p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JUPEMA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Guru MGMP Matematika Kota Jambi: Desain Media AR-Math Trail untuk Pembelajaran Outdoor: (Jambi City Mathematics MGMP Teacher Training: AR-Math Trail Media Design for Outdoor Learning) Anwar, Sofnidar; Anwar, Khairul; Arisha, Bella; Hidayah, Nurul; Kamid
Jurnal JUPEMA Vol. 5 No. 01 (2026): May 2026 (on progress)
Publisher : Laboratorium Pembelajaran FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jupema.v5i01.54766

Abstract

Integrating Augmented Reality (AR) with outdoor mathematics activities is a promising approach to contextualize mathematical concepts, yet most secondary mathematics teachers lack the skills to design such media. This community service program trained the Mathematics Subject Teachers' Group (MGMP) of Jambi City in designing AR-Math Trail media for outdoor learning. The program comprised a needs analysis survey, an intensive hands-on workshop on AR tools (Assemblr EDU, HP Reveal) and Math Trail design principles, guided prototype development at iconic Jambi City landmarks, and collaborative reflection. Pre- and post-training assessments involving 32 participating teachers showed that 90% increased their understanding of AR-based instructional design, with the average knowledge score rising from 2.6 to 8.3 on a 10-point scale. Participants produced 14 AR-Math Trail prototypes covering trigonometry, geometry, statistics, and transformation topics mapped to local landmarks. In classroom trials, 85% of students demonstrated higher engagement, and average mathematics scores improved by 24.5%. Furthermore, 88% of teachers reported increased confidence in designing technology-enhanced outdoor lessons. These findings indicate that a practice-based, locally contextualized training model effectively equips teachers with the competencies to design AR-Math Trail media that are interactive, collaborative, and grounded in the local environment. Abstrak. Integrasi Augmented Reality (AR) dengan aktivitas matematika di luar ruangan merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk mengontekstualisasikan konsep-konsep matematika, namun sebagian besar guru matematika sekolah menengah belum memiliki keterampilan untuk mendesain media tersebut. Program pengabdian masyarakat ini melatih Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Kota Jambi dalam mendesain media AR-Math Trail untuk pembelajaran outdoor. Program ini terdiri atas survei analisis kebutuhan, workshop intensif praktik langsung menggunakan alat AR (Assemblr EDU, HP Reveal) dan prinsip desain Math Trail, pendampingan pengembangan prototipe di titik-titik ikonik Kota Jambi, serta refleksi kolaboratif. Penilaian sebelum dan sesudah pelatihan terhadap 32 guru peserta menunjukkan bahwa 90% meningkatkan pemahaman mereka tentang desain pembelajaran berbasis AR, dengan rata-rata skor pengetahuan naik dari 2,6 menjadi 8,3 pada skala 10 poin. Peserta menghasilkan 14 prototipe AR-Math Trail yang mencakup topik trigonometri, geometri, statistika, dan transformasi yang dipetakan pada landmark lokal. Dalam uji coba di kelas, 85% siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan, dan nilai rata-rata matematika naik 24,5%. Selain itu, 88% guru melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam merancang pembelajaran outdoor berbasis teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa model pelatihan berbasis praktik dan konteks lokal secara efektif membekali guru dengan kompetensi mendesain media AR-Math Trail yang interaktif, kolaboratif, dan berpondasi pada lingkungan lokal.
Pelatihan Literasi Teknologi: Pengembangan Kompetensi Dasar AI dan Coding Bagi Guru MGMP Matematika Rayon 1 Kota Jambi Sebagai Upaya Mendukung Program Kurikulum Deep Learning: (Technology Literacy Training: Developing Basic AI and Coding Competencies for Mathematics MGMP Teachers in Rayon 1, Jambi City, as an Effort to Support the Deep Learning Curriculum Program) Anwar, Khairul; Kamid; kurniawan, Wawan; Anwar, Sofnidar; Pertiwi Rasmi, Dian; Anwar, Syaiful
Jurnal JUPEMA Vol. 5 No. 01 (2026): May 2026 (on progress)
Publisher : Laboratorium Pembelajaran FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jupema.v5i01.54767

Abstract

The rapid advancement of artificial intelligence (AI) and its integration into national curriculum policies demand that mathematics teachers acquire foundational competencies in both AI literacy and coding. However, the majority of in-service teachers lack structured training in these domains. This community service program provided technology literacy training for mathematics teachers of MGMP Rayon 1 Jambi City, focusing on developing AI and coding foundational competencies to support the Deep Learning Curriculum initiative. The program consisted of four stages: a diagnostic needs assessment, an intensive workshop covering AI fundamentals (prompt engineering, generative AI for lesson design) and block-based coding using Scratch and Python basics, a mentored classroom implementation phase, and a collaborative evaluation session. Pre- and post-assessments involving 35 teachers revealed that 91% of participants improved their AI literacy scores, with the average rising from 2.4 to 7.9 on a 10-point scale. In coding competency, 87% of participants successfully developed at least two functional mathematics learning projects. Classroom trials showed an 87% student engagement rate and an average 22.8% improvement in mathematical problem-solving scores. Additionally, 89% of teachers reported greater confidence in integrating AI tools and coding into daily instruction. These results demonstrate that a practice-oriented, context-responsive training model effectively prepares teachers for the demands of AI-era mathematics education. Abstrak. Kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI) dan integrasinya dalam kebijakan kurikulum nasional menuntut guru matematika memiliki kompetensi dasar di bidang literasi AI dan coding. Namun, sebagian besar guru belum mendapatkan pelatihan terstruktur dalam kedua domain tersebut. Program pengabdian masyarakat ini menyelenggarakan pelatihan literasi teknologi bagi guru matematika MGMP Rayon 1 Kota Jambi, dengan fokus pada pengembangan kompetensi dasar AI dan coding untuk mendukung program Kurikulum Deep Learning. Program ini terdiri atas empat tahap: asesmen diagnostik kebutuhan, workshop intensif yang mencakup dasar-dasar AI (prompt engineering, AI generatif untuk desain pembelajaran) dan coding berbasis blok menggunakan Scratch serta dasar Python, fase implementasi terbimbing di kelas, dan sesi evaluasi kolaboratif. Penilaian sebelum dan sesudah pelatihan terhadap 35 guru menunjukkan bahwa 91% peserta meningkatkan skor literasi AI mereka, dengan rata-rata naik dari 2,4 menjadi 7,9 pada skala 10 poin. Dalam kompetensi coding, 87% peserta berhasil mengembangkan minimal dua proyek pembelajaran matematika fungsional. Uji coba di kelas menunjukkan tingkat keterlibatan siswa 87% dan peningkatan rata-rata 22,8% pada skor pemecahan masalah matematika. Selain itu, 89% guru melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengintegrasikan alat AI dan coding ke dalam pembelajaran sehari-hari. Hasil ini menunjukkan bahwa model pelatihan berbasis praktik dan responsif konteks secara efektif mempersiapkan guru menghadapi tuntutan pendidikan matematika di era AI.