Masyarakat Suku Sama mendiskripsikan konda adalah kondisi tinggi muka air dalam kondisi tidak pasang dan tidak surut dengan permukaan air relatif tenang. Mereka mampu mendeteksi karakter dari tinggi air serta waktu terjadinya konda, dimana konda dapat terjadi dimalam atau siang hari dan berlangsung selama 3 – 5 hari. Informasi tersebut mengindikasikan sebagai pengetahuan lokal “ethno-tide” sebagai dasar mereka menyusun perencanaan aktifitas di laut. Pola, waktu serta lamanya pergerakan tinggi air sebagai karakteristik pasang surut saat konda terjadi. Karakteristik tersebut perlu dibuktikan akurasi ethno-tide Suku Sama dalam mengidentifikasi fenomena konda. Hasil penelitian ethno-tide Suku Sama untuk tipe pasang surut campuran condong keharian ganda memperlihatkan bahwa pola tinggi air peak I < peak II jika posisi bulan dan matahari berada pada posisi Ephimeries (Dec) yang sama terhadap ekuator langit, peak I > peak II jika bulan berada di posisi ephimeries yang berbeda dari ekuator langit. Konda mempunyai karakteristik yang membentuk keseimbangan antara pola pembentuk, durasi serta waktu terjadinya. Pemahaman akan waktu penanggalan hijriah, waktu terjadinya konda terhadap waktu shalat fardhu dan durasi konda memudahkan masyarakat Suku Sama merencanakan aktifitas mereka di laut. Pengetahuan lokal Suku Sama dalam mendeteksi fenomena konda adalah suatu kebenaran ilmiah.