Yane Hardianti Mahmud
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENERAPAN MEDIA FLASH CARD TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SDN 5 LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO Mustaqim Bukoting; Abdul Hamid Isa; Yane Hardianti Mahmud; Andi Nur Syarif Hidayatullah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan media flash card terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas II SDN 5 Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas siswa kelas II A sebanyak 21 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas II B sebanyak 22 siswa sebagai kelas kontrol, sehingga jumlah sampel keseluruhan adalah 43 siswa. Instrumen penelitian berupa tes membaca lisan yang diberikan pada tahap pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, skor peningkatan (gain score), uji regresi linear sederhana, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 17,14 dan kelas kontrol sebesar 17,36, sehingga kemampuan awal kedua kelompok relatif seimbang. Setelah penerapan media flash card, rata-rata posttest kelas eksperimen meningkat menjadi 27,81, sedangkan kelas kontrol sebesar 20,64. Rata-rata skor peningkatan kelas eksperimen sebesar 10,67, lebih tinggi daripada kelas kontrol sebesar 3,27. Hasil uji regresi menunjukkan nilai signifikansi 0,020 < 0,05, sedangkan hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,01 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan media flash card berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan siswa. Dengan demikian, media flash card dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang efektif untuk membantu siswa mengenal huruf, membaca suku kata, dan membaca kata sederhana secara lebih aktif, visual, dan menyenangkan.
Strategi Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar di SDN 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Neliku Wenda; Yane Hardianti Mahmud; Yusraningsih H. Pongoliu
Student Journal of Elementary Education Vol 5 No 1 (2026): Volume 5 Nomor 1 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjee.v5i1.4933

Abstract

Kesulitan belajar siswa sekolah dasar perlu ditangani melalui strategi pembelajaran yang tepat, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesulitan belajar siswa serta strategi guru dalam mengatasinya selama proses pembelajaran di SDN 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru kelas II, III, dan IV, siswa, serta orang tua. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa tampak pada aspek akademik, perilaku, emosional, sosial, dan fisik. Kesulitan akademik ditandai dengan rendahnya hasil belajar, terutama pada kemampuan membaca, menulis, memahami materi, dan berhitung. Strategi guru meliputi identifikasi kesulitan belajar melalui pengamatan kelas, pengulangan penjelasan, pemberian latihan atau drill, penggunaan contoh sederhana, bimbingan individual, motivasi belajar, pembiasaan kerja kelompok, serta komunikasi dengan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi metode drill, bimbingan individual, dan kolaborasi sekolah-keluarga dapat membantu siswa belajar secara bertahap sesuai kemampuan dan mengurangi hambatan belajar di kelas.