi yang sering terjadi pada minggu pertama kehidupan. Sebagian besar bersifat fisiologis, namun dapat berkembang menjadi patologis dan menimbulkan komplikasi serius seperti kernikterus apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dan asfiksia dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda Makassar Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 373 neonatus yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan data rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 207 neonatus berjenis kelamin laki-laki dan 166 neonatus berjenis kelamin perempuan. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian hiperbilirubinemia (p-value = 0,003). Sementara itu, terdapat 4 neonatus yang mengalami asfiksia dan 369 neonatus yang tidak mengalami asfiksia, dengan hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asfiksia dengan kejadian hiperbilirubinemia (p = 0,129). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus, sedangkan asfiksia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian hiperbilirubinemia.