Benjamin Sembiring
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Panitia Perlombaan Tradisional Sebagai Sarana Pengembangan Keterampilan Motorik dan Sportivitas Anak Sekolah Dasar Negeri 064972 Medan Amplas Benjamin Sembiring; Aris Simaremare; Anugrah Panca Dinata; Franroso Pininggit Simatupang; Boisandi Buulolo; Melisah Melisah
Joska: Jurnal Isori Kampar Vol. 3 No. 01 (2026): March Issue JOSKA: ISORI KAMPAR JURNAL
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & (ISORI KAMPAR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/joska.v3i01.04

Abstract

Objectives: Perlombaan tradisional merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai luhur dan dapat dijadikan media pembelajaran bagi anak-anak. Sekolah Dasar Negeri 064972 Medan Amplas menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan motorik dan nilai sportivitas siswa di era digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan potensi permainan tradisional sebagai sarana pengembangan karakter dan keterampilan fisik anak. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus siswa melalui permainan tradisional, (2) menumbuhkan nilai-nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin, (3) melestarikan budaya permainan tradisional Indonesia, dan (4) memberikan alternatif kegiatan fisik yang edukatif dan menyenangkan. Methods: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan: pelatihan panitia lomba (guru dan orang tua), sosialisasi kepada siswa, pelaksanaan lomba tradisional (balap karung, tarik tambang, lompat tali, gobak sodor, dan kelereng), serta evaluasi menggunakan observasi terstruktur, kuesioner, dan wawancara. Kegiatan melibatkan 150 siswa kelas I-VI yang dibagi dalam kelompok berdasarkan usia. Results: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek motorik dan sportivitas. Tingkat partisipasi mencapai 98% dari total siswa. Evaluasi pre-post test menunjukkan peningkatan keterampilan motorik kasar sebesar 42% dan motorik halus 35%. Nilai sportivitas meningkat dari rata-rata 65 menjadi 87 (skala 100). Antusiasme siswa tinggi dengan tingkat kepuasan 92%, sementara orang tua dan guru memberikan respon positif (89% dan 94%). Conclusion: Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan aktivitas fisik siswa, pengenalan kembali permainan tradisional kepada generasi muda, terciptanya kolaborasi sekolah-orang tua, dan tersedianya model kegiatan ekstrakurikuler yang berkelanjutan. Rekomendasi untuk pengembangan mencakup implementasi rutin setiap semester dan perluasan ke sekolah lain di wilayah Medan Amplas.