This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mitrasehat
Mansur Sadidi
Universitas Muslim Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEPSI REMAJA TERHADAP PERINGATAN KESEHATAN BERGAMBAR DI KOTA MAKASSAR Fairus Prihatin Idris; Nurfaidah; Patima; Harpiana Rahman; Andi Asrina; Mansur Sadidi
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 2 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i2.683

Abstract

Latar belakang: Merokok pada remaja merupakan permasalahan Kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan risiko penyakit tidak menular.. Strategi pengendalian tembakau yang diterapkan pemerintah adalah Peringatan Kesehatan Bergambar (Pictorial Health Warning) pada kemasan rokok sebagai media komunikasi risiko berbasis visual. Namun, efektifitas pesan visual tersebut pada kelompok remaja masih menunjukkan variasi respons. Tujuan: Bertujuan untuk menganalisis persepsi remaja terhadap peringatan Kesehatan bergambar pada kemasan rokok di Kota Makassar Metode: Penelitian ini quasi kualitatif dengan metode deskriptif. Informan berjumlah 11 orang yang terdiri dari satu informan kunci (Psikolog), 4 informan pendukung (Pakar media, guru, orang tua, dan kader kesehatan), serta 6 informan biasa (remaja berusia 19 – 22 tahun). Teknik pengumpulan data melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil: Terdapat perbedaan cara remaja memaknai Peringatan Kesehatan Bergambar (Pictorial Health Warning/PHW) pada kemasan rokok. Sebagian remaja memandang PHW sebagai peringatan mengenai bahaya merokok dan pada awalnya menunjukkan respons emosional seperti rasa takut dan ketidaknyamanan. Secara kognitif, remaja juga mampu mengaitkan gambar tersebut dengan potensi penyakit akibat merokok. Kesimpulan: Keberhasilan pembentukan sikap anti – merokok pada remaja sangat bergantung pada kekuatan peran keluarga, serta perlu didukung oleh keterlibatan tokoh masyarakat yang lebih optimal agar pesan pencegahan memiliki daya pengaruh yang lebih kuat dan berkelanjutan.