Fihris Fihris
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spiritual Resilience in Multicultural Schools: Tahfidz High School Students' Efforts in Maintaining Qur’an Memorisation Andhika Sugeng Riyanto; M. Rikza Chamami; Fihris Fihris
JIE (Journal of Islamic Education) Vol. 11 No. 1 (2026): JIE: (Journal of Islamic Education)
Publisher : Yayasan Letiges Konsultan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/jie.v11i1.690

Abstract

This study was motivated by the development of the Tahfidz Qur'an programme in public schools and the limited research on the spiritual resilience of tahfidz students in public secondary schools that are multicultural in terms of religion and social background. This study aims to analyse the commitment, challenges, and adaptive strategies of tahfidz students in maintaining their memorisation of the Qur'an at SMA Negeri 3 Semarang. The research used a qualitative approach with a case study design. Data collection techniques included unstructured interviews, non-participatory observation, and documentation, with primary data sources in the form of interviews and observations, and secondary data sources in the form of supporting documents for the tahfidz programme. Data analysis was carried out using the Miles and Huberman model, while data validity was maintained through triangulation and member checking techniques. The results of the study show that the Tahfidz Programme at SMA Negeri 3 Semarang was born from the initiative of parents, supported by the school, PPPA (Program Pelatihan Penghafal Al-Qur’an) Darul Qur'an, and alums. Commitment to memorisation was formed through religious socialisation and intrinsic motivation. Multicultural challenges were relatively minor, in the form of awkwardness and peer distraction. Students applied social adaptation and self-regulation to maintain consistent and continuous muraja'ah.
Implementasi Tata Tertib Sekolah dalam Membentuk Perilaku Belajar dan Disiplin Siswa di MI Islamiyah Podorejo Semarang Emilia Roffa Arisa; Fihris Fihris
⁠⁠Jurnal Literasi Indonesia Vol. 1 No. 8 (2024): Jurnal Literasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi tata tertib sekolah dalam membentuk perilaku belajar dan disiplin siswa. Tata tertib sekolah merupakan seperangkat aturan dan norma yang mengatur perilaku siswa di lingkungan pendidikan. Perilaku belajar siswa sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekolah, termasuk penerapan tata tertib yang konsisten dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi untuk mendapatkan data tentang implementasi tata tertib sekolah dan perilaku belajar siswa. Data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi pola dan hubungan antara tata tertib sekolah dengan perilaku belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi tata tertib sekolah yang konsisten dan berkelanjutan memiliki dampak positif dalam membentuk perilaku belajar siswa. Tata tertib yang jelas dan diterapkan secara adil oleh seluruh anggota sekolah menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran. Siswa cenderung lebih fokus, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap tugas-tugas akademik mereka. Penerapan tata tertib yang efektif harus didukung oleh komitmen dan partisipasi aktif dari semua pihak terkait di sekolah. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana tata tertib sekolah dapat menjadi alat yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan membentuk perilaku belajar siswa yang lebih baik. Terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dari implementasi tata tertib dalam sekolah tersebut. Faktor pendukung antara lain sebagai berikut yaitu faktor dari kepala sekolah atau pimpinan sekolah, faktor guru,siswa, dan tokoh masyarakat. Sedangkan faktor penghambat adalah lingkungan disekitar dan diri mereka sendiri.