Daniel W. Fointuna
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGGUNAAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN KUIS WORDWALL DALAM PEMBELAJARAN TENTANG BUMI DAN PERISTIWA ALAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS V SD SWASTA ANGKASA KUPANG Merlin Yunita Riwu; Maxsel Koro; Daniel W. Fointuna
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4866

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penggunaan model problem based learning berbantuan kuis wordwall pada materi bumi dan peristiwa alam di kelas V SD Swasta Angkasa Kupang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I ketuntasan belajar siswa mencapai 63,33% (19 siswa) dan belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal 80%. Hal ini disebabkan karena siswa belum terbiasa dengan model problem based learning berbantuan kuis wordwall, kurang memperhatikan penjelasan guru, kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran, serta belum mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara optimal. Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan menjadi 86,67% (26 siswa), yang ditandai dengan meningkatnya keaktifan, kerja sama serta kemampuan berpikir kritis. dapat disimpulkan bahwa penggunaan model problem based learning berbantuan kuis wordwall efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, komunikatif, dan bermakna.
ANALISIS PENERAPAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DAN DAMPAKNYA TERHADAP MINAT BACA SISWA KELAS IV DI UPTD SD INPRES LASIANA Orifemi Sabuna; Taty R. Koroh; Daniel W. Fointuna
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 4 (2026): Vol. 6 No. 4 September - November 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i4.5829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) serta dampaknya terhadap minat baca siswa kelas IV di UPTD SD Inpres Lasiana. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai pelaksanaan program literasi di sekolah. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas IV, dan empat siswa kelas IV. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Gerakan Literasi Sekolah dilaksanakan melalui pembiasaan membaca selama lima belas menit sebelum kegiatan pembelajaran, pemanfaatan perpustakaan sekolah, penyediaan dan penggunaan sudut baca di setiap kelas, serta pendampingan guru dalam setiap kegiatan literasi. Keberhasilan pelaksanaan program tersebut didukung oleh tersedianya sarana literasi yang memadai serta terjalinnya kerja sama yang baik antara kepala sekolah dan guru. Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan minat baca siswa yang ditunjukkan melalui meningkatnya ketertarikan terhadap kegiatan membaca, terbentuknya kebiasaan membaca secara bertahap, meningkatnya pemanfaatan berbagai fasilitas literasi, serta bertambahnya partisipasi siswa dalam kegiatan literasi di sekolah. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa kendala, antara lain rendahnya minat baca sebagian siswa, keterbatasan variasi bahan bacaan, serta belum optimalnya pemanfaatan fasilitas literasi yang telah tersedia. Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan Gerakan Literasi Sekolah di UPTD SD Inpres Lasiana telah terlaksana dengan baik dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan minat baca siswa kelas IV.