Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGENALAN ALAT-ALAT OPTIK BAGI GURU-GURU IPA DI SMP NEGERI 1 MUARO JAMBI: PENGENALAN ALAT-ALAT OPTIK BAGI GURU-GURU IPA DI SMP NEGERI 1 MUARO JAMBI Sri Purwaningsih; Haerul Pathoni; Mia Aina; Dian Pertiwi Rasmi; Pinta Murni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pinang Masak Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpm.v2i1.13011

Abstract

Telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat di SMP Negeri 1 Muaro Jambi, pengabdian ini dilakukan terhadap guru-guru IPA. Dari hasil wawancara dengan guru tersebut pembelajaran optik selama ini belum diajarkan melalui praktikum dan percobaan, karena berbagai faktor yang kurang mendukung sehingga praktikum percobaan fisika sering tidak dilakukan, kendala yang paling banyak dijumpai adanya keterbatasan alat-alat praktikum yang tersedia. Untuk memahami konsep yang baik, disamping mempelajari teori juga harus disertai dengan praktikum agar dapat memahami konsep dengan baik dan juga menambah minat belajar siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan pengenalan alat-alat optik dan pada akhirnya melakukan praktikumnya agar guru-guru dapat lebih terampil dan memiliki khasanah yang luas dalam mengajarkan materi optik tersebut. Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian sangat dibutuhkan bagi pihak sekolah terutama SMP Negeri 1 Muaro Jambi, dengan adanya kegiatan pengabdian ini, guru IPA sangat terbantu dengan adanya pengenalan alat-alat optik dan mendapat menambah inspirasi bagi guru untuk melakukan praktikum alat-alat optik di sekolah.
Pelatihan Penerapan Model STEAM-2C Pada Pembelajaran Fisika Bagi Guru SMAN 8 Tanjab Timur Hendri, Menza; Nehru, Nehru; Pertiwi Rasmi, Dian; Veronika Sirait, Jeliana
Estungkara: Jurnal Pengabdian Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/est.v2i2.29100

Abstract

STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) is a learning approach that can train students to be able to communicate, collaborate, think critically, and solve problems, as well as creativity and innovation so that they are able to face global challenges. The purpose of this community service activity is to train physics teachers of SMAN 8 Tanjung Jabung Timur to use the STEAM-2C model in the learning process. The output produced in this activity is the Student Worksheet based on the STEAM-2C model. The methods used in this activity began with lecture, discussion, question and answer, and assignment methods. After this activity, it is hoped that teachers can integrate the STEAM-2C model in various forms of teaching materials and be able to implement it in learning activities.
Taman Pustaka sebagai Program Peningkatan Literasi dan Motivasi untuk Melanjutkan Pendidikan Di Desa Sungai Dungun Nisaul Afifah; Muhammad Musyaddad; Rindy Puspita Anggrini; Reva Dwi Kiranti; Mely Chelvina Harahap; Dian Pertiwi Rasmi
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/japamul.v3i2.642

Abstract

Desa memiliki peran yang sangat penting dalam hal pemerataan pendidikan. Ketidakmerataan pendidikan adalah masalah utama pendidikan di Indonesia. Hampir semua proses pendidikan bergantung pada kemampuan literasi individu khususnya dalam kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi. Pengupayaan literasi sangat sulit dilakukan terutama di kawasan pedesaan yang terbatas dalam segi sarana dan prasarana. Saat ini desa-desa di Indonesia masih banyak memiliki warga yang kurang dalam daya minat baca atau literasi salah satunya adalah desa Sungai Dungun. Sebagai desa yang terletak sangat jauh dari pusat kota, desa ini mengalami banyak ketertinggalan terutama dalam hal Pendidikan. Dari tiga instansi pendidikan yang berada di sana, tidak ada satupun instansi yang memiliki perpustakaan sebagai tempat bagi para siswa untuk membaca dan mencari ilmu pengetahuan. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya kemampuan literasi dasar dan literasi digital masyarakat Desa Sungai Dungun khususnya para remaja yang berada pada rentang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Maka diperlukan suatu solusi berupa pemberdayaan masyarakat mengenai permasalahan tersebut. Adapun metode pengabdian ini terdiri atas observasi, wawancara, diskusi solusi, kesepakatan program, sosialisasi, implementasi, evaluasi dan monitoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat Taman Pustaka yang telah diimplementasikan di Desa Sungai Dungun telah memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat di desa tersebut.
Efektivitas Program Pengajian Antara Maghrib Isya dalam Meningkatkan Kualitas Iman dan Takwa Masyarakat Di Desa Setiris Farrizqi, Muhammad Nur; Zulkarnain, Nia; Rasyid, Putri Balqis Ar; Aulia, Mega; Amanda, Nelfira Dwina; Pertiwi, Dian Rasmi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11306

