Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR TIMAH HITAM (Pb) DENGAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) DAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA SPBU DI KARESIDENAN SURAKARTA Sjarifah, Ipop; Khotijah, Khotijah; Setyawan, Haris
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timah Hitam (Timbal/Pb) merupakan logam berat yang sangat berbahaya dan kontaminasi timbal dalam tubuh berpengaruh terhadap biosintesa hemoglobin, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, dan sistem ginjal. Kontaminasi timbal yang berpengaruh terhadap sistem ginjal dapat menyebabkan pengaruh terhadap tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar timah hitam (Pb) dalam darah dengan kadar hemoglobin dan tekanan darah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  observasional analitik, dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Sampel berjumlah 30 orang. Pengujian Pb darah menggunakan alat Atomic Absorbtion Spectofotometeri (AAS) dengan pengambilan darah sebanyak 10 mL dan pengukuran tekanan darah dengan Tensimeter dan pengukuran Hb dengan alat Sfignomanometer. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi spearman. Kadar Pb dalam darah semua pekerja masih dibawah NAB yaitu <40 µg/dL dengan rerata 3,26 µg/d.  Hasil pengukuran kadar Hb 28 responden dengan kadar Hb normal dan 2 responden dengan Hb <12 mmHg . Hasil uji korelasi spearman menunjukkan tidak ada hubungan kadar Pb dalam darah dengan kadar Hb dengan p value 0,201 dan r = 0,dan tidak ada korelasi yang signifikan antara pb darah dengan tekanan darah,dengan nilai p = 0.693 dan r= 0,075 untuk tekanan darah systole, dan  p = 0.327 dan r = 0.185 untuk tekanan darah diastole dengan nilai arah korelasi + (positif) dan kekuatan korelasi lemah. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kedua variabel untuk tekanan darah systole dan diastole, dan kadar Pb dalam darah yang masih dibawah batas normal tidak mengakibatkan anemia.Kata Kunci : Kadar Timah Hitam, Kadar Hemoglobin, Tekanan Darah, Pekerja SPBU
IMPLEMENTASI EMERGENCY RESPONSE SYSTEM PADA INDUSTRI INFORMAL DI KABUPATEN SRAGEN Setyawan, Haris; Sjarifah, Ipop
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi dan rawan terhadap kejadian bencana, baik bencana alam, non alam maupun bencana social. Kejadian bencana dapat menimbulkan keadaan darurat yang harus segera dilakukan pencegahan dan penanggulangan kedalam kondisi yang aman dan selamat. Industri Batik di Kabupaten Sragen khususnya desa Pilang terletak di daerah aliran sungai Bengawan Solo yang rawan terjadi keadaan darurat dan bencana berupa banjir, kebakaran dan kecelakaan kerja akibat proses produksi batik. Sejak tahun 2007, di lokasi tersebut sering  terjadi rangkaian bencana banjir pada musim penghujan yang sulit ditanggulangi dan perlu mendapatkan penanganan segera khususnya implementasi emergency respon saat terjadi keadaan darurat banjir maupun keadaan darurat yang lain. Metode yang digunakan adalah dengan pemilihan skala prioritas bencana dan keadaan darurat di 3 industri batik desa pilang dengan menggunakan matriks VCA dan melakukan pemecahan masalah dari setiap prioritas masalah menggunakan hirarki pengendalian risiko. Prioritas masalah di 3 industri batik tersebut adalah keadaan darurat banjir, kebakaran dan kecelakaan kerja. Hasil dari pengabdian pada masyarakat ini berupa penerapan model HIRADC dan sistem tanggap darurat berupa simulasi keadaan darurat kebakaran dan banjir, pembuatan rute evakuasi dan titik kumpul, sosialisasi flowchart menghadapi keadaan darurat banjir, kecelakaan dan kebakaran. Kata Kunci: Keadaan darurat, Emergency respons system, Industry informal
The Education on Emergency Response and Disaster for Junior High School Students of Surakarta Sjarifah, Ipop; Setyawan, Haris
Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education Vol 1, No 1 (2016): Proceeding of International Conference on Teacher Training and Education
Publisher : Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.148 KB)

