Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Anatomical Characteristics and Fiber Morphology of Palmyra Wood (Borassus Flabellifer L.) Originating from Timor Island, East Nusa Tenggara Province Rynaldo Davinsy; Adrin Adrin; Lora Septrianda Putri; Melkianus Pobas; Luisa Moi Manek; Ni Kade Ayu Dewi Aryani; Mahardika Putra Purba; Emi Renoat; Yudhistira Ardhyana Nugraha Rua Ora; Ika Kristinawanti; Kristianto Wibison So; Yakub Benu
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2026.151.685-691

Abstract

Palmyra wood (Borassus flabellifer L) is a widely distributed palm species in tropical Asia, including East Nusa Tenggara (NTT). Its wood has potential applications in construction, handicrafts, and bioenergy, making anatomical and fiber morphology studies essential for understanding its value and utilization. This research used palmyra wood samples from Timor Island, Kupang, in the form of discs with a diameter of approximately 30 cm, taken from the base, middle, and upper parts of the stem. Test specimens were prepared in 2 × 2 × 5 cm dimensions, and analyses were conducted following standard procedures. The results revealed that palmyra wood possesses anatomical characteristics typical of palms, namely collateral closed-type vascular bundles irregularly scattered within parenchymatous ground tissue, with phloem located outside the xylem. Fiber morphology exhibited a gradual reduction in dimensions from the base to the tip of the stem, with fiber diameters ranging from 38.48 to 15.64 µm, wall thickness from 17.09 to 6.92 µm, and lumen diameters from 13.02 to 5.42 µm. The number of vascular bundles also decreased from 3.0 at the base to 1.21 at the tip, with bundle density ranging from 0.49 to 0.20/mm². Overall, palmyra wood exhibits stronger mechanical properties at the base of the trunk, as demonstrated by the anatomy and morphology of its fibers, thus increasing its biological durability. These findings highlight its potential as a structural material, craft resource, and bioenergy feedstock in dryland regions such as NTT.
Asosiasi Jenis Vegetasi Di Wilayah Suaka Margasatwa Egon Ilimedo Provinsi Nusa Tenggara Timur Kristianto Wibison So; Aah Ahmad Almulqu; Melkianus Pobas; Flora Evalina Ina Kleruk; Lora Septrianda Putri
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6266

Abstract

Suaka Margasatwa Egon Ilimedo berada dalam wilayah Seksi Konservasi Wilayah IV Maumere, Bidang KSDA Wilayah II Ruteng pada Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur. Kawasan konservasi ini memiliki kekayaan sumberdaya alam diantaranya potensi wisata lama dan jasa lingkungan, potensi fauna, serta keragaman jenis vegetasinya. Dalam rangka mempertahankan keanekaragaman jenis flora dan fauna pada areal ini, maka perlu dilakukan penelitian tentang struktur dan komposisi vegetasi yang ada di kawasan tersebut. Jenisi-jenis tumbuhan yang ingin dilestarikan dapat lebih dikembangkan dengan mengendalikan jenis-jenis pesaingnya, atau tidak dapat berinteraksi dengannya. Untuk mengetahui bentuk asosiasi antar jenis pohon di SM Egon Ilimedo menggunakan  uji Chi-square dan juga untuk mengetahui bentuk pengelompokan alami menggunakan uji koefisien asosiasi di Suaka Margasatwa Egon Ilimedo.Untuk mengetahui bentuk asosiasi antar jenis pohon di SM Egon Ilimedo menggunakan  uji Chi-square dan juga untuk mengetahui bentuk pengelompokan alami menggunakan uji koefisien asosiasi di Suaka Margasatwa Egon Ilimedo.Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa asosiasi yang terbentuk pada tingkat pohon terdapat jenis yaitu Calophyllum brasiliens dengan Drypetes longifolia, Calophyllum brasiliense dengan Pometia pinnati dan Eugenia macromyrtus dengan Garcinia marophylla berasosiasi negative, sedangkan pada pasangan jenis Calophyllum brasiliense dengan Eugenia macromyrtus, Planconia firma dengan Persea indica, Aglaia elliptica dengan Elaeocarpus floribundus dan  Aglaia elliptica dengan Drypetes longifolia memiliki asosiasi yang positif. Komposisi yang menyusun pengelompokan alami pada  tingkat pohon terdapat Calophyllum brasiliense dengan Eugenia macromyrtus, Planconia firma dengan Persea indica dan Guloa diplopetala dengan Elaeocarpus floribundus.