Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Persepsi Orang Tua Terhadap Pembelajaran Daring di SD GMIT Airnona 1 Kupang Sarah Nurhabibah Nurhabibah; Taty R. Koroh; Maria Apriliyanti Leto Welan
Haumeni Journal of Education Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui persepsi orang tua terhadap pelaksanaan pembelajaran daring di SD GMIT Airnona 1 Kupang, (2) mengetahui dampak positif dan negatif pembelajaran daring menurut orang tua, serta (3) mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh orang tua dalam mendampingi anak belajar daring. Penelitian kombinasi (mixed method) dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat orang tua menerima informasi dari luar mengenai pembelajaran daring sebagian besar orang tua tidak setuju karena orang tua belum mampu mengimbangi pembelajaran daring, siswa dan orang tua kesulitan dalam membagi waktu sehingga menunjukkan persepsi yang negatif sebesar 53%. Orang tua masih mengalami kesulitan dalam menyesuaikan pembelajaran daring karena harus beradaptasi dalam penggunaan teknologi dan menunjukkan persepsi yang negatif sebesar 63%. Kemudian persepsi yang kurang baik juga dilihat dari hasil evaluasi orang tua yaitu keterbatasan pengetahuan orang tua dalam menjelaskan materi pembelajaran kepada anaknya, sehingga menunjukkan persepsi yang negatif sebesar 63%. Dampak negatif dari pembelajaran daring menurut orang tua sebagai berikut: kecanduan teknologi, pelaksanaan pembelajaran daring kurang efektif, kurangnya rasa tanggung jawab siswa. Dampak positif pembelajaran daring menurut orang tua ialah terhindar dari Covid-19, mampu menguasai teknologi dan membangun hubungan yang lebih dekat lagi antara orang tua dan siswa.
Model Learning Cycle Dalam Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Materi Bagian Tumbuhan Dan Fungsinya Taty R. Koroh; Andriyani A. D. Lehan; Jhony A. Giri
Haumeni Journal of Education Vol 2 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan belajar siswa sekolah dasar umumnya terdapat pada kegiatan belajar di kelas. Kurang bervariasinya model pembelajaran yang digunakan menyebabkan proses belajar menjadi monoton yang kemudian berimbas pada hasil belajar yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model learning cycle dalam pembelajaran IPA konsep materi bagian tumbuhan dan fungsinya terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDI Oenitas. Jenis penelitan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas, dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDI Oenitas yang berjumlah 18 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa penerapan model learning cycle dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV pada konsep materi bagian tumbuhan dan fungsinya. Hal tersebut ditunjukan dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa setiap siklus. Pada siklus I terdapat 8 orang siswa yang mencapai ketuntasan dengan nilai rata-rata 60,27. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dengan jumlah mencapai 18 siswa yang mencapai ketuntasan dengan rata-rata 86,38. Sehingga disimpulkan bahwa penggunaan model learning cycle membantu guru dalam proses belajar untuk meningkatkan hasil belajar siswa
PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK DI SD INPRES NUNBAUN DELHA KOTA KUPANG Taty R. Koroh; Andriyani A. D. Lehan; Ferderika M. Moykari
Journal of Character and ELementary Education Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jocee.v2i1.11865

Abstract

This research aims to know teacher role as a fasiliator in increasing students learning interst is at elementary school Inpres Nunbaun Delha, Kupang City. The method used is qualitative description, the data were collected used observation, interview and documents. The data analized use data reduction, data presentation, and data drawing conclusions.This research was conducted at elementary school Inpres Nunbaun Delha, Kupang City. The subject of this research is IV, V, VI grade students. Based on the results of research in increasing students' interest in learning at elementary school Inpres Nunbaun Delha, Kupang City, the teacher tries to carry out her role as a facilitator, namely: the teacher listens and does not dominate during learning activities, the teacher is patient by allowing students to learn actively and independently, the teacher respects and humble for each student's work, the teacher is equal to students, the desire to learn by determining the topic without telling the material to students, the teacher does not try to lecture students during learning, the teacher is authoritative, the teacher is open and the teacher is positive during learning.Based on the discussion above, it can be concluded that the teacher as facilitator means: a) the teacher listens and does not dominate; b) the teacher is patient; c) the teacher respects and is humble; d) teachers act as equals; e) desire to learn; f) the teacher does not try to lecture students; g) the teacher is authoritative; h) teachers are open and; i) the teacher is positive.
LITERASI DIGITAL BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BELU Taty R. Koroh; Maxsel Koro; Adam B N Benu; Markus Sampe; Vera R Bulu; Sumardi W Ndolu
Pengabdian Masyarakat Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023): JURNAL PEMIMPIN - PENGABDIAN MASYARAKAT ILMU PENDIDIKAN - Edisi Agustus 2023
Publisher : FKIP Universitas Citra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/pemimpin.v3i2.977

