Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penguatan Identitas Budaya dan Nasionalisme Melalui Lomba Olahraga Tradisional pada Peringatan HUT RI 2025 Di SD AL ITTIHADIYAH Laut Dendang Muhammad Fahrezi Harahap; Satria Solala Gulo; Elta Sarif Gulo; Yesiati Zalukhu; Muhammad Naufal Ramadhan; Deddy Putrawan Laia
Joska: Jurnal Isori Kampar Vol. 3 No. 01 (2026): March Issue JOSKA: ISORI KAMPAR JURNAL
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & (ISORI KAMPAR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/joska.v3i01.08

Abstract

Objectives: Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 pada tahun 2025 merupakan momentum strategis untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan memperkuat identitas budaya bangsa, khususnya di kalangan generasi muda. SD AL ITTIHADIYAH Laut Dendang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menyelenggarakan program pengabdian masyarakat berbasis lomba olahraga tradisional sebagai upaya pelestarian budaya dan penanaman nilai-nilai kebangsaan. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya warisan budaya bangsa; (2) menumbuhkan sikap nasionalisme melalui partisipasi aktif dalam kegiatan peringatan kemerdekaan; dan (3) melestarikan permainan tradisional Indonesia sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan permainan tradisional, kompetisi antar kelas, dan refleksi nilai budaya melalui diskusi kelompok. Methods: Metode pelaksanaan meliputi pelatihan permainan tradisional, kompetisi antar kelas, dan refleksi nilai budaya melalui diskusi kelompok. Kegiatan diikuti oleh 245 siswa kelas I-VI dengan tingkat partisipasi mencapai 98%. Results: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang permainan tradisional sebesar 76% (dari pre-test ke post-test), serta peningkatan sikap apresiasi terhadap budaya lokal sebesar 82% berdasarkan observasi dan angket kepuasan. Conclusion: Dampak kegiatan mencakup penguatan karakter siswa, peningkatan kohesivitas sosial antarwarga sekolah, serta terciptanya kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian budaya di era digital. Program ini direkomendasikan untuk dilanjutkan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sekitar dan stakeholder terkait.
Tingkat Kebugaran Jasmani Siswa Di SMP Negeri 2 Binjai Dewi Ayu Lestari; Boby Helmi Helmi; Muhammad Fahrezi Harahap; Zikrur Rahmat; Riski Iman Siregar
Jurnal Ilmiah STOK Bina Guna Medan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH STOK BINA GUNA MEDAN
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jsbg.v14i2.6037

Abstract

Kebugaran jasmani merupakan bagian penting dalam pendidikan jasmani yang berpengaruh terhadap kesehatan dan kemampuan siswa dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, rendahnya aktivitas fisik dan kurangnya evaluasi kebugaran jasmani di sekolah menyebabkan kondisi kebugaran siswa belum diketahui secara pasti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa SMP Negeri 2 Binjai melalui Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei dan teknik tes sebagai pengumpul data. Sampel penelitian berjumlah 100 siswa SMP Negeri 2 Binjai. Instrumen penelitian menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI), sedangkan teknik analisis data menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah nilai keseluruhan sebesar 1280 dengan rata-rata 12,8. Kategori baik sekali diperoleh 0 siswa, kategori baik sebanyak 2 siswa (2%), kategori sedang sebanyak 41 siswa (41%), kategori kurang sebanyak 46 siswa (46%), dan kategori kurang sekali sebanyak 11 siswa (11%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani siswa SMP Negeri 2 Binjai secara umum masih berada pada kategori kurang dan sedang sehingga diperlukan upaya peningkatan aktivitas fisik dan pelaksanaan evaluasi kebugaran jasmani secara berkala.
Force Generation and Muscle Activation: A Literature Review of Lower Limb Mechanics in Softball Batting Muhammad Fahrezi Harahap; Zukhro Bahadirovna Khamraeva; Gorgan Carmina Mihaela
INSPIREE: Indonesian Sport Innovation Review Vol. 6 No. 02 (2025): Innovative Training, Injury Prevention, and Pedagogical Transformation in Cont
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & DPE Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/inspiree.v6i02.146

Abstract

The  purpose  of  the study. In order to conduct a thorough examination of the biomechanical principles underlying lower limb functionality during softball batting, this study aims to specifically elucidate the contributions of ground reaction forces, patterns of muscle activation, and the temporal sequencing of these factors in influencing overall batting performance. Materials and methods. A systematic review was conducted following PRISMA guidelines, searching electronic databases for peer-reviewed research from January 2000 to December 2024. The study initially identified 156 potentially relevant articles, with 24 studies ultimately meeting the stringent inclusion criteria. Researchers utilized advanced measurement techniques including surface electromyography, motion capture systems, and force plate analysis to examine lower limb biomechanics. Results. Elite softball players demonstrated significantly more precise lower limb mechanics compared to intermediate players. Key findings include peak rear leg ground reaction forces ranging from 1.6 to 1.8 times body weight, compared to 1.2 to 1.4 times for intermediate players. Muscle activation showed a sequential pattern progressing from gluteal muscles through quadriceps to gastrocnemius, with a strong correlation to bat speed (r=0.72, p<0.01). Temporal sequencing was crucial, with elite players exhibiting a coefficient of variation of 8.3% compared to 15.7% for intermediate players. Conclusions. The study reveals that successful softball batting depends not on raw strength, but on the sophisticated coordination of lower limb biomechanics. Precise timing, muscle recruitment patterns, and efficient energy transfer through the kinetic chain are critical for optimal batting performance. The research provides evidence-based recommendations for targeted training interventions that focus on movement coordination and biomechanical efficiency.
Introducing Indonesia's Traditional Pecah Piring Sport to Nanyang Technological University Students in Singapore: A Community Engagement for Cultural Diplomacy Muhammad Fahrezi Harahap; Mizar Aulia; Nadhira Yasmine Ahmad; Muhammad Isnandar; Elisa Haddina
Inspire Global Insight Journal Vol. 1 No. 03 (2026): July Issue, 2026
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/igim.v1i03.18

Abstract

Objective: This community service program aimed to increase the knowledge, understanding, and appreciation of students at Nanyang Technological University (NTU), Singapore, toward the Indonesian traditional sport Pecah Piring (Broken Plate) as a medium for character education, cultural preservation, and cultural diplomacy. Methodology: A participatory approach was employed through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The implementation included presentations on the history, philosophy, cultural values, and rules of the Pecah Piring game, followed by demonstrations and group-based hands-on practice. Program effectiveness was evaluated using observations, discussions, and participant response questionnaires, while the collected data were analyzed descriptively. Results: The program successfully enhanced participants' understanding and appreciation of Indonesian traditional sports. Evaluation results indicated excellent outcomes, with material understanding reaching 92%, participant engagement 95%, teamwork 94%, appreciation of Indonesian culture 96%, and overall satisfaction 97%. The experiential learning approach effectively promoted active participation while strengthening values of sportsmanship, cooperation, communication, leadership, and cross-cultural understanding. Conclusions: The socialization of the traditional sport Pecah Piring proved to be an effective strategy for promoting Indonesian cultural heritage in an international academic environment. The participatory and experiential learning model not only increased participants' knowledge and cultural appreciation but also demonstrated the potential of traditional sports as a medium for character education, cultural diplomacy, and the internationalization of higher education. Similar programs should be expanded through sustainable international collaborations to strengthen global recognition of Indonesia's cultural heritage.