Muhammad Naufal Ramadhan
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna, Indonesia.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analyzing The Use of English for Tactical Communication Between Coaches and Athletes Elisa Haddina; Arsi Zahiri; Faldin Sejahtera Halawa; Robert Parulian Marko Bancin; S. Ahmad Habibi; Muhammad Naufal Ramadhan; Deddy Putrawan Laia
Joska: Jurnal Isori Kampar Vol. 3 No. 01 (2026): March Issue JOSKA: ISORI KAMPAR JURNAL
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & (ISORI KAMPAR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/joska.v3i01.02

Abstract

Objectives: This research investigates the linguistic patterns, communicative effectiveness, and functional applications of English language use in tactical communication between coaches and athletes across multiple competitive sports. The study examines how English as a lingua franca facilitates strategic discourse, decision-making processes, and performance optimization in multilingual sporting environments. Methods: A mixed-methods approach was employed, involving 156 participants (78 coaches and 78 athletes) from 12 countries across six sports disciplines. Data collection included audio recordings of tactical communications (n=312 sessions), semi-structured interviews, linguistic corpus analysis, and validated questionnaires. Statistical analyses utilized ANOVA, regression modeling, and discourse analysis frameworks. Results: Analysis revealed that 73.4% of tactical communication utilized English regardless of participants' native languages. Key linguistic features included simplified syntax (M=8.3 words per utterance), specialized sports terminology (42.1% of lexical items), and imperative mood structures (61.8% of directives). Significant positive correlations emerged between English proficiency levels and tactical comprehension accuracy (r=0.74, p<0.001) and between communication clarity and performance outcomes (r=0.68, p<0.001). Conclusion: English functions as a critical medium for tactical communication in international sports contexts, demonstrating distinct linguistic characteristics optimized for rapid information transfer. The findings suggest that targeted English language training for tactical communication can significantly enhance coach-athlete interaction effectiveness and competitive performance. The study contributes theoretical insights into domain-specific language use and practical implications for sports pedagogy and athlete development programs.
Penguatan Identitas Budaya dan Nasionalisme Melalui Lomba Olahraga Tradisional pada Peringatan HUT RI 2025 Di SD AL ITTIHADIYAH Laut Dendang Muhammad Fahrezi Harahap; Satria Solala Gulo; Elta Sarif Gulo; Yesiati Zalukhu; Muhammad Naufal Ramadhan; Deddy Putrawan Laia
Joska: Jurnal Isori Kampar Vol. 3 No. 01 (2026): March Issue JOSKA: ISORI KAMPAR JURNAL
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & (ISORI KAMPAR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/joska.v3i01.08

Abstract

Objectives: Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 pada tahun 2025 merupakan momentum strategis untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan memperkuat identitas budaya bangsa, khususnya di kalangan generasi muda. SD AL ITTIHADIYAH Laut Dendang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menyelenggarakan program pengabdian masyarakat berbasis lomba olahraga tradisional sebagai upaya pelestarian budaya dan penanaman nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya warisan budaya bangsa; (2) menumbuhkan sikap nasionalisme melalui partisipasi aktif dalam kegiatan peringatan kemerdekaan; dan (3) melestarikan permainan tradisional Indonesia sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan permainan tradisional, kompetisi antar kelas, dan refleksi nilai budaya melalui diskusi kelompok. Methods: Metode pelaksanaan meliputi pelatihan permainan tradisional, kompetisi antar kelas, dan refleksi nilai budaya melalui diskusi kelompok. Kegiatan diikuti oleh 245 siswa kelas I-VI dengan tingkat partisipasi mencapai 98%. Results: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang permainan tradisional sebesar 76% (dari pre-test ke post-test), serta peningkatan sikap apresiasi terhadap budaya lokal sebesar 82% berdasarkan observasi dan angket kepuasan. Conclusion: Dampak kegiatan mencakup penguatan karakter siswa, peningkatan kohesivitas sosial antarwarga sekolah, serta terciptanya kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian budaya di era digital. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sekitar dan stakeholder terkait.