Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

WORKSHOP KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN CARA MENGATASI HAMBATAN KOMUNIKASI DALAM MEMBANGUN SIKAP KOLABORATIF BAGI PENGURUS OSIS SMAN 9 MATARAM Ni Putu Sinta Dewi; Muhammad Fathoni; Opan Satria Mandala; Ni Kt Putri Nila Sudewi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17617

Abstract

Kegiatan pengembangan pengetahuan dan kompetensi bagi pengurus OSIS SMAN 9 Mataram tentang komunikasi interpersonal dalam membangun sikap kolaboratif sangat penting dalam melangsungkan kegiatan organisasi. Kemampuan komunikasi interpersonal dan cara mengatasi hambatan komunikasi akan mempengaruhi citra dan peran masing-masing individu dalam organisasi. Tujuan dari kegiatan workshop ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kinerja pengurus OSIS SMAN 9 Mataram melalui kompetensi komunikasi interpersonal yang dimiliki untuk mengatasi hambatan komunikasi. Pelaksanaan kegiatan Workshop dilaksanakan di SMAN 9 Mataram dengan menggunakan metode ceramah, demontrasi dan tanya jawab berkaitan tentang komunikasi interpersonal dan cara mengatasi hambatan komunikasi dalam membangun sikap kolaboratif. Kegiatan workshop ini diikuti oleh seluruh pengurus OSIS SMAN 9 Mataram dengan pelaksanaan acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan memetakan masalah yang pernah dialami oleh pengurus OSIS SMAN 9 Mataram dan dilanjutkan dengan pemaparan materi.Pemaparan materi mengulas tentang komunikasi interpersonal, tujuan komunikasi interpersonal dan cara dalam mengatasi hambatan komunikasi. Pelaksanaan kegiatan workshop yang telah dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta kesadaran tentang esensi komunikasi interpersonal dan cara dalam mengatasi hambatan komunikasi dalam meningkatkan semangat kerja penguru OSIS SMAN 9 Mataram.
Analisis Semiotika Kecakapan Antarpersonal dalam Komunikasi Antarbudaya pada Film Pendek “Nulung” Karya Syaifullah Ni Putu Sinta Dewi; Muhammad Fathoni
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4805

Abstract

Film pendek “nulung” merupakan salah satu film dengan muatan komunikasi antarbudaya yang terjadi antara pemuda yang berbeda agama. Komunikasi antarbudaya di antara pemuda yang berbeda agama dalam film pendek nulung karya syaifullah memiliki makna yang begitu mendalam bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat multikultural. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui analisis semiotika kecakapan antarpersonal dalam komunikasi antarbudaya pada film pendek “nulung”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis semiotika Umberto Eco. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan ekspresi isi berkaitan dengan situasional percakapan antara pemuda yang berbeda latar belakang budaya terjadi sampai dengan kostum yang digunakan menyimbolkan berkaitan dengan dua pemuda yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda. Aspek denotasi ini terlihat ketika dua orang pemuda saling berkomunikasi untuk menanyakan dan mengutarakan keadaannya. Sedangkan aspek konotasi ini terlihat dari tindakan yang dilakukan sebagai makhluk sosial beragama dalam kebijaksanaannya untuk memberikan bantuan. Kecakapan antarpersonal dalam komunikasi antarbudaya yang ditemukan dalam film “nulung” yakni persepsi dalam komunikasi antarpersonal, berkomunikasi secara empati, berpartisipasi aktif dalam bertukar pesan, dan komunikasi dalam menunjukkan rasa hormat.
Peningkataan Kemampuan Ilustrasi Digital Siswa-Siswi Sekolah Mengengah Pertama Mataram I Nyoman Yoga Sumadewa; Hasbullah; Ni Putu Sinta Dewi; Chritofer Satria; I Nyoman Subudiarta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilustrasi digital semakin banyak dibutuhkan di Mataram. Terutama dalam bidang konten digital seperti: flayer, digital imaging, poster digital dana lain sebagainya. Maraknya kebutuhan karya ilustrasi digital sebagai bagian dari kemampuan pengetahuan seni dan budaya. Namun, bagaimana strategi pengembangan dan peningkatan kemampuan ilustrasi digital bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Mataram. Tujuan tulisan ini untuk mengurai strategi pendampingan dan peningkatan kemampuan ilustrasi digital siswa-siswi di Kota Mataram. Melalui metode klasikal, dan praktikum, pendampingan dan peningkatan kemampuan ilustrasi digital menunjukkan hasil talenta yang luar biasa dari siswa dan siswi SMP di Kota Mataram. Siswa-siswi yang berjumlah 13 anak tersebut, di klasifikasikan menjadi tiga siswa dan siswi yang memiliki kemampuan ilustrasi digital yang baik.
Gendered Paradoxes in Shōnen Anime: A Visual Narrative Study of Character Design and Fandom Reception of Sakura Haruno and Nami Rizky Ananta Saputra; Muhammad Fathoni; Ni Putu Sinta Dewi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6690

