p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Abdimas Langkanae
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aksi Literasi Kreatif : Kelas Menulis Puisi dan Publikasi Antologi Puisi Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 27 Makassar Arianti Talib; Intan Marjan; Suriadi Suriadi; Nisa Nisa; Latifa Turohma; Resmadyar Resmadyar
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.730

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kreatif siswa melalui program Aksi Literasi Kreatif: Kelas Menulis Puisi dan Publikasi Antologi Puisi bagi siswa kelas VIII SMPN 27 Makassar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan literasi siswa, khususnya keterampilan menulis dan membaca puisi, sebagai bagian dari pengembangan kreativitas, kepekaan bahasa, keberanian berekspresi, dan budaya literasi sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan interaktif dan pendampingan partisipatif yang meliputi tahap perencanaan, asesmen kebutuhan, registrasi peserta, penyampaian materi menulis puisi, penyampaian materi membaca puisi, diskusi, praktik kreatif, evaluasi, penerbitan buku antologi puisi, dan penyerahan buku kepada pihak sekolah. Partisipan kegiatan adalah siswa kelas VIII SMPN 27 Makassar yang terlibat dalam proses pembelajaran menulis puisi dan publikasi karya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memperoleh peningkatan pemahaman mengenai proses kreatif menulis puisi, terutama dalam menemukan ide dari pengalaman pribadi, lingkungan sekitar, perasaan, dan peristiwa sederhana. Siswa juga memahami bahwa puisi tidak harus panjang, sedih, atau menggunakan kata-kata sulit, tetapi dapat dibangun melalui diksi, imajinasi, larik, bait, dan makna yang sesuai. Dalam aspek membaca puisi, siswa memperoleh pemahaman tentang pentingnya penghayatan, vokal, intonasi, ekspresi, jeda, dan keberanian tampil di depan umum. Luaran utama kegiatan ini adalah terbitnya buku antologi puisi siswa sebagai bentuk apresiasi terhadap karya peserta sekaligus bukti nyata penguatan gerakan literasi sekolah. Dengan demikian, kegiatan ini berimplikasi positif terhadap peningkatan minat literasi, keterampilan menulis kreatif, kepercayaan diri, dan budaya berkarya siswa. Program ini dapat dijadikan model pembelajaran literasi kreatif yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Peran Mahasiswa dalam Manajemen Produksi Film Dokudrama “Daeng Mangalle: Pangeran Makassar” sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal M Faidil; Muh Alun Anugrah Pratama; Suriadi Suriadi; Elivia Tandiolah; Nisa Nisa; Aditya Nugroho
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.572

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan melestarikan budaya lokal Makassar melalui produksi film dokudrama “Daeng Mangalle” sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam manajemen produksi film berbasis proyek. Metode yang digunakan bersifat aplikatif dan kolaboratif dengan pendekatan Project-Based Learning yang mencakup tahap pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi. Pada tahap pra-produksi, mahasiswa melakukan riset historis, penyusunan naskah, perencanaan logistik, serta pembentukan kru; tahap produksi dilaksanakan melalui syuting intensif selama sembilan hari di lokasi historis seperti Maros, Benteng Somba Opu, dan Benteng Rotterdam; dan tahap pascaproduksi mencakup penyuntingan film, evaluasi peran mahasiswa, serta penyusunan dokumentasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dokudrama efektif sebagai media pelestarian budaya karena mampu merekontekstualisasi nilai sejarah menjadi narasi visual yang mudah dipahami generasi muda. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai departemen, seperti Talent Coordinator, Clapper, Aktor, dan Wardrobe, menghasilkan koordinasi produksi yang teratur sekaligus memastikan representasi budaya Bugis-Makassar tetap autentik. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan karya audiovisual yang menghidupkan kembali figur Daeng Mangalle, tetapi juga memberikan kontribusi edukatif melalui peningkatan keterampilan manajerial, kerja kolaboratif, literasi budaya, dan profesionalisme mahasiswa dalam industri kreatif. Dengan demikian, produksi film dokudrama terbukti menjadi strategi pengabdian yang efektif untuk menjaga warisan budaya lokal melalui pendekatan kreatif dan berbasis teknologi.