Penelitian terdahulu telah menunjukkan hubungan postif antara kepuasan kerja dan motivasi kerja, namun sebagian besar dilakukan pada sektor jasa, industri besar, atau pegawai negeri. Masih jarang penelitian yang mengkaji secara simultan dimenasi kepuasan kerja terhadap motivasi kerja pada konteks industri teh skala menengah dengan jumlah karyawan terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap motivasi kerja karyawan produksi di PT Selamat Prama Arta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan populasi sebanyak 37 karyawan dan analisis data menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja karyawan memiliki nilai rata-rata sebesar 2,56 dan termasuk kategori tinggi. Dimensi pekerjaan itu sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dengan koefisien sebesar 0,421 dan p-value 0,000. Dimensi kompensasi juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,275 dan p-value 0,030. Selanjutnya, peluang pengembangan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,309 dan p-value 0,010. Hubungan kerja menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien terbesar yaitu 0,452 dan p-value 0,001, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,374 dan p-value 0,001. Secara simultan, seluruh dimensi kepuasan kerja mampu menjelaskan 71,6% variasi motivasi kerja karyawan (R-square = 0,716) Dengan demikian, semakin baik kepuasan kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menyediakan bukti empiris dari konteks industri teh skala kecil-menengah yang jarang terjamah, serta menawarkan prioritas intervensi manajerial berdasarkan besaran pengaruh masing-masing dimensi kepuasan kerja.