Abstract

The application of technology in learning is a must for teachers to respond to the challenges of changing times. The implementation of digital literacy training and assistance for elementary school teachers in the city of Atambua aims to train teachers in developing learning media and Quiz with Canva and Kahoot. The participants in this activity were 30 elementary school teachers spread across the city of Atambua. The result of this activity is an increase in teachers' skills in using Canva and Kahoot in developing learning media and quizzes for elementary school students as well as producing learning media products and practice questions in the form of quizzes.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Tentang Daur Hidup Hewan Melalui Model Pembelajaran Cooperative Tipe Student Team Achievement Division Di Kelas III UPTD SD Inpres Bertingkat Kelapa Lima 1 Kota Kupang Taty R. Koroh; Sofia G. Un Lala; Denada Manafe
Mimbar PGSD Flobamorata Vol. 2 No. 3 (2024): Mimbar PGSD Flobamorata
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51494/mpf.v2i3.1683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang Daur Hidup Hewan di Kelas III UPTD SD Inpres Bertingkat Kelapa Lima 1 Kota Kupang dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD. Rumusan masalahnya adalah: bagaimana model pembelajaran Cooperative tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang Daur Hidup Hewan?. Subjek penelitian ini adalah 27 siswa, terdiri dari 15 laki-laki dan 12 perempuan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran cooperative tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada tes prasiklus, nilai rata-rata siswa adalah 44,09 menunjukkan bahwa kemampuan awal siswa pada materi daur hidup hewan masih rendah. Pada siklus I, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 60,38 dengan 37% siswa mencapai KKM, sementara 63% siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Hambatan pada siklus I termasuk kurangnya penguasaan guru terhadap model pembelajaran dan kurangnya kesungguhan siswa dalam mendengarkan dan mengerjakan soal.Pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata siswa mencapai 80,74, di mana semua siswa mencapai kriteria ketuntasan minimum. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan pemahaman siswa terhadap model pembelajaran cooperative tipe STAD, serta peningkatan kesungguhan siswa dalam mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan soal, serta penguasaan guru terhadap model pembelajaran tersebut
Pelatihan Penyusunan Media Pembelajaran IPS Interaktif Berbasis Digital Bagi Guru Sekolah Dasar Treesly Y.N Adoe; Vera R Bulu; Markus Sampe; Taty R. Koroh
Jurnal Abdi Masyarakat dan Pemberdayaan Inovatif Vol 1 No 1 (2025)
Publisher : Prodi PGSD Unsultra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jampi.v1i1.907

Abstract

The development of digital technology in education requires teachers to develop interactive, engaging, and learner-centered instructional media. However, some elementary school teachers still face challenges in designing and utilizing digital learning media, particularly in Social Studies (IPS) instruction. This community service program aimed to improve teachers’ understanding and skills in developing interactive digital-based Social Studies learning media. The program was conducted at SD Inpres Oeba 2 using a participatory approach through several stages, including planning, training implementation, media development practice, mentoring, and evaluation. The activities were carried out through material presentation, discussions, demonstrations, case studies, hands-on practice, consultations, and reviews of learning media developed by the teachers. The results showed that the training and mentoring activities contributed positively to improving teachers’ abilities to design digital-based Social Studies learning media. Teachers were able to develop media that integrated text, images, videos, digital resources, and interactive activities according to learning objectives and students’ characteristics. The program also increased teachers’ participation and confidence in utilizing digital technology to support Social Studies learning. The developed media have the potential to support the presentation of learning materials in a more systematic, concrete, engaging, and contextual manner. Therefore, practice-based training and mentoring can serve as relevant strategies for strengthening the digital competence of elementary school teachers. Further training and continuous mentoring are recommended to ensure the sustainable improvement and implementation of teachers’ skills in developing digital learning media in classroom instruction.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI TEMPAT TINGGALKU DI KELAS I SD KRISTEN CITRA BANGSA MANDIRI KUPANG Elreta Kana Mangngi; Taty R. Koroh; Vera R. Bulu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar IPAS pada materi tempat tinggalku di kelas I SD Kristen Citra Bangsa Mandiri Kupang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian terdiri dari 26 murid kelas I. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretest dan posttest) serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 57,69 pada pretest menjadi 82,12 pada posttest. Hasil uji Paired Samples T-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti hipotesis kerja (Ha) diterima. Selain itu, uji Effect Size menggunakan Cohen’s d menghasilkan nilai 3,501 yang termasuk dalam kategori pengaruh "Sangat Besar". Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model discovery learning secara signifikan meningkatkan hasil belajar murid.
Pengalaman Guru dalam Mendesain Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar Treesly Y.N Adoe; Taty R. Koroh; Vera R Bulu; Markus Sampe
Journal of Humanities, Social Sciences, and Education Vol. 1 No. 7 (2025): Edisi September 2025
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/jhuse.v1i7.906

Abstract

This study aims to explore teachers’ experiences in designing Social Studies learning based on local wisdom in elementary schools. The study employed a qualitative approach with a phenomenological design to understand teachers’ subjective experiences in understanding, designing, and implementing Social Studies learning that integrates local sociocultural contexts. The participants consisted of elementary school teachers and a school principal who had experience implementing learning based on the local social and cultural environment. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation of teaching modules, learning materials, instructional media, and students’ assignments. Data were analyzed through data condensation, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings show that teachers understand local wisdom as a learning resource encompassing culture, history, social values, economic activities, community habits, and everyday social life. Teachers’ strategies included utilizing the surrounding environment, local stories, observation, discussion, and students’ personal experiences. However, implementation still faced several challenges, including limited references, teaching materials, time, facilities, and institutional support. Phenomenologically, teachers’ experiences indicate that local wisdom-based Social Studies learning is understood as a pedagogical adaptation process that connects the curriculum with students’ lived realities. This study emphasizes the importance of teacher creativity and school support in developing Social Studies learning that is contextual, meaningful, and rooted in the sociocultural life of the community.