Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyimpangan dan Masalah Sosial Dalam Olahraga Iren Tasya; Tomi Setiadi; Yogi Van Lee Pernando Purba; Fransisco Simamora; Yan Indra Siregar; Putra Arima
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8493

Abstract

Olahraga merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter, interaksi sosial, serta penanaman nilai-nilai seperti sportivitas, disiplin, kerja sama, dan kejujuran. Namun, dalam praktiknya dunia olahraga tidak terlepas dari berbagai penyimpangan dan masalah sosial yang dapat merusak nilai-nilai tersebut. Artikel ini bertujuan untuk membahas bentuk-bentuk penyimpangan dan masalah sosial dalam olahraga, faktor penyebab terjadinya penyimpangan, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan dan penanganannya. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber yang berkaitan dengan sosiologi olahraga dan fenomena sosial dalam dunia olahraga. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa bentuk penyimpangan dan masalah sosial dalam olahraga meliputi kekerasan dan hooliganisme, penggunaan doping, korupsi dan manipulasi pertandingan, serta pelecehan dan diskriminasi. Faktor penyebab munculnya masalah tersebut antara lain fanatisme berlebihan, tekanan untuk meraih kemenangan, kepentingan ekonomi, lemahnya pengawasan, rendahnya pemahaman etika olahraga, serta pengaruh lingkungan sosial. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya merugikan atlet secara fisik dan mental, tetapi juga menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia olahraga dan merusak citra olahraga sebagai sarana pendidikan karakter. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara atlet, pelatih, suporter, organisasi olahraga, dan pemerintah dalam menanamkan nilai sportivitas, memperketat pengawasan, serta menerapkan aturan dan sanksi yang tegas agar tercipta lingkungan olahraga yang aman, adil, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Micro Teaching Berbasis Kesalahan (Error-Based Learning) Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengoreksi Gerakan Olahraga Tomi Setiadi; Iren Tasya; Arya Yuhandika; Yogi Van Lee Pernando Purba; M Azmi Dwipa Mayhilmi; Siraj Al Muntasir Billah; Dewi Endriani; Rafika Ardilla
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v3i1.8285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan micro teaching berbasis kesalahan (error-based learning) terhadap peningkatan kemampuan mengoreksi gerakan olahraga pada mahasiswa pendidikan jasmani. Pendekatan error-based learning menempatkan kesalahan sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran, sehingga mahasiswa tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik yang benar, tetapi juga dilatih untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memberikan solusi terhadap kesalahan gerak yang terjadi. Dalam konteks micro teaching, mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi mengajar dengan skala terbatas, di mana mereka berperan sebagai pengajar yang harus mampu memberikan instruksi dan umpan balik secara tepat. Proses ini memungkinkan mahasiswa mengembangkan keterampilan pedagogik, khususnya dalam hal observasi gerak, analisis kesalahan teknik, serta penyampaian koreksi yang efektif dan sistematis. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest terhadap mahasiswa pendidikan jasmani yang mengikuti kegiatan micro teaching. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian kemampuan mengoreksi gerakan yang mencakup aspek identifikasi kesalahan, analisis penyebab, kejelasan instruksi, dan ketepatan pemberian umpan balik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial untuk melihat perbedaan kemampuan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan mahasiswa dalam mengoreksi gerakan olahraga setelah diterapkan pendekatan error-based learning dalam micro teaching. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kesalahan dapat menjadi alternatif strategi yang efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik mahasiswa pendidikan jasmani, terutama dalam mengembangkan kemampuan memberikan koreksi teknik gerakan secara tepat, kritis, dan terstruktur.