Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KETIKA KESENJANGAN GAJI GAGAL MEMOTIVASI: PERAN KEPASTIAN INFORMASI DALAM TURNAMEN PROMOSI Antonius Grivaldi Sondakh; Rizky Annisa Bella; Amalia Wulandari
Proceeding National Conference Business, Management, and Accounting (NCBMA) 9th National Conference Business, Management, and Accounting
Publisher : Faculty of Economics and Business Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenjangan gaji yang besar secara teori seharusnya memotivasi karyawan untuk bersaing mendapatkan promosi. Namun dalam praktiknya, tidak jarang kesenjangan tersebut justru gagal mendorong perilaku kompetitif. Penelitian ini berargumen bahwa kegagalan tersebut disebabkan oleh ketidakpastian informasi tentang nilai hadiah promosi. Studi eksperimen ini bertujuan menguji bagaimana tingkat kepastian informasi berinteraksi dengan kesenjangan gaji dalam membentuk perilaku karyawan. Menggunakan desain eksperimen 2Ă—2 antar-subjek dengan 90 mahasiswa akuntansi sebagai partisipan, penelitian ini memanipulasi kesenjangan gaji (tinggi vs. rendah) dan kepastian informasi (kuat vs. lemah) untuk mengamati pilihan partisipan antara strategi kompetitif dan kooperatif dalam turnamen promosi. Hasil menunjukkan pola interaksi yang signifikan: kesenjangan tinggi dengan kepastian kuat mendorong perilaku kompetitif (54,5%), tetapi ketika kepastian lemah, kesenjangan tinggi justru menghasilkan kerja sama tertinggi (84,6%). Temuan ini mengungkap bahwa kepastian informasi merupakan kondisi yang diperlukan agar insentif berbasis kesenjangan dapat memotivasi kompetisi. Dalam kondisi ketidakpastian, karyawan cenderung memilih kerja sama sebagai strategi aman. Penelitian ini berkontribusi pada akuntansi keperilakuan dengan mengintegrasikan rasionalitas terbatas ke dalam teori turnamen.
MEMBANGUN EMPLOYABILITY MELALUI KECAKAPAN KEUANGAN, KEWIRAUSAHAAN DAN KESADARAN PAJAK PADA SISWA PAKET Melinda Wijaya; Atma Hayat; Sarwani Sarwani; Lili Safrida; Antonius Grivaldi Sondakh; Dwianto Muhktar Latif; Muhammad Yasin; Wia Rizqi Amalia; Sunaryo Sunaryo; Muhammad Ferdy Putra Chandranata
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2026
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v6i2.3203

Abstract

Keterbatasan akses terhadap pendidikan formal sering kali berdampak pada rendahnya kesiapan kerja dan kemandirian ekonomi warga belajar pendidikan kesetaraan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan peserta dalam memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun employability siswa paket kesetaraan melalui penguatan kecakapan keuangan, kewirausahaan, dan kesadaran pajak. Kegiatan dilaksanakan di PKBM Al Azhar Banjarmasin dengan melibatkan 120 warga belajar Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pre-test, pelatihan interaktif, diskusi, tanya jawab, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai dari 65,00 pada saat pre-test menjadi 90,00 pada saat post-test atau meningkat sebesar 38,46%. Selain itu, hasil evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta mencapai 98%. Program yang dilaksanakan memberikan dampak positif terhadap pemahaman peserta terkait pengelolaan keuangan, pengembangan aktivitas kewirausahaan, dan aspek perpajakan yang diperlukan untuk menunjang kemampuan kerja dan keberdayaan ekonomi. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berkontribusi dalam mendukung penguatan employability warga belajar pendidikan kesetaraan.
Meningkatkan Ketahanan Finansial: Peran Literasi Keuangan Digital dalam Mengatasi Risiko Pinjaman Online dan Paylater di Kota Banjarmasin Antonius Grivaldi Sondakh; Atma Hayat; Sarwani Sarwani; Lili Safrida; Enny Hardi; Wia Rizqi Amalia
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Maret 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i3.1897

