Pembelajaran menulis teks eksposisi merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia, namun siswa masih mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide dan mengintegrasikan kearifan lokal sebagai tema tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal Kabupaten Bantaeng sebagai dasar pengembangan bahan ajar yang kontekstual dan relevan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan survei terhadap 36 siswa kelas X.10 SMA di Kabupaten Bantaeng. Data dikumpulkan melalui angket terstruktur dengan 10 pertanyaan yang mencakup aspek pemahaman konsep, pengalaman menulis, kesulitan yang dihadapi, minat terhadap kearifan lokal, dan kebutuhan akan bahan ajar. Data dianalisis secara deskriptif dengan perhitungan persentase untuk setiap aspek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa (100%) memiliki pemahaman konseptual tentang teks eksposisi, namun sebagian besar (72,2%) mengalami kesulitan dalam menemukan ide menulis. Meskipun 72,2% siswa pernah menulis teks eksposisi secara umum, hanya 36,1% yang pernah menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal. Minat siswa terhadap kearifan lokal Kabupaten Bantaeng sangat tinggi (94,4%), dan 97,2% siswa merasa pembelajaran menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal akan lebih menarik. Sebagian besar siswa (83,3%) menyatakan bahwa buku teks yang digunakan saat ini belum memadai untuk mendukung pembelajaran menulis teks eksposisi. Selain itu, 97,2% siswa memiliki orientasi yang tinggi terhadap kebermanfaatan karya tulis untuk masyarakat Kabupaten Bantaeng, dan 88,9% siswa setuju dengan integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kebutuhan yang signifikan untuk pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal Kabupaten Bantaeng. Tingginya minat siswa terhadap kearifan lokal dan ketidakpuasan terhadap bahan ajar yang ada memperkuat urgensi pengembangan bahan ajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa dasar empiris untuk pengembangan bahan ajar yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran menulis teks eksposisi bermuatan kearifan lokal.