Abstract

Emergency is abnormal and dangerous situations that threaten or require quick action to control, fixed and restored it to the safety condition. Most parts of Indonesia territory are vulnerable to disasters, whether natural and non-natural disasters or social disaster. Catastrophic incident may cause an emergency situation that must be carried out prevention and control into a safe condition, especially in the city of Surakarta that have strong possibilities to have floods, fires, earthquakes and volcanic eruptions. Geographically Surakarta located in watersheds of Bengawan Solo that potentially to face emergencies situation and disasters. Floods is possible to occur due to Surakarta is surrounded by more than three large reservoirs i.e. Waduk Gajah Mungkur, Waduk Cengklik, Waduk Delingan, Waduk Lalung and Waduk Kedungombo. Surakarta is also located near to Mount Merapi, which its eruption in 2013 had covered Yogyakarta and Surakarta .Junior High School (SMP) students are aged between 13-15 years who psychologically are able to receive information properly and to follow an appropriate education and training. Education on emergency response and disasters has not been implemented adequately in Indonesia, especially in Surakarta. Through this kind education and training, junior high school students are able to well cope with the emergency response procedures including fire emergency response, evacuation of flood disasters, first aid to victims of disasters, and determine the line of communication and make a proper coordination during the disaster situation with Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Police, Hospitals and Fire Fighter.
The Effects of Lead (Pb) Exposure to Blood Pb Concentration and Hemoglobin Levels in Book Sellers and Street Vendors of Surakarta Khotijah, Khotijah; Sjarifah, Ipop; Mahendra, Putu Gede Oka; Widyaningsih, Vitri; Setyawan, Haris
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v13i2.5743

Abstract

Anemia is still a public health problem in the world and in Indonesia. WHO (2008) reported more than 75% of anemia in Asia is iron deficiency and 63.5% anemia in Indonesia is caused by lack of nutrition. Previous studies described that lead (Plumbum /Pb) can decrease hemoglobin levels. Sriwedari markets’ book sellers and Solo Wholesale Center’s street vendors are susceptible populations exposed to Pb as a result of motor vehicle exhaust. Approximately 70% of Pb in vehicle exhausts emissions are emitted into the air. This study aimed to analyze the effects of Pb exposure on blood Pb concentration and hemoglobin levels. This study was a quantitative observational analytic study with cross sectional design conducted in 2015-2016 at Sriwedari Market. Samples were 97 respondents obtained through random sampling and Spearman correlation was used for data analysis. Result showed that there were association between Pb exposure in the air and blood Pb levels (p=0,000; r=0,606) and blood Pb levels and hemoglobin levels (p=0,000; r=-0,623)
The Effects of Lighting Intensity on the Productivity of Textile Workers in Surakarta Widjanarti, Maria Paskanita; Setyawan, Haris; Qadrijati, Isna
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v15i1.15448

Abstract

The textile industries’ growth in 2018 have contributed to national economic growth (Kemenperin, 2018). Enhancing competitiveness through conductive business climate is a strategic step to increase productivity (Kemenperin, 2017).  Surakarta is one of the major cities in Indonesia famous for its textile products. Based on Indonesian Statistic Center, in 2016, the national textile industry productivity declined to 7.65%, directly affecting the productivity of textile industries in Surakarta, including PT IT. The weaving department of PT IT experienced the highest decline in work productivity with physical factor exposure more than Threshold Limit Value (TLV), including lighting intensity. This research aimed to analyze the correlation between the light intensity and worker productivity in 2018. This was a quantitative observational analytic research with cross sectional design in PT IT. From 50 workers in the weaving department, 32 were selected as samples through random sampling method. Light intensity was measured using Lux Meter ANA 999 in 32 measurement points. Work productivity was calculated using Productivity formula= Output (O)/ Input (I). Spearman correlation and SPSS program were used for data analysis. The result showed that there was a significant correlation between light intensity and worker’s productivity (p=0.000, r=0.629).
Praktik Keselamatan Kebakaran pada Operator SPBU di Kabupaten Blora Setyawan, Haris; Setyaningsih, Yuliani
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 8, No. 1, Januari 2013
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.839 KB) | DOI: 10.14710/jpki.8.1.17-29

