Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strengthening anti-corruption efforts for the digital native generation based on the path analysis model Djulya Eka Pusvita; Arini Asriyani; Surya Dharma; Didin Wahyudi
Integritas: Jurnal Antikorupsi Vol 11 No 2 (2025): INTEGRITAS: Jurnal Antikorupsi
Publisher : Komisi Pemberantasan Korupsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32697/integritas.v11i2.1621

Abstract

The results of observations on the digital native generation indicate a problem in which students generally have limited understanding of the impacts of corruption and tend to believe that corruption only occurs at the governmental level, having no direct relevance to their personal lives. Based on this issue, it is important to explore the factors that may influence anti-corruption behavior among digital natives, particularly because variables such as digital legal literacy, character education, and teacher performance have rarely been examined comprehensively in this context. Therefore, this study aims to investigate the crucial mediating role of digital legal literacy in the relationship between character education and teacher performance in shaping anti-corruption behavior among digital native students. This research employed a quantitative approach by developing a path analysis model. The population consisted of digital native students enrolled at the senior high school level in Gowa Regency. Data were collected using a Likert-scale questionnaire, and the data analysis technique used was path analysis. The findings reveal that digital legal literacy plays a significant mediating role in the influence of character education and teacher performance on shaping anti-corruption behavior among digital native students at the senior high school level.
Sosialisasi Etika dan Hukum dalam Pelayanan Kesehatan: Upaya Peningkatan Pemahaman Pasien di Puskesmas Bontonompo 1 Gowa Hardi Hardi; Djulya Eka Pusvita; Asmarani Harma; Muhammad Asri
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6, No 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v6i2.6448

Abstract

Etika dan hukum kesehatan merupakan dua pilar penting yang harus berjalan seimbang dalam setiap praktik pelayanan kesehatan. Ketidaksesuaian antara teori dan implementasi sering kali menjadi sumber permasalahan dalam organisasi pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit maupun di puskesmas. Permasalahan yang muncul meliputi pelanggaran etika profesi, ketidakpatuhan terhadap regulasi, serta kurangnya pemahaman tenaga kesehatan dan pasien mengenai hak dan kewajiban mereka. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Program Studi Administrasi Kesehatan dan Program Studi Hukum di Puskesmas Bontonompo 1 Gowa bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku literasi masyarakat mengenai etika dan aspek hukum dalam pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi partisipatif melalui penyuluhan dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman pasien terhadap prinsip-prinsip etika medis, hak atas informasi, persetujuan tindakan medis (informed consent), serta perlindungan kerahasiaan data pribadi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam mengurangi konflik medis dan memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat, serta mendukung terciptanya sistem pelayanan kesehatan yang lebih adil, transparan, dan berorientasi pada hak pasien.