Fauziah Nasution
UIN Syahada Padangsidimpuan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELEVANSI PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN TERHADAP WACANA ISLAMISASI ILMU DI ERA DIGITAL DAN DISRUPSI TEKNOLOGI Juliana Sari Caniago; Safrina Harahap; Julita; Fauziah Nasution
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 2 (2026): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi pemikiran Fazlur Rahman terhadap wacana Islamisasi ilmu di era digital, dengan menyoroti tantangan dan peluang yang ditimbulkan oleh perkembangan teknologi. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menemukan bahwa metode hermeneutika Rahman dapat menjadi fondasi penting untuk merumuskan Islamisasi ilmu yang adaptif, tidak dogmatis, dan responsif terhadap perubahan zaman. Dalam konteks disrupsi teknologi, gagasan Rahman tentang reinterpretasi ajaran Islam secara historis dan normatif dapat memperkuat proses integrasi ilmu agama dan ilmu modern, khususnya dalam bidang sains, etika digital, dan kecerdasan buatan. Dengan demikian, pemikiran Fazlur Rahman tetap relevan sebagai basis konseptual Islamisasi ilmu menuju pengembangan pengetahuan yang rasional, inklusif, dan kemaslahatan manusia kontemporer. Kata Kunci: Islamisasi Ilmu, Era Digital, Disrupsi Teknologi, Hermeneutika. Abstract This study aims to analyze the relevance of Fazlur Rahman's thoughts to the discourse on the Islamization of knowledge in the digital era, highlighting the challenges and opportunities posed by technological developments. Through a qualitative approach based on literature study, this study finds that Rahman's hermeneutical method can be an important foundation for formulating an Islamization of knowledge that is adaptive, non-dogmatic, and responsive to changing times. In the context of technological disruption, Rahman's ideas on the historical and normative reinterpretation of Islamic teachings can strengthen the process of integrating religious and modern knowledge, particularly in the fields of science, digital ethics, and artificial intelligence. Thus, Fazlur Rahman's thoughts remain relevant as a conceptual basis for the Islamization of knowledge towards the development of rational, inclusive knowledge and the benefit of contemporary humanity. Keywords: Islamization of Knowledge, Digital Era, Technological Disruption, Hermeneutics
PENGEMBANGAN MATERI TAWAKAL DAN TASAMUH BERBASIS MIND MAPPING PADA FASE D DALAM MENJAGA KESEHATAN MENTAL DI MTs SWASTA AL-MUHAJIRIN PINANGSORI Samia Rambe; Erawadi Erawadi; Fauziah Nasution
NIZHAMIYAH Vol 16, No 1 (2026): NIZHAMIYAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/niz.v16i1.5741

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar Akidah Akhlak berbasis mind mapping pada materi tawakal dan tasamuh untuk menjaga kesehatan mental peserta didik fase D di MTs Swasta Al-Muhajirin Pinangsori. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya tekanan akademik, sosial, keluarga, serta pengaruh teknologi dan media sosial yang berdampak pada kondisi emosional siswa. Bahan ajar yang digunakan masih monoton sehingga perlu inovasi yang menarik, sistematis, dan mudah dipahami. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket, dan validasi ahli, lalu dianalisis menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar mind mapping dinilai sangat layak, praktis, dan efektif. Bahan ajar ini membantu siswa memahami nilai tawakal dan tasamuh, meningkatkan ketenangan, pengendalian emosi, toleransi, motivasi belajar, serta kepercayaan diri. Dengan demikian, bahan ajar ini layak digunakan dalam pembelajaran di sekolah secara lebih bermakna, terarah, dan relevan berkelanjutan.