This Author published in this journals
All Journal MEMACE
Husina Humaira
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Gaya Bahasa Dalam Novel El-Mansiya (Yang Terlupakan) Karya Zack Arya Husina Humaira; Damayanti
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 2 No. 1 (2024): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v2i1.6577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis dan penggambaran gaya bahasa yang terdapat dalam novel El-Mansiya (Yang Terlupakan) karya Zacka Arya.Penelitian ini menggunakn pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hermeneutik. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang menunjukkan gaya bahasa yang terdapat dalam novel El-Mansia (Yang Terlupakan). Sumber data dalam penelitian ini adalah novel El-Mansia (Yang Terlupakan).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam novel ini digunakan beberapa gaya bahasa. Gaya bahasa yang terdapat dalam novel El-Mansia (Yang Terlupakan) terdiri dari: (1) gaya bahasa perbandingan meliputi perumpamaan, metafora, personifikasi, depersonifikasi, antisipasi atau prolepsis, pleonasme dan tautologi, dan perifrasia; (2) gaya bahasa pertentangan meliputi oksimoron dan paradoks; (3) gaya bahasa pertautan meliputi eufemisme, antonomasia, erotosis;(4) gaya bahasa perulangan meliputi aliterasi, asonansi, anafora, epistrofa, dan epizeukis. Gaya bahasa yang paling dominan dipakai dalam novel El-Mansiya (Yang Terlupakan) adalah metafora. Penggambaran gaya bahasa oleh pengarang untuk menampilkan efek keindahan serta makna yang tersirat namun tepat. Pada penelitian ini penggambaran gaya bahasa banyak dilakukan dengan membandingkan dua konteks yang berbeda tanpa menggunakan kata bak, seperti, dan bagai.
Kesantunan Tindak Tutur Direktif Dalam Pembelajaran Teks Argumentasi Kelas IX SMP IT Zurriyatul Qurani Ma’arif Indah Purmasari; husina humaira; Muhammad Bagus Bagaskoro Angkasa
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 1 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i1.6626

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk tindak tutur direktif dan strategi kesantunan berbahasa dalam pembelajaran teks argumentasi kelas IX SMP IT Zurriyatul Qurani Ma’arif melalui kegiatan debat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur direktif yang digunakan serta menganalisis strategi kesantunan yang menyertainya dalam interaksi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, rekaman, dan dokumentasi tuturan siswa. Data dianalisis menggunakan pendekatan pragmatik dengan mengacu pada teori tindak tutur dan kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima bentuk tindak tutur direktif, yaitu perintah, permintaan, ajakan, saran, dan permintaan izin, dengan total 20 data. Bentuk yang paling dominan adalah ajakan, sedangkan perintah dan permintaan izin paling sedikit ditemukan. Dari segi strategi kesantunan, penggunaan tindak tutur direktif didominasi oleh kesantunan positif, diikuti kesantunan negatif, strategi tidak langsung, dan penggunaan langsung yang terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran teks argumentasi berlangsung secara persuasif, partisipatif, dan tetap menjunjung tinggi etika komunikasi. Dengan demikian, tindak tutur direktif tidak hanya berfungsi sebagai pengarah interaksi, tetapi juga sebagai strategi retoris dan pedagogis dalam mendukung kemampuan berpikir kritis dan komunikasi santun siswa.
Kritik Sastra Mimetik Pada Lirik Lagu Jalan Pulang Karya Closehead Sebagai Representasi Makna Hidup Husina Humaira; Damayanti
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 2 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i2.6578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna hidup yang terkandung dalam lirik lagu "Jalan Pulang" karya Closehead menggunakan pendekatan kritik sastra mimetik. Metode ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Lirik lagu dianalisis sebagai cerminan realitas kehidupan manusia yang mengandung nilai filosofis mendalam tentang perjalanan hidup, penyesalan, harapan, dan pencarian jati diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu "Jalan Pulang" merepresentasikan berbagai dimensi makna hidup, antara lain: (1) kerinduan akan nilai-nilai asali kehidupan, (2) kesadaran akan kefanaan dan perjalanan waktu, (3) konflik batin antara kenyataan dan harapan, (4) pencarian identitas dan kepulangan sebagai metafora pencapaian tujuan hidup, serta (5) dimensi spiritual berupa kepasrahan dan penerimaan. Melalui pendekatan mimetik, terbukti bahwa lirik lagu ini bukan sekadar teks musikal, melainkan sebuah representasi literer yang mencerminkan pengalaman eksistensial universal manusia.