Nathasa Pramudita Irianti
Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Nongkrong ke Networking, Budaya Kafe sebagai Ruang Produksi Karakter Identitas Anak Muda di Era Platformisasi Digital Yayuk Hidayah; Rr. Yudiswara Ayu Permatasari; Nathasa Pramudita Irianti
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2708

Abstract

Penelitian ini mengkaji pergeseran makna “nongkrong” di kafe-kafe sebagai bagian dari aktivitas rekreatif menjadi praktik networking yang berkelindan dengan platformisasi digital. Berangkat dari asumsi bahwa kafe tidak lagi sekadar ruang konsumsi, studi ini menelusuri bagaimana anak muda memaknai kehadiran di kafe sebagai proses produksi identitas melalui estetika ruang, performativitas gaya hidup, relasi pertemanan/komunitas, serta jejak digital  pada platform Digital. Data dihimpun melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi partisipan di sejumlah kafe yang menjadi titik temu anak muda, disertai penelusuran jejak digital partisipan yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan thematic analysis dengan lensa kritis untuk mengungkap bukan hanya pola makna dan praktik, tetapi juga relasi kuasa, logika komodifikasi diri, dan batas-batas sosial yang bekerja dalam pengalaman “nongkrong” kontemporer. Kredibilitas temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kafe berfungsi sebagai “panggung” identitas dan modal sosial: anak muda merancang citra diri, mengelola kesan, serta membangun koneksi akademik, kreatif, dan profesional melalui kombinasi interaksi luring dan visibilitas daring. Namun, praktik ini memunculkan ketegangan antara autentisitas dan komodifikasi, inklusi dan eksklusi berbasis kelas, serta kenyamanan ruang publik dan logika pengawasan/penilaian digital. Studi ini berkontribusi pada pemahaman relasi ruang urban, budaya anak muda, dan platform digital dalam pembentukan identitas kontemporer.