Abstract

The use of digital financial technologies, such as online lending platforms and paylater payment schemes, has significantly increased among the public, including residents of Banjarmasin City, particularly among younger generations such as Millennials and Generation Z. Although these services provide convenient access to financial resources, insufficient digital financial literacy has heightened financial risks, including debt entrapment associated with paylater services and online loans. This community engagement initiative aimed to enhance financial resilience through digital financial literacy education, with a focus on understanding potential risks and promoting prudent use of digital financial services. The program was implemented through a seminar primarily targeting young people in Banjarmasin City. The materials covered fundamental concepts of financial literacy, identification of illegal online lending platforms, budgeting simulations, and strategies to prevent dependency on paylater services. The results indicate an improvement in participants’ understanding of the risks associated with digital financial services and their ability to plan personal finances effectively. Furthermore, participants demonstrated a more critical attitude toward online loan offers and the use of paylater schemes. This initiative confirms that digital financial literacy represents a strategic approach to strengthening the financial resilience of young generations in Banjarmasin City.
PARADOKS NORMA SOSIAL DALAM KEPATUHAN SERTIFIKASI ISPO: BUKTI DARI AKUNTANSI KEPERILAKUAN Antonius Grivaldi Sondakh; Lili Safrida
BALANCE: Jurnal Akuntansi, Auditing dan Keuangan Vol. 23 No. 1 (2026): BALANCE: Jurnal Akuntansi, Auditing dan Keuangan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/balance.v23i1.7839

Abstract

This study challenges the foundational assumption in behavioral accounting that social norms promote compliance. It investigates a paradoxical possibility: under certain conditions, social norms may inhibit compliance. Drawing on the theory of planned behavior, this research examines how social norms, conservation beliefs, and self-efficacy influence smallholders' intention to adopt Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) certification. Survey data from 143 smallholders in South Kalimantan were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal a social norms paradox: perceived community pressure negatively influences certification intention. Conservation beliefs also exhibit a negative effect, indicating value-control misalignment when certification is perceived as disconnected from substantive outcomes. In contrast, self-efficacy positively influences intention. This study identifies boundary conditions for subjective norms and introduces the concept of value-control misalignment to explain resistance among environmentally committed actors.
Pengelolaan ESG dan Peran Dewan Pengawas dalam Strategi Perusahaan: Moderasi Gender Diversity terhadap Kinerja Perusahaan Antonius Grivaldi Sondakh; Lili Safrida; Sarwani Sarwani; Wia Rizqi Amalia
JWM (JURNAL WAWASAN MANAJEMEN) Vol. 14 No. 1 (2026):
Publisher : Master of Management FEB ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jwm.v14i1.429

Abstract

Perhatian terhadap praktik keberlanjutan perusahaan semakin meningkat seiring dengan berkembangnya permasalahan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam lingkup global. Untuk menjaga atau bahkan meningkatkan nilai keberlanjutannya pada persepsi pemangku kepentingan, manajemen perlu meninjau aspek ESG dalam strategi perusahaan dan juga tingkat pengawasan para dewan mengenai operasional perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh Environmental, Social, and Governance (ESG) dan ukuran dewan terhadap kinerja keuangan (Return on Assets/ROA), serta peran moderasi keberagaman gender dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang tergabung dalam indeks ESG Leader dengan periode observasi tahun 2021-2024. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria perusahaan yang memiliki laporan keuangan dan laporan keberlanjutan lengkap serta memuat data terkait ESG, ukuran dewan, diversitas gender, dan ROA. Data dianalisis menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya, ukuran dewan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Selain itu, diversitas gender tidak memoderasi hubungan antara ESG maupun ukuran dewan terhadap ROA. Temuan ini mengindikasikan bahwa praktik ESG menjadi faktor penting dalam mendorong kinerja keuangan perusahaan, sedangkan ukuran struktur dewan dan keberagaman gender belum menunjukkan kontribusi yang berarti dalam konteks penelitian ini.
PARADOKS NORMA SOSIAL DALAM KEPATUHAN SERTIFIKASI ISPO: BUKTI DARI AKUNTANSI KEPERILAKUAN Antonius Grivaldi Sondakh; Lili Safrida
BALANCE: Jurnal Akuntansi, Auditing dan Keuangan Vol. 23 No. 1 (2026): BALANCE: Jurnal Akuntansi, Auditing dan Keuangan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/balance.v23i1.7839

Abstract

This study challenges the foundational assumption in behavioral accounting that social norms promote compliance. It investigates a paradoxical possibility: under certain conditions, social norms may inhibit compliance. Drawing on the theory of planned behavior, this research examines how social norms, conservation beliefs, and self-efficacy influence smallholders' intention to adopt Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) certification. Survey data from 143 smallholders in South Kalimantan were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal a social norms paradox: perceived community pressure negatively influences certification intention. Conservation beliefs also exhibit a negative effect, indicating value-control misalignment when certification is perceived as disconnected from substantive outcomes. In contrast, self-efficacy positively influences intention. This study identifies boundary conditions for subjective norms and introduces the concept of value-control misalignment to explain resistance among environmentally committed actors.