Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS HUKUM EKONOMI SYARIAH TERKAIT JUAL BELI IN-GAME CURRENCY PADA FITUR TOP-UP POINT BLANK ZEPPETO Fachreyza Fachreyza; Eti Karini; Muslim Muslim
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 1 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, September 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i1.1449

Abstract

Pesatnya perkembangan ekonomi digital memunculkan fenomena jual beli aset virtual yang menuntut kajian teoretis mengenai status harta (mal) dan kesesuaian mekanisme akadnya dengan prinsip syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum dan keabsahan transaksi in-game currency pada fitur top-up Point Blank Zeppeto dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) dengan pendekatan yuridis-normatif dan metode deskriptif-analitis. Sumber data sekunder diperoleh melalui penelaahan terhadap kitab fikih muamalah, fatwa kontemporer, peraturan perundang-undangan transaksi elektronik, serta jurnal ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PB Cash dapat dikategorikan sebagai mal mutaqawwim (harta bernilai) karena memiliki unsur manfa’ah (manfaat) dan qimah (nilai ekonomi) yang diakui secara ‘urf dalam masyarakat digital. Secara konseptual, akad jual beli pada fitur top-up merupakan bentuk akad al-bay’ yang sahih. Unsur gharar (ketidakpastian) dipandang minimal karena adanya kejelasan objek dan transparansi harga sesuai prinsip an-taradhin. Implementasi prinsip maslahah dalam ekosistem ini menekankan pentingnya perlindungan hak konsumen serta tanggung jawab para pihak untuk menghindari praktik spekulatif yang menyerupai maysir (perjudian). Dengan demikian, praktik transaksi top-up ini dinyatakan sah selama memenuhi kaidah keadilan, transparansi, dan tidak bertentangan dengan prinsip syariat universal.
Village Fund Governance in Realizing Justice and Public Welfare Based on Siyasah Sharʿiyyah location (The case study in Pekon Way Batang, Indonesia) Ilham Umaro; Eti Karini; Ahmad Burhanuddin
Jurnal El-Thawalib Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/el-thawalib.v7i1.19310

Abstract

This study examines the management of Village Funds in Pekon Way Batang, Lemong District, Pesisir Barat Regency, through the normative-empirical framework of siyāsah shar‘iyyah. The urgency of this research lies in the limited scholarly integration between positive law perspectives and Islamic ethical-moral principles in Village Fund governance. This field research employs a qualitative juridical-empirical approach. Primary data were collected through interviews with village officials, community leaders, youth representatives, and local residents, while secondary data were derived from statutory regulations and relevant documents. The findings indicate that Village Fund management is relatively participatory, transparent, and responsive to community needs, particularly through Village Deliberation (Musyawarah Desa) mechanisms. From the perspective of siyāsah shar‘iyyah, these practices reflect the implementation of justice (al-‘adl), consultation (shūrā), and public welfare orientation (al-maṣlaḥah al-‘āmmah). Budget prioritization for vulnerable groups demonstrates distributive justice, while budget transparency and complaint mechanisms embody the contemporary function of hisbah (public oversight). Nevertheless, limited human resource capacity among village officials remains a structural challenge that may affect administrative effectiveness and sustainability. Overall, Village Fund governance in the research location tends to align with the principles of siyāsah shar‘iyyah, although institutional strengthening and enhanced supervisory mechanisms are necessary to achieve substantive justice and optimal public welfare.
IMPLEMENTASI KONSEP KEADILAN FIQH SIYASAH DUSTURIYAH DALAM PRAKTIK SISTEM PERADILAN DI INDONESIA Muhammad Defit Akmal; Maimun; Eti Karini
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1111

Abstract

Keadilan merupakan nilai fundamental dalam sistem hukum Islam yang menjadi dasar penyelenggaraan sistem peradilan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai keadilan Fiqh Siyasah Dusturiyah dalam praktik sistem peradilan di Indonesia serta mengidentifikasi relevansi prinsip-prinsip Islam terhadap hukum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) bersifat yuridis normatif, dengan sumber data primer berupa peraturan perundang-undangan dan data sekunder berupa literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Fiqh Siyasah yakni Asy-Syura (musyawarah), Al-‘Adl (keadilan), Hurriyah (kebebasan), Al-Musawah (kesetaraan), dan Amanah (tanggung jawab) terimplementasi dalam sistem peradilan Indonesia melalui mekanisme hukum yang menjunjung musyawarah, keadilan substantif, dan independensi hakim. Simpulan penelitian menegaskan bahwa nilai keadilan dalam Fiqh Siyasah Dusturiyah memiliki kesesuaian konseptual dengan prinsip konstitusional UUD 1945. Implikasi pembahasan menunjukkan perlunya penguatan nilai-nilai Islam dalam sistem hukum nasional untuk mewujudkan peradilan yang berkeadilan, transparan, dan berintegritas.