Penelitian ini mengkaji bentuk tindak tutur direktif dan strategi kesantunan berbahasa dalam pembelajaran teks argumentasi kelas IX SMP IT Zurriyatul Qurani Ma’arif melalui kegiatan debat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur direktif yang digunakan serta menganalisis strategi kesantunan yang menyertainya dalam interaksi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, rekaman, dan dokumentasi tuturan siswa. Data dianalisis menggunakan pendekatan pragmatik dengan mengacu pada teori tindak tutur dan kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima bentuk tindak tutur direktif, yaitu perintah, permintaan, ajakan, saran, dan permintaan izin, dengan total 20 data. Bentuk yang paling dominan adalah ajakan, sedangkan perintah dan permintaan izin paling sedikit ditemukan. Dari segi strategi kesantunan, penggunaan tindak tutur direktif didominasi oleh kesantunan positif, diikuti kesantunan negatif, strategi tidak langsung, dan penggunaan langsung yang terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran teks argumentasi berlangsung secara persuasif, partisipatif, dan tetap menjunjung tinggi etika komunikasi. Dengan demikian, tindak tutur direktif tidak hanya berfungsi sebagai pengarah interaksi, tetapi juga sebagai strategi retoris dan pedagogis dalam mendukung kemampuan berpikir kritis dan komunikasi santun siswa.
Copyrights © 2026