Abstract

SPBU merupakan tempat yang memiliki tingkat risiko kebakaran besar (Major Hazard Accident), yaitu apabila terjadi kecelakaan akan menimbulkan kerugian yang sangat besar, baik kerugian nyawa manusia maupun kerugian material lainnya, dan kecelakaan tersebut pernah terjadi di salah satu SPBU di Kabupaten Blora. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi praktik keselamatan kebakaran pada operator SPBU di Kabupaten Blora. Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research, metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan cross sectional study. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total populasi dengan jumlah 73 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara praktik keselamatan kebakaran dengan umur, jenis kelami), tingkat pendidikan, status pernikahan ), pengetahuan, sikap, peraturan, sarana/fasilitas , supervisi, rekan kerja. Terdapat variable yang paling dominan yang mempengaruhi praktik keselamatan kebakaran yaitu sikap dengan nilai signifikasi 0,044 dan nilai OR sebesar 5,011 Kata Kunci : Operator SPBU, praktik keselamatan kebakaran ABSTRACT Risk Factors Concerning The Fire Safety Practices of The Fuel Station Operator in Blora; A fuel station is a place having a major fire hazard accident level, in which, if an accident happens, it may cause major loss in both casualties and other material loss; and such accident had ever taken place a fuel station in Blora. This research had an objective to finding out the factors effecting fire safety practices of the fuel station operator in Blora. The used research type was an explanotory research; the used method was a survey with a cross sectional study approach. The samples used in this research were the total population as many as 73 respondents. The research result showed that there were correlation between the fire safety practices and age, sex, educational level, marital status, knowledge, attitude, rules, facilities / amenities, supervision, coworkers. There most dominant variable affecting the fire safety practises, with was attitude, with the significance value of 0.044 and OR value of 5.011 Keywords : gas stations operator, fire safety practices
APLIKASI THEORY OF PLANNED BEHAVIOR PADA PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF : STUDI KASUS Sutisna, Endang
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 25, No 2 (2017): MEI - AGUSTUS 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.48 KB) | DOI: 10.33476/jky.v25i2.338

Abstract

ASI eksklusif bermanfaat bagi ibu, bayi, dan masyarakat. Salah satu intervensi untuk mencegah kematian bayi yaitu pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan. Sementara itu cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target. Tujuan penelitian adalah mengaplikasikan Theory of Planned Behavior (TPB) untuk menjelaskan hubungan antara sikap, norma subjektif, dan persepsi kendali perilaku dengan niat dan perilaku pemberian ASI eksklusif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan metode penelitian studi kasus terpancang. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah, dengan mengambil 14 desa dari 177 desa. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Agustus 2016. Sasaran penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi berusia antara 6-12 bulan dan stakeholders program ASI eksklusif di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian dokumen, observasi partisipasi, wawancara mendalam dan fokus group diskusi (FGD). Wawancara mendalam dilakukan terhadap 49 informan terdiri dari ibu menyusui dari bayi berusia 6-12 bulan sebanyak 30 orang dan stakeholders program ASI eksklusif sebanyak 19 orang. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPB memberikan kerangka untuk menjelaskan dimensi utama dari perilaku pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Sikap, norma subjektif dan persepsi kendali perilaku secara kolektif berhubungan dengan niat perilaku dan niat merupakan anteseden  langsung dari perilaku pemberian ASI eksklusif. Saran: meningkatkan cakupan program pemberian ASI eksklusif dapat dilakukan dengan membantu memperbaiki sikap positif, merubah norma subjektif untuk mendukung pemberian ASI eksklusif, memperbaiki kendali perilaku yang dirasakan, dan memperkuat niat pemberian ASI eksklusif.
IMPLEMENTASI 5R UNTUK MENCEGAH PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA GIGI DAN MULUT SERTA SALURAN PERNAFASAN DI INDUSTRI INFORMAL SRAGEN Haris Setyawan; Ipop Sjarifah
Jurnal Kesehatan Gigi Vol 2, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkg.v2i02.650

