Anugrah Panca Dinata
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Influence of Abdominal Muscle Strength and Waist Flexibility on the Long Jump Results of Male Athletes Dicky Hendrawan; Natasya Br Ginting; Ani Suryani Batubara; Andi Sinsearif Zega; Andreas Diko Gunawan Tambunan; Yunita Mandasari; Anugrah Panca Dinata; Aszon Fisi Lahagu; Novita Putri Yani Ndruru; Trifosa Angelina Sembiring; Muhammad Ridho Maulana
Joska: Jurnal Isori Kampar Vol. 1 No. 03 (2024): November Issue JOSKA: ISORI KAMPAR JURNAL
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & (ISORI KAMPAR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/joska.v1i03.14

Abstract

Objectives: To examine the relationship between abdominal muscle strength and waist flexibility with long jump performance among male collegiate athletes, and to determine the relative contribution of these factors to jump distance. Methods: A cross-sectional study was conducted with 60 male physical education students aged 18-22 years from Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna Medan, Indonesia. Participants underwent assessments of abdominal muscle strength (one-minute sit-up test), waist flexibility (sit-and-reach test), and long jump performance. Pearson correlation and multiple linear regression analyses were used to analyze the relationships between variables. Results: Abdominal muscle strength showed a moderate positive correlation with long jump distance (r = 0.68, p < 0.001), while waist flexibility demonstrated a moderate positive correlation (r = 0.54, p < 0.001). Multiple regression analysis revealed that abdominal strength (β = 0.52) was a stronger predictor of long jump performance than waist flexibility (β = 0.31). Together, these factors explained 57.3% of the variance in jump distance. Conclusion: Core stability and trunk flexibility are important determinants of long jump performance beyond traditional factors like lower limb power. The study recommends incorporating comprehensive core strengthening and flexibility training into long jump preparation, with a particular emphasis on abdominal muscle development.
Panitia Perlombaan Tradisional Sebagai Sarana Pengembangan Keterampilan Motorik dan Sportivitas Anak Sekolah Dasar Negeri 064972 Medan Amplas Benjamin Sembiring; Aris Simaremare; Anugrah Panca Dinata; Franroso Pininggit Simatupang; Boisandi Buulolo; Melisah Melisah
Joska: Jurnal Isori Kampar Vol. 3 No. 01 (2026): March Issue JOSKA: ISORI KAMPAR JURNAL
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & (ISORI KAMPAR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/joska.v3i01.04

Abstract

Objectives: Perlombaan tradisional merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai luhur dan dapat dijadikan media pembelajaran bagi anak-anak. Sekolah Dasar Negeri 064972 Medan Amplas menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan motorik dan nilai sportivitas siswa di era digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan potensi permainan tradisional sebagai sarana pengembangan karakter dan keterampilan fisik anak. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keterampilan motorik kasar dan halus siswa melalui permainan tradisional, (2) menumbuhkan nilai-nilai sportivitas, kerjasama, dan disiplin, (3) melestarikan budaya permainan tradisional Indonesia, dan (4) memberikan alternatif kegiatan fisik yang edukatif dan menyenangkan. Methods: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan: pelatihan panitia lomba (guru dan orang tua), sosialisasi kepada siswa, pelaksanaan lomba tradisional (balap karung, tarik tambang, lompat tali, gobak sodor, dan kelereng), serta evaluasi menggunakan observasi terstruktur, kuesioner, dan wawancara. Kegiatan melibatkan 150 siswa kelas I-VI yang dibagi dalam kelompok berdasarkan usia. Results: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek motorik dan sportivitas. Tingkat partisipasi mencapai 98% dari total siswa. Evaluasi pre-post test menunjukkan peningkatan keterampilan motorik kasar sebesar 42% dan motorik halus 35%. Nilai sportivitas meningkat dari rata-rata 65 menjadi 87 (skala 100). Antusiasme siswa tinggi dengan tingkat kepuasan 92%, sementara orang tua dan guru memberikan respon positif (89% dan 94%). Conclusion: Program ini memberikan dampak positif berupa peningkatan aktivitas fisik siswa, pengenalan kembali permainan tradisional kepada generasi muda, terciptanya kolaborasi sekolah-orang tua, dan tersedianya model kegiatan ekstrakurikuler yang berkelanjutan. Rekomendasi untuk pengembangan mencakup implementasi rutin setiap semester dan perluasan ke sekolah lain di wilayah Medan Amplas.
Integrasi Olahraga dalam Kegiatan Bakti Sosial di Kelurahan Mabar Hilir, Kota Medan Penata Manik; Praninci Praninci; Parlindungan Nababan; Pras Dio Nanda; Aszon Fisi Lahagu; Novita Putri Yani Ndruru; Yunita Mandasari; Anugrah Panca Dinata; Trifosa Angelina Sembiring; Muhammad Ridho Maulana; Ody Pratama Elmahdi; Nurfadillah Siregar; Nopi Hardiyanto; Nuraini Nuraini; M. Syahputra
Joska: Jurnal Isori Kampar Vol. 1 No. 03 (2024): November Issue JOSKA: ISORI KAMPAR JURNAL
Publisher : INSPIRETECH GLOBAL INSIGHT & (ISORI KAMPAR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/wsb23z93

Abstract

Objectives: This community service aimed to implement an integrated sports approach within social service activities in Mabar Hilir Sub-district, Medan City. Methods: The program addressed the interrelated issues of low physical activity, limited social interaction, and minimal health awareness among residents. Using a participatory approach, this initiative combined sports activities with health education and community development. Results: The six-month program involved 235 participants across different age groups and demonstrated significant improvements in health awareness (37% increase), regular physical activity participation (42% increase), and community cohesion (65% of participants reported stronger social bonds). Implementation challenges included initial participation hesitancy, infrastructure limitations, and scheduling conflicts, which were addressed through adaptive strategies. Conclusion: The successful integration of sports into social services provides a replicable model for holistic community development in similar urban settings.