Rr. Yudiswara Ayu Permatasari
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN NILAI-NILAI PANCASILA DAN BELA NEGARA BAGI PKK POKJA I KALURAHAN CONDONGCATUR, KAPANEWON DEPOK, KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Yayuk Hidayah; Rr. Yudiswara Ayu Permatasari; Amalia Zidatul Ulum
Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development Vol. 6 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Developme
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijecsed.v6i1.244

Abstract

This community service program aimed to strengthen the understanding and implementation of Pancasila values and the spirit of state defense among members of PKK Working Group I (Pokja I) in Condongcatur Village, Depok Subdistrict, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. The program was initiated based on the strategic role of women, particularly PKK members, as agents of social change who contribute to family development, character building, and community empowerment grounded in national values. In the midst of various challenges facing Indonesian society in the digital era, reinforcing Pancasila values and fostering awareness of state defense have become increasingly important to maintain social cohesion, tolerance, and national resilience.The program was implemented through educational workshops, interactive discussions, and reflective activities designed to enhance participants’ understanding of Pancasila values, their application in daily life, and forms of state defense relevant to the roles of PKK members. A participatory approach was employed to actively engage participants in learning, discussion, and experience sharing. Program evaluation was conducted through observation of participant engagement and feedback regarding the content and implementation of the activities.The results indicated an improvement in participants’ understanding of the importance of Pancasila values as a guiding framework for social life, as well as increased awareness of citizens’ strategic roles in supporting state defense through concrete actions within families and communities. Participants demonstrated high enthusiasm throughout the program and expressed their commitment to applying the acquired knowledge and values in PKK activities and broader community programs. This community service initiative contributed positively to strengthening national character, enhancing civic awareness, and promoting a Pancasila-oriented society with a strong commitment to state defense
Dari Nongkrong ke Networking, Budaya Kafe sebagai Ruang Produksi Karakter Identitas Anak Muda di Era Platformisasi Digital Yayuk Hidayah; Rr. Yudiswara Ayu Permatasari; Nathasa Pramudita Irianti
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2708

Abstract

Penelitian ini mengkaji pergeseran makna “nongkrong” di kafe-kafe sebagai bagian dari aktivitas rekreatif menjadi praktik networking yang berkelindan dengan platformisasi digital. Berangkat dari asumsi bahwa kafe tidak lagi sekadar ruang konsumsi, studi ini menelusuri bagaimana anak muda memaknai kehadiran di kafe sebagai proses produksi identitas melalui estetika ruang, performativitas gaya hidup, relasi pertemanan/komunitas, serta jejak digital  pada platform Digital. Data dihimpun melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi partisipan di sejumlah kafe yang menjadi titik temu anak muda, disertai penelusuran jejak digital partisipan yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan thematic analysis dengan lensa kritis untuk mengungkap bukan hanya pola makna dan praktik, tetapi juga relasi kuasa, logika komodifikasi diri, dan batas-batas sosial yang bekerja dalam pengalaman “nongkrong” kontemporer. Kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kafe berfungsi sebagai “panggung” identitas dan modal sosial: anak muda merancang citra diri, mengelola kesan, serta membangun koneksi akademik, kreatif, dan profesional melalui kombinasi interaksi luring dan visibilitas daring. Namun, praktik ini memunculkan ketegangan antara autentisitas dan komodifikasi, inklusi dan eksklusi berbasis kelas, serta kenyamanan ruang publik dan logika pengawasan/penilaian digital. Studi ini berkontribusi pada pemahaman relasi ruang urban, budaya anak muda, dan platform digital dalam pembentukan identitas kontemporer.