Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Mahasiswa dalam Manajemen Produksi Film Dokudrama “Daeng Mangalle: Pangeran Makassar” sebagai Upaya Pelestarian Budaya Lokal M Faidil; Muh Alun Anugrah Pratama; Suriadi Suriadi; Elivia Tandiolah; Nisa Nisa; Aditya Nugroho
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.572

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan melestarikan budaya lokal Makassar melalui produksi film dokudrama “Daeng Mangalle” sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam manajemen produksi film berbasis proyek. Metode yang digunakan bersifat aplikatif dan kolaboratif dengan pendekatan Project-Based Learning yang mencakup tahap pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi. Pada tahap pra-produksi, mahasiswa melakukan riset historis, penyusunan naskah, perencanaan logistik, serta pembentukan kru; tahap produksi dilaksanakan melalui syuting intensif selama sembilan hari di lokasi historis seperti Maros, Benteng Somba Opu, dan Benteng Rotterdam; dan tahap pascaproduksi mencakup penyuntingan film, evaluasi peran mahasiswa, serta penyusunan dokumentasi kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dokudrama efektif sebagai media pelestarian budaya karena mampu merekontekstualisasi nilai sejarah menjadi narasi visual yang mudah dipahami generasi muda. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai departemen, seperti Talent Coordinator, Clapper, Aktor, dan Wardrobe, menghasilkan koordinasi produksi yang teratur sekaligus memastikan representasi budaya Bugis-Makassar tetap autentik. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan karya audiovisual yang menghidupkan kembali figur Daeng Mangalle, tetapi juga memberikan kontribusi edukatif melalui peningkatan keterampilan manajerial, kerja kolaboratif, literasi budaya, dan profesionalisme mahasiswa dalam industri kreatif. Dengan demikian, produksi film dokudrama terbukti menjadi strategi pengabdian yang efektif untuk menjaga warisan budaya lokal melalui pendekatan kreatif dan berbasis teknologi.
Internalisasi Filosofi Perempuan Bugis-Makassar melalui Workshop Interpretasi Tradisi dan Tari Pakarena sebagai Model Penguatan Pendidikan Siswa SMP Negeri 33 Makassar Bungatang Bungatang; Andi Agussalim AJ; Fitriansal Fitriansal; Suriadi Suriadi; M Faidil; Nur Asmi Suci Ramadhani
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.883

Abstract

Globalisasi dan modernisasi menjadi tantangan bagi keberlanjutan nilai budaya lokal di kalangan generasi muda. Kondisi ini ditemukan di SMP Negeri 33 Makassar, di mana sekitar 65–70% siswa mengenal bentuk simbolik tradisi, cerita, dan kesenian daerah, tetapi belum memahami makna filosofisnya. Pembelajaran budaya juga cenderung teoritis, sementara nilai lokal seperti Siri’ na Pacce belum terintegrasi secara sistematis dalam pendidikan karakter. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menginternalisasikan filosofi perempuan Bugis-Makassar melalui workshop interpretasi tradisi dan Tari Pakarena sebagai model penguatan pendidikan karakter siswa. Program dilaksanakan pada 23 Juli, 26 Agustus, dan 27 Agustus 2026 di SMP Negeri 33 Makassar dengan melibatkan 80 siswa. Metode yang digunakan meliputi participatory learning, pendekatan interpretasi budaya, dan experiential learning. Tahapan kegiatan mencakup sosialisasi, workshop interpretasi tradisi melalui cerita rakyat dan pappaseng, pemanfaatan media audiovisual, interpretasi dan praktik Tari Pakarena, pendampingan, evaluasi, serta perancangan keberlanjutan. Keberhasilan program diukur melalui pre-test, post-test, observasi partisipasi, dan refleksi tertulis siswa. Hasil kegiatan menunjukkan respons positif mitra dan peningkatan pemahaman siswa dari sekadar mengenali bentuk budaya menjadi mampu menginterpretasikan makna simbolik dan filosofisnya. Siswa memahami nilai Siri’ na Pacce dan filosofi perempuan Bugis-Makassar, khususnya malebbi sebagai sikap bermartabat, santun, tangguh, cerdas, dan bertanggung jawab. Praktik Tari Pakarena juga menumbuhkan kesabaran, kedisiplinan, ketekunan, dan kerja sama. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan melampaui indikator minimal 70%. Program menghasilkan model pembelajaran karakter berbasis seni tradisional yang kontekstual dan berkelanjutan serta mendukung SDGs, khususnya pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender.
KECEMASAN EKSISTENSIAL TOKOH JOSEF K DALAM NOVEL THE TRIAL PROSES KARYA FRANZ KAFKA: EKSISTENSIALISME JEAN-PAUL SARTREL Muhammad Rapi; M Faidil; Bungatang Bungatang
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24126

Abstract

This study aims to analyze the existential anxiety of Josef K in Franz Kafka's novel, The Trial Process, using Jean-Paul Sartre's existentialism. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a literary text analysis approach. The research data consists of quotations depicting the existential experience of Josef K in facing an unclear judicial process. The results show that Josef K experiences existential anxiety reflected in four main concepts of Sartre's existentialism: anxiety, absurdity, alienation, and freedom. Anxiety arises from the uncertainty of the accusations he faces, while absurdity is evident in the irrational justice system. Furthermore, Josef K experiences alienation from his social environment due to the emergence of prejudice from those around him. Despite being in a stressful situation, Josef K continues to face this reality, reflecting individual freedom in determining one's attitude towards life.