Azizan Ramli
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI LITERATUR : METODE PELATIHAN MANAJEMEN KESELAMATAN PROSES BAGI MANAJER, PENGAWAS DAN PEKERJA LAPANGAN DI PERUSAHAAN KILANG MINYAK BUMI Masjuli Masjuli; Andhika Dwi Marhaendra; Hanifah Handayani; Azizan Ramli; Rosmalia Rosmalia
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 17 No 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v17i1.944

Abstract

Perusahaan kilang minyak bumi mempunyai potensi bahaya terjadinya kebakaran, peledakan, pencemaran lingkungan yang dapat menyebabkan korban jiwa manusia baik dari pekerja, maupun masyarakat, harta benda perusahaan, masyarakat dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, untuk meminimalkan risiko, maka semua pekerja baik jenjang manajer, pengawas (supervisor), maupun pekerja lapangan (frontliner) perlu mendapatkan pelatihan untuk memahami manajemen keselamatan proses (Process Safety Management – PSM). Persoalan yang muncul, yaitu: materi dan pola pelatihan bagi para pekerja pada ketiga jenjang pekerja itu belum terlihat jelas pemetaannya. Padahal, dari segi pekerjaan yang dilakukan dan tanggung jawabnya berbeda satu sama lain. Studi literatur ini bertujuan untuk menemukan metode pelatihan PSM yang sesuai bagi manajer, pengawas, dan pekerja lapangan di perusahaan kilang minyak bumi. Berdasarkan literatur jurnal-jurnal yang dipelajari, menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan paradigma andragogi yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman itu dapat menyentuh dan membentuk seluruh unsur yang penting dalam proses pembelajaran, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik dari peserta belajar, sehingga paradigma itu dinilai tepat untuk digunakan. Sementara itu, Taksonomi Bloom dapat membantu pemetaan materi pelatihan untuk masing-masing jenjang pekerja. Dari penelitian literatur ini, dapat disimpulkan bahwa instruktur pelatihan yang menerapkan paradigma andragogi dapat mengembangkan aneka bentuk dinamika belajar, termasuk diantaranya dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk menumbuhkan minat dan keasyikan dalam belajar dan berlatih bagi para peserta, baik saat mengikuti pelatihan, maupun setelahnya, agar mereka dapat selalu mengikuti perkembangan teknologi dan terbitnya peraturan perundangan yang baru. Selain itu, pelatihan PSM untuk jenjang manajer, pengawas dan pekerja lapangan harus dirancang dengan modul berbeda sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan dan tanggungjawabnya masing-masing.