Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Karakter Kaoruko Waguri Dalam Anime Kaoru Hana Wa Rin To Saku: Studi Visual Narrative Aprilia Sakila Dewi; Muhammad Fathoni; Ni Putu Sinta Dewi
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6188

Abstract

Anime merupakan salah satu bentuk budaya popular yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana ekpresi artistik dan komunikasi budaya yang kompleks melalui visual naratifnya. salah satu anime yang menarik untuk dianalisis adalah Kaoru Hana Wa Rin To saku khususnya pada karakter utamanya yakni Kaoruko Waguri. Karakter Kaoruko Waguri menjadi pusat perhatian utama dalam anime ini karena representasinya sebagai sosok perempuan Jepang modern yang ideal dan penuh makna simbolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakter Kaoruko Waguri menggunakan pendekatan visual narrative Trischa Goodnow, teori representasi Stuard Hall, dan teori mitos kecantikan Naomi Wolf. Kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode dan pengumpulan data berupa observasi terhadap 13 episode anime dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan terhadap visual dan narative karakter kaoruko waguri yang meliputi bentuk wajah, busana, framing, pencahayaan dan juga kebiasaan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Kaoruko Waguri di bangun berdasarkan pada estetika kawaii yang berfokus pada kesan kepolosan dan kelembutan. Kaoruko waguri juga representasi kecantikan alami wanita jepang melalui perilaku sopan dan rendah hati. Ditemukan juga mitos kecantikan pada karakter kaoruko waguri yang terkadang menentang dan kadang juga sesuai dengan mitos tersebut. Dengan demikian, karakter Kaoruko Waguri mereprsentasikan kecantikan wanita jepang ideal yang tidak hanya berpatokan pada standar fisik.
Redesign Identitas Visual Usaha Mikro Kecil dan Menengah Cilok Ngakak Aprilia Sakila Dewi; Hasbullah Hasbullah; I Gede Anjas Kharisma Nata
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13175

Abstract

UMKM Cilok Ngakak merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang kuliner yang mengalami perkembangan usaha cukup pesat, namun belum didukung oleh identitas visual yang mampu merepresentasikan karakter merek secara optimal. Permasalahan tersebut ditunjukkan oleh bentuk logo yang kurang sederhana, penggunaan elemen visual yang belum konsisten, serta belum adanya pedoman identitas visual sehingga mengurangi kemampuan merek dalam membangun citra dan meningkatkan daya ingat konsumen. Penelitian ini bertujuan merancang ulang identitas visual UMKM Cilok Ngakak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode design thinking yang meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan kuesioner. Proses perancangan mengusung konsep visual pedas, ramah, dan modern melalui pengembangan logo maskot berbentuk api yang mengacu pada teori Significant Form, Perception Theory, dan psikologi warna. Hasil penelitian menghasilkan identitas visual baru berupa logo, Graphic Standard Manual (GSM), serta berbagai media pendukung identitas visual. Pengujian dilakukan menggunakan teknik triangulasi sumber dengan melibatkan lima responden. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa identitas visual yang dirancang lebih menarik, mudah dikenali, memiliki karakter visual yang lebih kuat, serta mampu merepresentasikan UMKM Cilok Ngakak sebagai produk kuliner yang pedas, ramah, dan modern. Dengan demikian, perancangan ini menghasilkan identitas visual yang lebih konsisten dan dapat menjadi pedoman penerapan identitas visual pada berbagai media komunikasi.