Abstract

Desa memiliki peran yang sangat penting dalam hal pemerataan pendidikan. Ketidakmerataan pendidikan adalah masalah utama pendidikan di Indonesia. Hampir semua proses pendidikan bergantung pada kemampuan literasi individu khususnya dalam kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi. Pengupayaan PAMI sangat sulit dilakukan terutama di kawasan pedesaan yang terbatas dalam segi sarana dan prasarana. Saat ini desa-desa di Indonesia masih banyak memiliki warga yang kurang dalam belajar membaca al-qur’an salah satunya adalah desa Setiris. Sebagai desa yang terletak sangat jauh dari pusat kota, desa ini mengalami banyak ketertinggalan terutama dalam hal Pendidikan. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya kemampuan belajar al-qur’an dalam masyarakat Desa Setiris khususnya para remaja yang berada pada rentang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Maka diperlukan suatu solusi berupa pemberdayaan masyarakat mengenai permasalahan tersebut. Adapun metode pengabdian ini terdiri atas observasi, wawancara, diskusi solusi, kesepakatan program, sosialisasi, implementasi, evaluasi dan monitoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat pada PAMI yang telah diimplementasikan di Desa Setiris telah memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat di desa tersebut.
TAMAN PUSTAKA SEBAGAI PROGRAM PENINGKATAN LITERASI DAN MOTIVASI UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN DI DESA SUNGAI DUNGUN Musyaddad, Muhammad; Afifah, Nisaul; Anggrini, Rindy Puspita; Dwi Kiranti, Reva; Chelvina Harahap, Mely; Pertiwi Rasmi, Dian
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 3 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i3.7524

Abstract

Desa memiliki peran yang sangat penting dalam hal pemerataan pendidikan. Ketidakmerataan pendidikan adalah masalah utama pendidikan di Indonesia. Hampir semua proses pendidikan bergantung pada kemampuan literasi individu khususnya dalam kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi. Pengupayaan literasi sangat sulit dilakukan terutama di kawasan pedesaan yang terbatas dalam segi sarana dan prasarana. Saat ini desa-desa di Indonesia masih banyak memiliki warga yang kurang dalam daya minat baca atau literasi salah satunya adalah desa Sungai Dungun. Sebagai desa yang terletak sangat jauh dari pusat kota, desa ini mengalami banyak ketertinggalan terutama dalam hal Pendidikan. Dari tiga instansi pendidikan yang berada di sana, tidak ada satupun instansi yang memiliki perpustakaan sebagai tempat bagi para siswa untuk membaca dan mencari ilmu pengetahuan. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya kemampuan literasi dasar dan literasi digital masyarakat Desa Sungai Dungun khususnya para remaja yang berada pada rentang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Maka diperlukan suatu solusi berupa pemberdayaan masyarakat mengenai permasalahan tersebut. Adapun metode pengabdian ini terdiri atas observasi, wawancara, diskusi solusi, kesepakatan program, sosialisasi, implementasi, evaluasi dan monitoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat Taman Pustaka yang telah diimplementasikan di Desa Sungai Dungun telah memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat di desa tersebut.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Berupa Modul Elektronik Berbasis STEM Dian Pertiwi Rasmi; Menza Hendri; Riza Azriyanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 6 (2023): June
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i6.2683