Abstract

The purpose of the study was to investigate the representation of female characters in popular shōnen anime across different generations by examining Sakura Haruno (Naruto) and Nami (One Piece). Both characters occupy central narrative positions yet elicit paradoxical responses within international fandoms. The materials analyzed comprised the visual and narrative texts of the selected anime series, as well as audience reception data drawn from digital fan communities. A qualitative descriptive methodology was employed, utilizing a visual narrative approach informed by Greimas’s narrative theory, Laura Mulvey’s feminist theory of representation, postfeminist perspectives, and Edwards’s narrative framework. Data were collected through close visual analysis of character design, narrative functions, expressive behaviors, and visual framing, alongside interpretative analysis of fandom discourse across online platforms. The results demonstrate that the representations of Sakura Haruno and Nami are characterized by narrative dissonance, particularly stemming from the tension between their heroic contributions and their recurrent deployment as comedic figures or objects of visual emphasis. This dissonance contributes to fragmented and polarized audience interpretations at the global level. The study concludes that female character representation in shōnen anime remains significantly shaped by gendered narrative structures and patriarchal visual conventions, which continue to influence patterns of reception and debate within international fandom cultures.
Estetik Visual Vtuber Ironmouse: Perspektif Dennis Dake Marcell Nathaniel Chondro; Muhammad Fathoni; Ni Putu Sinta Dewi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7109

Abstract

Penelitian ini menganalisi estetika visual Ironmouse menggunakan kerangka estetika Dennis Dake yang mencangkup perspektif seni, sains, dan interdisipliner. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-interpretatif, penelitian menelaah bagaimana warna, bentuk, ekspresi, dan simbol membentuk pengalaan estetis dan respons emosional audiens. Perpektif seni dijelaskan melalui konsep significant form Clive Bell serta semiotika Roland Barthes dan Charles sanders Pierce. Perspektif Sains menggunakan teori persepsi visual Ann Marie Barry dan psikologi estetika Berlyne untuk memahami bagaimana elemen visual memicu perhatian dan juga empati. Integrasi keduanya menunjukkan bahwa estetika Ironmouse tidak hanya lahir dari desain artistic, tetapi juga dari mekanisme persepsi dan budaya digital. Temuan ini mengaskan bahwa Ironmouse memiliki daya tarik visual multidimensional yang terbentuk melalui sinergi antara seni, sains, dan konteks interaktif komunitas Vtuber.
NARASI VISUAL JIN KAZAMA: ARKETIPE HERO MENJADI SHADOW Muhammad Dafa Khairan Nabil; Muhammad Fathoni; Ni Putu Sinta Dewi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8680

Abstract

Tekken: Bloodline menghadirkan narasi visual yang kompleks mengenai perjalanan karakter Jin Kazama, yang tidak hanya disampaikan melalui dialog tetapi juga melalui elemen-elemen desain visual yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi arketipe Jin Kazama dari seorang Hero menjadi Shadow melalui perspektif visual storytelling. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori narasi visual dan psikologi arketipe Carl Jung, penelitian ini membedah bagaimana elemen visual seperti pencahayaan, ekspresi wajah, dan simbolisme warna membangun struktur naratif karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi Jin Kazama mengikuti pola narasi visual yang terstruktur dari fase equilibrium yang damai menuju krisis trauma di mana perubahan estetika visualnya menandai runtuhnya moralitas "Hero" dan kebangkitan sisi "Shadow". Studi ini menyimpulkan bahwa visual storytelling dalam anime ini berfungsi efektif sebagai teks naratif yang memvalidasi perubahan psikologis karakter, memicu respons emosional penonton, dan memperdalam pemahaman akan konflik internal Jin Kazama tanpa bergantung sepenuhnya pada narasi verbal.