Abstract

TITLEIMPLEMENTATION OF 5R TO PREVENT OCCUPATIONAL DISEASES IN SRAGEN INFORMAL INDUSTRY TO DENTAL, ORAL AND RESPIRATORY TRACT HEALTHABSTRACTPilang village in Sragen are famous for the production of batik clothes that still using manual processes to produces the batik. Most of the batik industry in this village produced for local industry that is not familiar with the implementation of health and safety, that caused many complaining of occupational diseases in workplace. The one of occupational disease is a disease of the teeth and the mouth and respiratory  that indicated caused from dye clothing, wax and smoke from burning wood and gas for drying the batik fabrics motif by workers. To prevent the impact of occupational illness, one preventive method that can be used is the 5R.Respondents are batik workers at the Pilang village in Masaran District of Sragen that total respondents are 37 peoples. The method that used in hazard identification, risk assessment and determinating control (HIRADC). After the a priority scale through the model of HIRADC determinated, then performed the corrective actions taken by using a hierarchy of control especially the 5R methods.The workers of Batik Industry in PilangVillage has exposure the CO gas that exceeds the threshold value at 69-90 ppm, and temperature humidity index at 32.5-33.50C. Especialy for behavioral factors is working without personal protective equipment that are harmful to health due to exposure to gas and dye clothing. Key words : 5R, batik workers, occupational diseases, dental mouth disease, respiratory problems
KORELASI PENGETAHUAN TENTANG KECELAKAAN KERJA TERHADAP PERILAKU KERJA AMAN PADA TENAGA KERJA PRODUKSI KERTAS KUDUS Agnes Tirza Awanda; Haris Setyawan
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 5, No 1 (2020): Integrated Occupational Safety and Health Implementation
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v5i1.4375

Abstract

Kecelakaan di tempat kerja bisa disebabkan oleh perilaku dan kondisi kerja yang tidak aman di tempat kerja. Unit produksi kertas merupakan salah satu tempat kerja yang memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi seperti terkena cipratan atau menghirup bahan kimia dan gas berbahaya serta kontak fisik dengan peralatan produksi dan mesin. Perusahaan ini mempekerjakan tenaga kerja yang memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Perbedaan latar belakang pendidikan dan pengetahuan yang berbeda inilah yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pembentukan perilaku kerja aman tenaga kerja. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui korelasi pengetahuan tentang kecelakaan di tempat kerja terhadap perilaku kerja aman pada tenaga kerja produksi kertas di Kudus. Penelitian ini termasuk penelitian observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 85 orang, 47 responden diambil sebagai responden dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang dipergunakan berupa lembar kuesioner dengan menggunakan uji Somer’s D melalui aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan p value = 0.003 dan nilai r = 0,805, arah korelasi positif dengan nilai kekuatan korelasi yang sangat kuat. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kecelakaan kerja dengan perilaku kerja aman, semakin tinggi tingkat pengetahuan tentang kecelakaan kerja maka akan semakin tinggi pula tingkat perilaku kerja aman.Kata Kunci: pengetahuan; perilaku kerja aman; kecelakaan kerja; produksi kertas
RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL KNOWLEDGE AND SUPERVISION TO THE BEHAVIOR OF APD APPLICATION IN CONSTRUCTION WORKERS PT WIKA BETON BOYOLALI Fauzi Jatmiko; Haris Setiyawan; Tutug Bolet Atmojo
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol 2, No 1 (2017): Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v2i1.1272

Abstract

The construction sector is one of the highest accidents. Most accidents are caused by unsafe acts, one of which is the failure to use PPE. The behavior of PPE is influenced by many factors including knowledge and supervision. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and supervision of the use of PPE in construction workers PT WIKA Beton Boyolali. This research is an observational analytic research with Cross Sectional approach with sampling technique that is Simple Random Sampling. The sample of the study was 54 male laborers. Level of Knowledge, Control and Behavior of Use of PPE is measured using a questionnaire. The data obtained were analyzed by Gamma and Somers'd test for independent variable relationship with dependent variable, then for multivariate analysis with Multiple Logistic Regression test. The result shows that there is correlation between knowledge level with behavioral usage of APD at significance value p = 0.018 and value r = 0.538 and relationship between supervision with behavior of APD usage at significance value p = 0.012 and value r = 0.291. Based on the multivariate analysis, it was found that the knowledge level was the most influential variable on the behavior of APD with p-value = 0.005 and OR = 37.263, then control with p-value = 0.038 and OR = 9.048 and the working period with p-value = 0.074 and OR = 0.115. Conclusion There is a significant relationship between the level of knowledge and supervision of the behavior of PPE. The variable that has the most influence on the behavior of PPE is the level of knowledge.Keywords: Knowledge, Supervision, Behavior, APD, Construction Worker