Abstract

The purpose of this study was to analyze the needs of teachers for the development of teaching materials in the form of STEM-based electronic modules. Development using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementatin, Evaluation). The data obtained through interviews with one of the physics teachers in Kerinci district, the results of the interviews are that in the learning process teachers have not used electronic modules with the STEM approach and require electronic modules with the STEM approach because the STEM approach focuses more on real-world problems or problems in everyday life. based on a combination of four aspects, namely  Science, Technology, Engineering, and Mathematics, making it easier for students to understand the material, besides that it can also improve students' scientific literacy. So that researchers will carry out the development of STEM-based electronic modules.
Pelatihan Literasi Teknologi: Pengembangan Kompetensi Dasar AI dan Coding Bagi Guru MGMP Matematika Rayon 1 Kota Jambi Sebagai Upaya Mendukung Program Kurikulum Deep Learning: (Technology Literacy Training: Developing Basic AI and Coding Competencies for Mathematics MGMP Teachers in Rayon 1, Jambi City, as an Effort to Support the Deep Learning Curriculum Program) Anwar, Khairul; Kamid; kurniawan, Wawan; Anwar, Sofnidar; Pertiwi Rasmi, Dian; Anwar, Syaiful
Jurnal JUPEMA Vol. 5 No. 01 (2026): May 2026 (on progress)
Publisher : Laboratorium Pembelajaran FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jupema.v5i01.54767

Abstract

The rapid advancement of artificial intelligence (AI) and its integration into national curriculum policies demand that mathematics teachers acquire foundational competencies in both AI literacy and coding. However, the majority of in-service teachers lack structured training in these domains. This community service program provided technology literacy training for mathematics teachers of MGMP Rayon 1 Jambi City, focusing on developing AI and coding foundational competencies to support the Deep Learning Curriculum initiative. The program consisted of four stages: a diagnostic needs assessment, an intensive workshop covering AI fundamentals (prompt engineering, generative AI for lesson design) and block-based coding using Scratch and Python basics, a mentored classroom implementation phase, and a collaborative evaluation session. Pre- and post-assessments involving 35 teachers revealed that 91% of participants improved their AI literacy scores, with the average rising from 2.4 to 7.9 on a 10-point scale. In coding competency, 87% of participants successfully developed at least two functional mathematics learning projects. Classroom trials showed an 87% student engagement rate and an average 22.8% improvement in mathematical problem-solving scores. Additionally, 89% of teachers reported greater confidence in integrating AI tools and coding into daily instruction. These results demonstrate that a practice-oriented, context-responsive training model effectively prepares teachers for the demands of AI-era mathematics education. Abstrak. Kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI) dan integrasinya dalam kebijakan kurikulum nasional menuntut guru matematika memiliki kompetensi dasar di bidang literasi AI dan coding. Namun, sebagian besar guru belum mendapatkan pelatihan terstruktur dalam kedua domain tersebut. Program pengabdian masyarakat ini menyelenggarakan pelatihan literasi teknologi bagi guru matematika MGMP Rayon 1 Kota Jambi, dengan fokus pada pengembangan kompetensi dasar AI dan coding untuk mendukung program Kurikulum Deep Learning. Program ini terdiri atas empat tahap: asesmen diagnostik kebutuhan, workshop intensif yang mencakup dasar-dasar AI (prompt engineering, AI generatif untuk desain pembelajaran) dan coding berbasis blok menggunakan Scratch serta dasar Python, fase implementasi terbimbing di kelas, dan sesi evaluasi kolaboratif. Penilaian sebelum dan sesudah pelatihan terhadap 35 guru menunjukkan bahwa 91% peserta meningkatkan skor literasi AI mereka, dengan rata-rata naik dari 2,4 menjadi 7,9 pada skala 10 poin. Dalam kompetensi coding, 87% peserta berhasil mengembangkan minimal dua proyek pembelajaran matematika fungsional. Uji coba di kelas menunjukkan tingkat keterlibatan siswa 87% dan peningkatan rata-rata 22,8% pada skor pemecahan masalah matematika. Selain itu, 89% guru melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengintegrasikan alat AI dan coding ke dalam pembelajaran sehari-hari. Hasil ini menunjukkan bahwa model pelatihan berbasis praktik dan responsif konteks secara efektif mempersiapkan guru menghadapi tuntutan pendidikan matematika di era AI.