Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Motivasi Kerja Karyawan Produksi: Studi Pada PT Selamat Prama Arta Bandung Azzahra Kasih Dyanti; Maria Merry Marianti
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1923

Abstract

Penelitian terdahulu telah menunjukkan hubungan postif antara kepuasan kerja dan motivasi kerja, namun sebagian besar dilakukan pada sektor jasa, industri besar, atau pegawai negeri. Masih jarang penelitian yang mengkaji secara simultan dimenasi kepuasan kerja terhadap motivasi kerja pada konteks industri teh skala menengah dengan jumlah karyawan terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap motivasi kerja karyawan produksi di PT Selamat Prama Arta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan populasi sebanyak 37 karyawan dan analisis data menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja karyawan memiliki nilai rata-rata sebesar 2,56 dan termasuk kategori tinggi. Dimensi pekerjaan itu sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dengan koefisien sebesar 0,421 dan p-value 0,000. Dimensi kompensasi juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,275 dan p-value 0,030. Selanjutnya, peluang pengembangan memiliki pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,309 dan p-value 0,010. Hubungan kerja menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan koefisien terbesar yaitu 0,452 dan p-value 0,001, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien 0,374 dan p-value 0,001. Secara simultan, seluruh dimensi kepuasan kerja mampu menjelaskan 71,6% variasi motivasi kerja karyawan (R-square = 0,716) Dengan demikian, semakin baik kepuasan kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi motivasi kerja yang dimiliki. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam menyediakan bukti empiris dari konteks industri teh skala kecil-menengah yang jarang terjamah, serta menawarkan prioritas intervensi manajerial berdasarkan besaran pengaruh masing-masing dimensi kepuasan kerja.
Formal Education and Age towards Financial Literacy: Evidence from High School Teachers Chris Petra Agung; Teresia Debby; Mardiana Mardiana; Azzahra Kasih Dyanti; Feby Astrid Kesaulya
Journal of Management and Business Environment (JMBE) Vol 8, No 1: July 2026
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jmbe.v8i1.14830

Abstract

This study aimed to examine the relationship between formal education and age and the level of financial literacy among school teachers, especially in Bandung City. This study also aimed to investigate the effect of financial literacy to financial management. The study was done at JKN Senior High School (SHS) in Bandung City, with the JKN teachers as the sample. JKN SHS was chosen for several reasons, such as its alignment with the phenomenon, and the teachers in JKN SHS have diverse formal educational backgrounds and age ranges. The hypothesis testing result showed that formal education positively affects financial literacy. However, age was not shown to influence financial literacy. Thus, financial literacy positively impacts personal financial management. This outcome established an evidence-supported link to the socio-economic issue, namely the increase in urban poverty in Indonesia. In Bandung, teachers facing the demands of a consumer-driven urban life on limited income find that high financial literacy is not just advantageous but essential for developing financial resilience and preventing poverty. The observation empirically validates the claim that strong financial literacy can safeguard individuals against a decrease in their quality of life and enhance their readiness for economic emergencies and crises.