Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The History of the Founding of the DDI Mangkoso Ashari Ashari
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Vol. 13, No.1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v13i1.81629

Abstract

The Darud Da'wah Wal Irsyad (DDI) Islamic Boarding School in Mangkoso, formerly known as the MAI Mangkoso Islamic Boarding School, is an educational institution that has made a significant contribution to the struggle for independence and the development of the Indonesian people.  This pesantren, established in the early 20th century, has nurtured generations of Islamic scholars over several decades. This study is a literature review; the method used in this research is a qualitative approach with a descriptive methodology. The research findings indicate that the DDI Mangkoso Islamic Boarding School was established during the Dutch colonial era and experienced fluctuations in its development as a result of the dynamics of colonial rule.  This study of the boarding school’s development traces several historical periods: the Dutch colonial phase, the Japanese occupation, the early years of independence, the KNIL/NICA phase, and the post-KNIL/NICA eraKeywords: Dynamics, Islamic boarding school, Mangkoso
Economic Development and Allocation in Family Farmers in Indonesia Ashari Ashari
Journal of Social Science and Economics (JOSSE) Volume 3, Issue 1, 2026
Publisher : Asha Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70188/fa5nyj53

Abstract

This research, which is significant, examines the relationship between development and economic allocation within farming families in Indonesia. The study focuses on the impact of development on the socio-economic dynamics of farming families. Development is characterized by agricultural mechanization, expanded employment opportunities, and advanced education, which stimulate the lifestyles of farming families. However, these changes still leave a number of problems within farming families, including economic inequality. This research uses a literature review method, drawing on a number of sources (books, articles, freelance writing, and research results) related to the research objectives. The results of the study indicate that development has dynamized changes in the rural economy, particularly the participation of women in both agricultural and non-agricultural sectors. Development has had a real impact through the role of farmers (including women) in improving and strengthening the family economy. However, the economic allocation of farming families in Indonesia is still linked to patriarchal traditions that construct men as having the maximum allocation of power within the family. This is a real problem and represents an inequality in the development of farming family communities in Indonesia. However, development has shown an increase in farmers' welfare in several areas of life.
Revitalisasi Pola Hidup Harmoni dan Relasi yang Assosiatif Berdasarkan Nilai Kultural Religius pada Komunitas Transisi Ashari Ashari; Risma Niswaty; Besse Wulandari Aziz; Mubarak Mubarak
Kamba Mpu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4, Nomor 1, Juni 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Dayanu Ikhsanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/kambampu.v4i1.2137

Abstract

Komunitas yang menjadi sasaran pengabdian ini, adalah komunitas Tandara, di Desa Kaili, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Komunitas ini, komunitas transisi, plural dan mengalami sejumlah poblematik sosial, seperti konflik terselubung, judi dan minuman keras, krisis akhlak dan sudah mulai kontaminasi paham materialisme. Pengabdian ini, berupaya untuk memberikan solusi dari problematik komunitas, melalui pendekatan cerama keagamaan aplikatif. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah diawali dengan observasi, memahami/identifikasi problematik, setelah itu kemudian dengan cerama keagamaan. Hasil bimbingan menunjukan adanya upaya komunitas Tandara, untuk sadar dan memahami problematik. Subyek pengabdian cukup memahami bahwa persoalan yang mereka alami, adalah hal yang bisa direvitalisasi, mengubah relasi assosiatif berdasarkan nilai religiustas dan kultural dalam komunitas Tandara. Problematik disharmoni, dan relasi dissosiatif, adalah hal yang bisa dikonstruk menjadi relasi assossiatif – yang harmoni, dalam tatanan komunitas yang harmoni, walaupun perubahan tidak bisa dihindari.
GENDER ROLE IDENTITY DAN DARK PERSONALITY : STUDI KORELASI PADA POPULASI MAHASISWA Rabbani Muhammad Gibran; Ashari Ashari
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 5, Nomor 3 November 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjser.v5i3.80907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gender role identity dengan dark triad personality pada mahasiswa di Kota Makassar. Dark triad personality merupakan kepribadian dengan tiga dimensi utama, yaitu machiavellianism, narcissism, dan psychopathy. Sementara itu, gender role identity mengacu pada identitas peran gender individu yang dikategorikan menjadi maskulin, feminin, dan androgini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 52 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar, yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara daring dan luring. Instrumen yang digunakan adalah Bem Sex Role Inventory untuk mengukur gender role identity dan skala dark triad personality yang diadaptasi dari Avitasari (2018). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gender role identity dengan ketiga dimensi dark triad personality, yaitu machiavellianism (p = 0.080), narcissism (p = 0.408), dan psychopathy (p = 0.138). Temuan ini menunjukkan bahwa identitas peran gender tidak berpengaruh terhadap kecenderungan sifat-sifat kepribadian gelap pada mahasiswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan cakupan populasi yang lebih luas.
Pola Okupasi Perempuan Petani Pegunungan dalam Ranah Domestik Ashari Ashari
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i3.23455

Abstract

Penelitian  adalah penelitian dasar, yang mengambil setting penelitian  pada komunitas pegunungan  Pengkasalu, Desa Kaili Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Signifikansi penelitian adalah berupaya untuk menjabarkan pola kerja perempuan petani pegunungan dalam ranah domestik.  Pola kerja dalam ranah domestik adalah bagian dari pola kerja, yang menjadi rutinitas para petani perempuan sebelum berangkat kerja dalam ranah publik, pada lahan pertanian.  Metode penelitian yang digunakan dalam penbelitian ini adalah metode riset deskriptif, dengan berupaya untuk “mengambarkan”, tentang skenario para perempuan dalam mensiasati, berbagai kerja dalam keluarga dan ,masyarakat luas. Proses penelitian di awali dengan pengumpulan data, kemudian dilanjutkan dengan  verifikasi, untuk selanjutnya, di rekonstruksi dalam bentuk narasi ilmiah. Hasil riset menunjukkan bahwa : pola kerja perempuan pegunungan dalam ranah domestik adalah pola kerja yang berkaitan dengan merawat anak, memasak mendidik / membelajakan anak,  dan mencuci dalam rumah tangga. Pola kerja ini dilakukan dengan penuh kesadaran sebagai bagian dari pola kultur yang dianggap, menstruktur dalam keluarga. Dengan okupasi ini, dimaksudkan dapat lebih memperkaya  fungsi keluarga dan membangun keluarga yang demikian harmoni, dan dipahami jauh dari tindak kekerasan.Kata Kunci :  Okupasi Perempuan dan  Ranah DomestikAbstractThis research is a basic research setting in the Pengkasalu mountain community, Kaili Village, Luwu Regency, South Sulawesi. Its significance lies in its attempt to describe the work patterns of women farmers in the domestic sphere. Domestic work patterns are part of the routine work patterns of women farmers before leaving for public work on agricultural land. The research method used in this study is descriptive, which attempts to "describe" the scenarios women navigate through various work within the family and the wider community. The research process begins with data collection, followed by verification, and then reconstructed into a scientific narrative. The research results indicate that: mountain women's work patterns in the domestic sphere are related to childcare, cooking, educating/parenting, and washing in the household. These work patterns are carried out consciously as part of a cultural pattern that is considered to structure the family. This occupation is intended to further enrich family functions and build a harmonious family, understood to be free from violence.Keywords: Women's Occupation and the Domestic Sphere